Pengelola Parkir Alkid Klarifikasi Polemik Pungutan Food Truck Bolosego

Yogyakarta — Polemik dugaan pungutan terhadap usaha kuliner Bolosego yang berjualan menggunakan food truck di Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta mendapat tanggapan dari salah satu pengelola parkir setempat, Supriyo Dwi Hartanto. Ia memberikan klarifikasi mengenai biaya penggunaan lahan, uang konsumsi, serta pengembalian sebagian dana yang sebelumnya telah diterima.

Kasus tersebut sebelumnya ramai dibicarakan setelah pemilik Bolosego, Dyah Laily Fardisa, mengunggah video melalui akun TikTok @dyahfardisa pada 17 September 2026. Dalam unggahan itu, Dyah menceritakan pengalaman usahanya ketika mencoba berjualan di kawasan Alkid pada 16-20 September 2026.

Pengelola Parkir Sebut Ada Kesepakatan Penggunaan Lahan

Supriyo tidak menampik bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan pihak Bolosego. Menurut dia, komunikasi tersebut berkaitan dengan rencana penggunaan area parkir di kawasan Alkid untuk lokasi food truck.

Area yang akan digunakan disebut memiliki ukuran sekitar 25 x 5 meter. Karena lahan tersebut akan dipakai secara khusus untuk satu unit food truck, kedua pihak disebut menyepakati biaya penggunaan sebesar Rp1 juta per hari.

Supriyo menjelaskan, area tersebut sengaja dikosongkan atau diblok agar tidak digunakan wisatawan lain. Langkah itu dilakukan karena pengelola parkir telah menerima informasi mengenai rencana Bolosego menggunakan lahan tersebut untuk berjualan.

Ia juga mengaku memiliki bukti percakapan dengan pihak Bolosego terkait rencana pemakaian area parkir tersebut. Klarifikasi itu disampaikan Supriyo di Polsek Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (18/9).

Klaim Uang Konsumsi Tidak Pernah Diminta

Selain biaya penggunaan lahan, persoalan lain yang menjadi sorotan adalah uang konsumsi. Supriyo menyatakan pihak pengelola parkir tidak pernah meminta uang konsumsi kepada Bolosego. Menurut dia, kebutuhan tersebut justru ditawarkan oleh pihak usaha kuliner.

Supriyo menyebut jumlah tukang parkir yang ada sebanyak 15 orang. Namun, dalam komunikasi mengenai konsumsi, ia mengaku hanya menyampaikan kebutuhan untuk 10 orang. Anggaran yang kemudian disepakati disebut sebesar Rp1 juta untuk kebutuhan selama lima hari.

Supriyo juga mengatakan total dana yang telah diterima pengelola parkir mencapai Rp6 juta. Jumlah tersebut berkaitan dengan biaya penggunaan lahan serta anggaran konsumsi yang sebelumnya telah dibicarakan dengan pihak Bolosego.

Pengelola Parkir Mengaku Mengembalikan Rp3 Juta

Setelah pihak Bolosego memutuskan tidak melanjutkan kegiatan berjualan di Alkid, Supriyo menyebut telah terjadi permintaan pengembalian sebagian dana. Ia mengklaim pengelola parkir telah mengembalikan separuh dari total uang yang diterima.

Nilai uang yang dikembalikan disebut mencapai Rp3 juta. Supriyo menyatakan pengembalian dilakukan karena kegiatan usaha food truck tersebut tidak dilanjutkan di lokasi Alkid. Pihak Bolosego juga kemudian menyebut adanya pengembalian dana sebagian melalui transfer.

Kronologi Pengakuan Pemilik Bolosego

Sebelumnya, Dyah Laily Fardisa mengungkap dugaan pungutan yang dialami Bolosego melalui video berdurasi 3 menit 27 detik di TikTok. Ia menyampaikan bahwa usaha food truck miliknya telah mengantongi izin dari pihak keraton untuk berjualan di Alkid pada 16-20 September 2026.

Namun, setelah baru satu hari berjualan, Dyah memutuskan memindahkan lokasi usahanya. Ia mengaku mendapat permintaan pembayaran uang parkir dari pihak yang disebut sebagai juru parkir.

Menurut pengakuan Dyah, pada awalnya ia diminta membayar Rp2,5 juta per hari. Setelah dilakukan negosiasi, jumlah tersebut berubah menjadi Rp1 juta per hari atau Rp5 juta untuk masa berjualan selama lima hari.

Selain uang parkir, Dyah juga mengaku mendapat permintaan lain. Di antaranya adalah penyediaan makanan untuk 10 orang yang disebutnya sebagai preman atau tukang parkir. Ia juga menyebut adanya permintaan makanan untuk tiga anggota polisi serta biaya tambahan untuk pemasangan listrik.

Penjelasan Mengenai Kehadiran Polisi

Dalam unggahan berikutnya, Dyah memberikan penjelasan mengenai kehadiran petugas kepolisian dalam persoalan tersebut. Ia menyatakan polisi datang untuk membantu memediasi pembicaraan antara pihak Bolosego dan paguyuban parkir mengenai kebutuhan operasional food truck.

Dyah menegaskan, berdasarkan penjelasannya, petugas kepolisian tidak datang untuk meminta jatah makanan. Kehadiran mereka disebut berkaitan dengan upaya membantu proses mediasi antara kedua pihak.

Meski telah memperoleh penjelasan dan mengalami pengembalian sebagian dana, Dyah tetap memilih menghentikan aktivitas jualan Bolosego di Alkid. Banyaknya permintaan yang muncul membuatnya menilai kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan karena tidak ingin memfasilitasi praktik pungutan yang dianggap tidak wajar.

Para Pihak Berikan Klarifikasi

Viralnya unggahan mengenai pengalaman Bolosego berjualan di Alkid mendorong pihak-pihak yang disebut untuk memberikan klarifikasi. Supriyo menyampaikan versi pengelola parkir mengenai dasar pembayaran lahan, uang konsumsi, dan pengembalian dana.

Sementara itu, pihak Bolosego juga telah memberikan penjelasan tambahan mengenai kronologi kejadian, termasuk alasan memindahkan lokasi usaha serta keterangan tentang peran petugas kepolisian dalam proses mediasi.

Kesimpulan

Polemik food truck Bolosego di Alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta berawal dari perbedaan penjelasan mengenai pembayaran penggunaan lahan dan kebutuhan operasional selama berjualan. Pengelola parkir menyebut biaya Rp1 juta per hari merupakan hasil kesepakatan penggunaan area seluas sekitar 25 x 5 meter, sedangkan pihak Bolosego sebelumnya mengungkap adanya sejumlah permintaan lain yang dinilai tidak wajar.

Supriyo mengklaim pengelola parkir telah mengembalikan Rp3 juta dari total Rp6 juta yang diterima. Di sisi lain, Bolosego memutuskan menghentikan aktivitas berjualan di Alkid setelah baru satu hari beroperasi. Klarifikasi dari masing-masing pihak diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai duduk perkara tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment