Sopir Taksi Listrik Green SM Terseret 50 Meter di Pintu Keluar Tol Tomang

Jakarta Barat — Seorang sopir taksi listrik Green SM, Budi Hendra, terseret sejauh sekitar 50 meter setelah bergelantungan di pintu mobil listrik BYD di pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/9) dan bermula dari kecelakaan antara taksi listrik Green SM dengan mobil BYD yang dikemudikan Agustam.

Peristiwa itu kemudian berlanjut ketika Budi berupaya meminta pertanggungjawaban atas kerusakan kendaraan taksi yang dikemudikannya. Saat Budi membuka pintu depan sebelah kiri mobil BYD, kendaraan tersebut justru kembali melaju. Akibatnya, Budi ikut terseret dalam posisi bergelantungan di pintu mobil sejauh puluhan meter.

Awal Mula Kecelakaan di Tol Tomang

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kanit Gakkum Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, kecelakaan bermula ketika mobil listrik BYD yang dikemudikan Agustam melaju di ruas jalan tol tersebut.

Dalam perjalanan, mobil BYD itu menabrak taksi listrik Green SM yang dikemudikan Budi Hendra. Kedua kendaraan diketahui melaju searah, dengan taksi Green SM berada di depan kendaraan BYD.

“(Kemudian) menabrak kendaraan taksi listrik Green SM dikemudikan Budi Hendra yang melaju searah di depannya,” kata Joko dalam keterangannya, Senin (21/9).

Taksi Green SM Mengalami Kerusakan

Tabrakan tersebut menyebabkan taksi listrik Green SM mengalami kerusakan pada bagian bemper belakang sebelah kanan. Kerusakan itu membuat Budi menghampiri pengemudi mobil BYD untuk meminta pertanggungjawaban atas kejadian yang baru saja berlangsung.

Dalam proses tersebut, Budi membuka pintu depan sisi kiri mobil BYD. Namun, setelah pintu terbuka, pengemudi BYD justru menjalankan kendaraannya. Situasi itu membuat Budi terseret oleh mobil listrik tersebut.

Sopir Terseret Sejauh 50 Meter

Joko menjelaskan, Budi terseret ketika masih berada di bagian pintu depan sebelah kiri mobil BYD. Jarak yang ditempuh kendaraan saat Budi terseret disebut mencapai sekitar 50 meter.

“Membuka pintu depan sebelah kiri terseret kendaraan listrik BYD sejauh 50 meter,” ujar Joko.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang awalnya berupa kecelakaan lalu lintas berkembang menjadi insiden ketika salah satu pengemudi mencoba meminta pertanggungjawaban secara langsung di lokasi. Pergerakan mobil BYD saat pintu telah dibuka kemudian menyebabkan sopir taksi Green SM ikut terbawa kendaraan.

Pengemudi BYD Sempat Menyerahkan KTP

Menurut Joko, pengemudi BYD sempat memberikan kartu tanda penduduk atau KTP miliknya sebagai jaminan setelah kejadian tersebut. Polisi kemudian mendatangi rumah pengemudi BYD berdasarkan alamat yang tercantum dalam dokumen identitas tersebut.

Langkah itu dilakukan setelah polisi memperoleh informasi mengenai identitas pengemudi. Keterangan mengenai KTP tersebut disampaikan oleh pihak kepolisian dalam penjelasan mengenai penanganan insiden antara pengemudi taksi listrik Green SM dan pengemudi mobil BYD.

Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Setelah proses mediasi, permasalahan antara Budi Hendra dan Agustam dinyatakan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kepolisian menyampaikan bahwa kedua pihak telah mencapai penyelesaian atas kejadian tersebut.

“Sudah selesai secara kekeluargaan,” kata Joko.

Kesimpulan

Insiden di pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, Jakarta Barat, bermula dari tabrakan antara mobil listrik BYD dan taksi listrik Green SM. Tabrakan itu menyebabkan bemper belakang kanan taksi mengalami kerusakan. Ketika sopir taksi menghampiri pengemudi BYD dan membuka pintu depan sebelah kiri, kendaraan tersebut kembali melaju sehingga Budi Hendra terseret sejauh sekitar 50 meter.

Pengemudi BYD sempat memberikan KTP sebagai jaminan, sementara polisi kemudian mendatangi rumahnya sesuai alamat dalam KTP. Berdasarkan hasil mediasi, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Ke depan, penyelesaian melalui mediasi menjadi penutup atas perkara antara kedua pengemudi sebagaimana disampaikan pihak kepolisian.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment