Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Tetap Berstatus sebagai Kader

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara mengenai namanya yang tidak lagi tercantum dalam struktur kepengurusan pusat Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

Nusron membenarkan bahwa dirinya telah menyampaikan keinginan untuk mundur dari struktur kepengurusan Partai Golkar. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti dirinya keluar atau mundur sebagai kader partai.

Menurut Nusron, pembicaraan mengenai pengunduran dirinya dari struktur kepengurusan telah dilakukan bersama Bahlil sejak tahun lalu. Ia pun meminta agar informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut ditanyakan langsung kepada Bahlil selaku Ketua Umum Partai Golkar.

Nusron Benarkan Mundur dari Struktur Kepengurusan Golkar

Nusron menyampaikan pernyataan tersebut setelah mengikuti rapat di kompleks parlemen pada Senin (21/9). Ia mengatakan, komunikasi dengan Bahlil terkait posisinya di kepengurusan partai telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum,” ujar Nusron.

Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi bahwa tidak masuknya nama Nusron dalam kepengurusan pusat Partai Golkar bukanlah informasi yang sepenuhnya baru. Ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan pengunduran diri dari struktur organisasi, bukan statusnya sebagai anggota partai.

Enggan Ungkap Alasan Pengunduran Diri

Meski membenarkan telah mundur dari kepengurusan, Nusron tidak menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Saat awak media menanyakan lebih lanjut mengenai hal itu, ia memilih untuk tidak memberikan keterangan.

Nusron juga meminta agar awak media memberinya ruang untuk pergi. Ia menyampaikan permintaan tersebut dengan alasan memiliki privasi dalam perjalanan.

“Mas mohon maaf ya, mohon maaf ya, saya punya privasi untuk jalan, boleh enggak saya jalan?” ujar Nusron.

Dengan demikian, belum ada penjelasan terbuka mengenai alasan yang melatarbelakangi pengunduran diri Nusron dari struktur kepengurusan Partai Golkar. Nusron hanya menegaskan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dengan Bahlil sejak tahun sebelumnya.

Nusron Sebelumnya Menjabat Ketua Bidang

Dalam susunan kepengurusan Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron sebelumnya tercatat menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian. Posisi tersebut merupakan bagian dari struktur kepengurusan pusat partai.

Informasi mengenai pengunduran diri Nusron juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. Ia mengatakan bahwa Nusron telah mundur dari kepengurusan partai sejak lebih dari enam bulan lalu.

Sarmuji menyebut pengunduran diri itu disampaikan Nusron secara langsung kepada Bahlil Lahadalia. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci alasan Nusron memilih meninggalkan struktur kepengurusan Partai Golkar.

Tetap Berstatus sebagai Kader Golkar

Meski tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan pusat, Sarmuji menegaskan bahwa Nusron masih berstatus sebagai kader Partai Golkar. Artinya, pengunduran diri tersebut hanya berkaitan dengan jabatan atau posisi di dalam kepengurusan partai.

“Ya mundur. Pak Nusron menyampaikan langsung ke Ketua Umum. Seingat saya lebih enam bulan lalu,” kata Sarmuji saat dihubungi pada Minggu (20/9).

Pernyataan Sarmuji sejalan dengan penjelasan Nusron yang membedakan antara mundur dari struktur kepengurusan dan keluar dari keanggotaan partai. Sampai saat ini, tidak ada keterangan bahwa Nusron mengundurkan diri sebagai kader Golkar.

Kesimpulan

Nusron Wahid telah mengonfirmasi bahwa dirinya mundur dari struktur kepengurusan pusat Partai Golkar. Keputusan itu telah dibicarakan dengan Ketua Umum Bahlil Lahadalia sejak tahun lalu dan disebut telah disampaikan secara langsung lebih dari enam bulan lalu.

Meski tidak lagi tercantum dalam kepengurusan Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron tetap berstatus sebagai kader. Sementara itu, alasan pengunduran dirinya belum disampaikan kepada publik. Penjelasan lebih lanjut mengenai keputusan tersebut masih diarahkan kepada Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment