Banjir Bandang di Gunung Talang Solok: Dua Orang Hilang, Empat Warga Luka-Luka

Solok, Sumatera Barat kembali dilanda bencana banjir bandang. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Gunung Talang pada Senin malam (21/9) tersebut menyebabkan dua orang hilang dan empat warga mengalami luka-luka. Banjir bandang menerjang wilayah Nagari Batang Barus setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Informasi mengenai bencana itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (22/9). Hingga saat itu, dua korban masih belum ditemukan. Tim gabungan pun telah melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mencari korban yang hilang.

Hujan Intensitas Tinggi Picu Banjir Bandang

Berton Panjaitan mengatakan banjir bandang di Nagari Batang Barus dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Curah hujan tersebut kemudian menyebabkan aliran banjir menerjang wilayah Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

“Hujan intensitas tinggi memicu banjir bandang yang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Ini di Kabupaten Solok, dan saat ini ada dua korban yang belum ditemukan,” ujar Berton.

Peristiwa tersebut menimbulkan dampak terhadap warga dan sejumlah fasilitas di sekitar lokasi. Selain menyebabkan korban hilang, banjir juga mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Empat Warga Luka dan Puluhan Mengungsi

Dari empat warga yang mengalami luka-luka, satu orang tercatat menderita luka berat, sedangkan tiga lainnya mengalami luka ringan. Kondisi tersebut menambah dampak kemanusiaan akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Selain korban luka, sebanyak 50 warga atau 50 jiwa mengungsi. Mereka meninggalkan tempat tinggalnya akibat kondisi lingkungan yang terdampak banjir dan untuk menghindari risiko lanjutan di sekitar lokasi bencana.

Ratusan Rumah dan Kantor Pemerintahan Terdampak

BNPB mencatat terdapat sekitar 100 rumah yang terdampak banjir bandang. Tidak hanya permukiman warga, bencana juga berdampak pada 10 kantor pemerintahan setempat.

Dampak lainnya terlihat pada infrastruktur penghubung. Sebuah jembatan sempat putus akibat banjir. Namun, jembatan tersebut kini telah dapat dilalui secara darurat. Selain itu, tiga kendaraan juga tercatat terdampak dalam peristiwa tersebut.

Akses Solok-Padang Sudah Bisa Dilalui Terbatas

Di tengah proses penanganan bencana, akses jalan Solok-Padang atau Padang-Solok telah kembali dapat dilalui. Meski demikian, jalur tersebut masih bisa digunakan secara terbatas. Kondisi ini menjadi salah satu perkembangan dalam upaya pemulihan akses transportasi setelah banjir bandang menerjang Kecamatan Gunung Talang.

Berton menyampaikan bahwa rapat koordinasi mengenai penetapan status bencana telah dilakukan oleh Wakil Bupati Solok. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.

Pencarian Korban dan Pendataan Masih Berlangsung

Tim gabungan telah turun ke lapangan untuk menyisir sungai dalam rangka mencari dua korban yang hingga kini belum ditemukan. Pencarian tersebut dilakukan bersamaan dengan pendataan dampak banjir bandang terhadap warga, rumah, kantor pemerintahan, jembatan, dan kendaraan.

BNPB menyatakan pendataan dampak masih terus berlangsung. Dengan demikian, informasi mengenai kondisi wilayah dan dampak keseluruhan bencana masih dapat berkembang sesuai hasil pemantauan serta laporan dari lapangan.

Kesimpulan

Banjir bandang yang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, dipicu oleh hujan berintensitas tinggi. Bencana ini menyebabkan dua orang hilang, empat warga luka-luka, serta 50 warga mengungsi. Sebanyak 100 rumah dan 10 kantor pemerintahan turut terdampak, sementara sebuah jembatan sempat putus dan tiga kendaraan mengalami dampak.

Untuk penanganan selanjutnya, tim gabungan masih memprioritaskan pencarian dua korban yang belum ditemukan. Akses Padang-Solok telah dapat dilalui secara terbatas, sedangkan proses pendataan dampak dan koordinasi penanganan bencana masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment