Pakistan Kembali Serang Afghanistan, Tiga Warga Sipil Tewas di Kunar

Pakistan kembali melancarkan serangan ke wilayah Afghanistan pada Senin (21/9). Serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi di wilayah perbatasan kedua negara dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada bangunan milik warga sipil.

Informasi mengenai serangan disampaikan Wakil Juru Bicara Taliban Afghanistan, Hamdullah Fitrat. Ia mengatakan operasi militer Pakistan berlangsung sekitar pukul 03.00 waktu setempat di Distrik Nurgal, Provinsi Kunar. Berdasarkan informasi awal, sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan tersebut.

Rumah Warga Hancur Akibat Pengeboman

Fitrat menyebut sebuah rumah sipil milik warga bernama Noor Ahmad di Desa Pathan, Distrik Nurgal, hancur total setelah terkena pengeboman. Tiga anggota keluarga yang berada di dalam rumah tersebut dilaporkan meninggal dunia, termasuk Noor Ahmad.

“Menurut informasi awal, rumah sipil milik penduduk desa bernama Noor Ahmad di Desa Pathan, Distrik Nurgal, hancur total akibat pengeboman tersebut, yang mengakibatkan syahidnya tiga anggota keluarga, termasuk Noor Ahmad,” kata Fitrat melalui platform X.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat anak-anak dan perempuan di antara korban tewas maupun korban luka. Menurut keterangan tersebut, dua anak-anak dan dua perempuan termasuk dalam daftar korban.

Serangan ini menambah kekhawatiran mengenai dampak konflik bersenjata terhadap masyarakat sipil di kawasan perbatasan Pakistan-Afghanistan. Kerusakan terhadap rumah warga juga menunjukkan bahwa operasi militer tersebut tidak hanya berdampak pada kelompok bersenjata, tetapi turut mengancam keselamatan penduduk setempat.

Serangan di Provinsi Paktika

Selain di Provinsi Kunar, operasi militer juga dilaporkan terjadi di Distrik Barmal, Provinsi Paktika. Dalam serangan tersebut, sebuah toko dan satu rumah kosong mengalami kerusakan.

Berbeda dengan insiden di Distrik Nurgal, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan di Barmal. Namun, kerusakan bangunan tetap menambah daftar dampak dari meningkatnya ketegangan antara Islamabad dan Kabul.

Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi atau pernyataan resmi lebih lanjut dari Taliban mengenai keseluruhan rangkaian serangan tersebut. Keterangan yang tersedia terutama berasal dari pernyataan Hamdullah Fitrat mengenai lokasi kejadian, kerusakan, serta jumlah korban.

Ketegangan Dipicu Serangan Milisi di Pakistan

Serangan Pakistan ke Afghanistan berlangsung di tengah gelombang serangan milisi di wilayah barat laut Pakistan. Rangkaian serangan tersebut mencakup aksi bom bunuh diri yang menewaskan puluhan anggota pasukan keamanan Pakistan serta warga sipil.

Islamabad menuduh Kabul memiliki keterlibatan dalam serangan tersebut dan menilai Afghanistan memberikan perlindungan kepada kelompok milisi. Tuduhan itu menjadi salah satu faktor yang memperburuk hubungan antara kedua negara bertetangga tersebut.

Persoalan Tahrik Taliban Pakistan

Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan menghadapi konflik berkepanjangan dengan kelompok milisi Tahrik Taliban Pakistan atau TTP. Islamabad meyakini kelompok tersebut memperoleh dukungan dari Taliban Afghanistan.

Persoalan keberadaan dan aktivitas TTP di wilayah perbatasan menjadi isu utama dalam hubungan Pakistan dan Afghanistan. Ketegangan yang muncul kemudian berulang kali memicu saling tuding serta operasi militer di kawasan perbatasan.

Pakistan Juga Berperan sebagai Mediator AS-Iran

Di luar persoalan perbatasan dengan Afghanistan, Pakistan juga tengah menjalankan peran sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Islamabad dalam sejumlah kesempatan menyatakan berupaya mendorong kedua negara untuk kembali ke meja perundingan.

Peran tersebut menempatkan Pakistan pada posisi diplomatik yang penting. Di satu sisi, Islamabad berusaha terlibat dalam upaya meredakan konflik internasional. Namun, di sisi lain, negara itu masih menghadapi persoalan keamanan serius di wilayah perbatasannya sendiri.

Kesimpulan

Serangan Pakistan di Distrik Nurgal, Provinsi Kunar, dilaporkan menewaskan tiga anggota keluarga dan menghancurkan sebuah rumah warga. Operasi lain di Distrik Barmal, Provinsi Paktika, juga menyebabkan kerusakan pada toko dan rumah kosong, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Insiden tersebut menunjukkan bahwa ketegangan Pakistan dan Afghanistan masih belum mereda, terutama akibat persoalan TTP dan tuduhan perlindungan terhadap milisi. Ke depan, perkembangan situasi akan bergantung pada respons kedua pihak serta upaya untuk mencegah konflik perbatasan semakin meluas dan kembali menimbulkan korban sipil.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment