KH MS Klarifikasi soal Viral di THM Makassar dan Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

KH MS, salah satu pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan sekaligus dosen Universitas Islam Makassar (UIM), memberikan klarifikasi setelah namanya viral di media sosial. Ia sebelumnya diberitakan berada di tempat hiburan malam (THM) di Makassar bersama seorang lady companion atau LC.

MS yang menjabat sebagai Wakil Khatib Syuriah PWNU Sulawesi Selatan itu membantah anggapan bahwa dirinya datang ke tempat hiburan malam untuk menggunakan jasa LC. Ia menyatakan kehadirannya di lokasi tersebut bermula dari ajakan seorang tamu yang disebutnya sebagai keluarga dari Kalimantan.

KH MS Sebut Menemani Tamu dari Kalimantan

Dalam keterangannya, MS mengatakan bahwa dirinya diajak bertemu oleh tamu dari Kalimantan di salah satu hotel di Makassar. Ia memenuhi ajakan tersebut tanpa mengetahui bahwa tamu yang hendak ditemuinya telah berpindah ke area hiburan malam yang berada di dalam hotel.

MS menjelaskan, ketika tiba di hotel, ia baru mengetahui bahwa lokasi pertemuan berada di lantai satu dan merupakan tempat hiburan malam. Karena tamu tersebut sudah berada di sana, ia kemudian menemui dan berbincang dengannya di tempat tersebut.

“Itu ada keluarga, tamu dari Kalimantan. Ya, dia ajak saya ketemu di hotel,” kata MS saat dikonfirmasi.

Menurut pengakuannya, pertemuan itu berlangsung dalam suasana santai. Tamu dari Kalimantan tersebut disebut sedang bernyanyi ketika MS datang. Ia mengaku ikut bernyanyi, tetapi tidak berdansa.

Klaim Tidak Menggunakan Jasa LC

MS juga membantah pemberitaan yang menyebut dirinya berada di tempat hiburan malam bersama LC. Ia menegaskan bahwa tidak ada LC yang menemaninya di dalam ruangan ketika dirinya berbincang dengan tamu tersebut.

Namun, MS mengakui melihat seorang LC ketika keluar dari ruangan. Ia menyatakan tidak membayar atau menggunakan jasa perempuan tersebut. Menurut dia, kemunculan pemberitaan mengenai dirinya terjadi setelah pertemuan itu berlangsung.

“Saya ketemu di situ berbincang-bincang. Karena dia dalam keadaan menyanyi, saya ikut menyanyi tapi tidak berdansa. Tidak ada LC. Tapi, saat keluar room ada LC di situ, tapi saya tidak bayar dan lain-lain,” ujarnya.

MS Klaim Diminta Uang agar Berita Tidak Ditayangkan

Setelah berita tentang dirinya terbit, MS mengaku berupaya menghubungi wartawan yang menulis berita tersebut. Ia menyatakan telah memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang diajukan dan merasa telah menyampaikan informasi sesuai fakta menurut versinya.

MS kemudian mengklaim bahwa wartawan tersebut menawarkan agar berita tidak ditayangkan dengan alasan kerja sama iklan. Ia menyebut terdapat penawaran biaya iklan dengan nominal Rp80 juta, Rp100 juta, hingga Rp120 juta.

MS mengatakan dirinya tidak sanggup memenuhi nominal tersebut. Ia menyebut harga iklan yang biasa diketahuinya berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta. Karena itu, ia menolak tawaran yang menurut pengakuannya disampaikan oleh wartawan tersebut.

Disebut Diancam Penyebaran Video

MS mengaku kembali menerima pesan dari oknum wartawan yang sama. Dalam pesan tersebut, menurut pengakuannya, wartawan itu mengancam akan menyebarkan video serta kembali menaikkan berita mengenai kehadirannya di tempat hiburan malam bersama LC.

MS menilai penyebaran video tersebut berkaitan dengan privasi. Ia menyatakan telah menyampaikan keberatan dan meminta agar penyebaran informasi maupun video dilakukan dengan izin. Meski demikian, ia mengaku berita mengenai dirinya kembali muncul untuk kedua kalinya.

Dalam situasi tersebut, MS memilih tidak memberikan tanggapan lebih lanjut. Ia kemudian mengambil langkah hukum dengan melaporkan pemberitaan tersebut kepada pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan Dugaan Pemerasan Belum Diajukan

Meski mengklaim adanya permintaan sejumlah uang dan ancaman pemberitaan, MS menyatakan belum melaporkan dugaan pemerasan kepada polisi. Ia menegaskan bahwa laporan yang telah dibuat sejauh ini berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik.

MS mengatakan persoalan dugaan pemerasan belum dilaporkannya secara terpisah. Ia juga menyebut keputusan tersebut diambil karena pihak yang bersangkutan sempat melakukan tindakan yang menurutnya mengarah pada pemerasan.

Kesimpulan

KH MS memberikan klarifikasi bahwa kehadirannya di THM dalam sebuah hotel di Makassar berkaitan dengan pertemuan bersama tamu dari Kalimantan. Ia membantah menggunakan jasa LC dan menyatakan hanya berbincang serta ikut bernyanyi bersama tamunya.

Selain menjelaskan kronologi versinya, MS juga mengaku menjadi korban permintaan uang dan ancaman penyebaran video oleh oknum wartawan. Atas pemberitaan tersebut, ia telah melapor ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik, sedangkan dugaan pemerasan belum dilaporkan. Perkembangan lebih lanjut terkait laporan tersebut masih menunggu proses dan penanganan pihak berwenang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment