Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tiba di New York untuk Hadiri Sidang Umum PBB ke-81

Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat (AS), untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81. Kedatangan tersebut berlangsung ketika hubungan Iran dan AS berada dalam situasi tegang, menyusul perang antara kedua negara yang disebut pecah sejak Februari lalu.

Berdasarkan laporan Kantor Presiden Iran pada Selasa (22/9), Pezeshkian disambut oleh sejumlah pejabat diplomatik Iran. Penyambutan itu di antaranya dilakukan oleh duta besar Iran serta wakil tetap Iran untuk PBB. Dalam agenda kunjungannya, Pezeshkian akan memimpin delegasi Iran pada rangkaian pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB.

Pezeshkian Pimpin Delegasi Iran di Sidang Majelis Umum PBB

Kehadiran Pezeshkian di New York menjadi bagian dari partisipasi resmi Iran dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Sebagai kepala delegasi, ia dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda diplomatik selama berada di Amerika Serikat.

Selain menghadiri persidangan, Pezeshkian diperkirakan mengadakan pertemuan dengan sejumlah kepala negara. Ia juga disebut akan bertemu dengan tokoh-tokoh politik dan budaya di New York. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci siapa saja pihak yang akan ditemui dalam rangkaian agenda tersebut.

Pidato di Aula Majelis Umum PBB

Presiden Iran itu dijadwalkan menyampaikan pidato resmi di Aula Majelis Umum PBB pada Rabu (23/9). Pidato tersebut menjadi salah satu agenda utama Pezeshkian selama menghadiri High Level Week Majelis Umum PBB.

Dalam forum tersebut, Pezeshkian akan tampil sebagai perwakilan Iran di hadapan negara-negara anggota PBB. Kehadiran dan pidatonya menjadi perhatian karena kunjungan tersebut berlangsung di tengah situasi hubungan Iran dan AS yang disebut berada dalam kondisi konflik.

AS Batasi Jumlah Delegasi Iran

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Washington mengizinkan delegasi inti Iran untuk menghadiri High Level Week Majelis Umum PBB. Izin tersebut diberikan sebagai bagian dari kewajiban AS sebagai negara tuan rumah berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB.

Delegasi yang diizinkan masuk ke New York mencakup Presiden Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta sejumlah personel diplomatik penting Iran. Dengan demikian, delegasi utama Iran tetap dapat mengikuti agenda resmi di lingkungan PBB.

Sejumlah Anggota Tambahan Tidak Mendapat Visa

Meski delegasi inti diizinkan hadir, AS menolak visa masuk bagi beberapa anggota tambahan dari rombongan Iran. Sebagian staf media Pezeshkian termasuk dalam kelompok yang tidak memperoleh izin untuk memasuki New York.

Kementerian Luar Negeri AS juga menyampaikan bahwa jumlah delegasi Iran yang diperbolehkan datang ke New York telah dikurangi dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut membuat komposisi rombongan Iran pada Sidang Majelis Umum PBB kali ini menjadi lebih terbatas.

Pembatasan Perjalanan dan Pembelian Barang

Selain pembatasan jumlah anggota delegasi, para perwakilan Iran yang datang ke New York juga akan menghadapi sejumlah aturan khusus. Mereka dikenai pembatasan perjalanan selama berada di wilayah tersebut.

Delegasi Teheran juga dilarang membeli sejumlah barang tertentu, terutama barang-barang mewah. Ketentuan ini menjadi bagian dari pembatasan yang harus dipatuhi selama kunjungan mereka ke Amerika Serikat.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran delegasi Iran di forum PBB berlangsung dengan sejumlah batasan dari negara tuan rumah. Di sisi lain, izin bagi Pezeshkian dan delegasi inti tetap memungkinkan Iran menyampaikan pandangannya dalam forum internasional.

Kesimpulan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah tiba di New York untuk memimpin delegasi negaranya dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Ia dijadwalkan menyampaikan pidato resmi pada Rabu (23/9) serta melakukan sejumlah pertemuan dengan kepala negara dan tokoh politik maupun budaya.

Kunjungan ini berlangsung di tengah perang AS dan Iran yang disebut pecah sejak Februari lalu. Amerika Serikat mengizinkan delegasi inti Iran hadir sesuai kewajiban sebagai negara tuan rumah, tetapi membatasi jumlah rombongan, menolak visa bagi beberapa anggota tambahan, serta memberlakukan pembatasan perjalanan dan pembelian barang.

Ke depan, pidato Pezeshkian dan agenda pertemuan selama berada di New York menjadi bagian penting yang akan menentukan sorotan terhadap kehadiran Iran dalam sidang PBB tahun ini.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment