Prancis Izinkan Pesawat Netanyahu Melintasi Wilayah Udaranya Menuju Sidang PBB
Pemerintah Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron disebut kembali memberikan izin bagi pesawat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melintasi wilayah udara negara tersebut dalam perjalanan menuju New York. Netanyahu melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keputusan itu menuai kritik dari anggota Parlemen Eropa, Emma Fouereau. Ia menilai izin tersebut menunjukkan sikap Prancis yang dianggap mengabaikan hukum internasional, terutama karena Netanyahu tengah menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Kritik terhadap keputusan pemerintah Macron
Emma Fouereau menyebut izin melintasnya pesawat Netanyahu melalui wilayah udara Prancis bukanlah kejadian pertama. Menurut dia, hal tersebut sudah terjadi sebanyak lima kali. Ia mendesak pemerintah Prancis mengakhiri kebijakan yang dinilainya mempermalukan negara tersebut.
“Ini adalah kali kelima. Sudah saatnya mengakhiri sikap Prancis yang mempermalukan dirinya sendiri dan menginjak-injak hukum internasional,” kata Fouereau, seperti dikutip Anadolu Agency.
Ia juga menyoroti status Netanyahu yang disebut sedang menghadapi surat perintah penangkapan dari ICC atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Fouereau menilai keputusan pemerintah Macron mengizinkan pesawat Netanyahu melintasi wilayah Prancis bertentangan dengan kritik terhadap dugaan pelanggaran hukum internasional.
Pesawat Netanyahu sebelumnya juga melintasi Prancis
Pesawat yang membawa Netanyahu diketahui telah beberapa kali menggunakan wilayah udara Prancis. Selain perjalanan terbaru menuju New York, pesawat tersebut dilaporkan melintasi wilayah Prancis pada Juli 2026, serta pada Februari, April, dan Juli 2025.
Rangkaian penerbangan itu menjadi sorotan karena dilakukan ketika Netanyahu menghadiri agenda internasional, termasuk Sidang Umum PBB. Kritik terhadap pemerintah Prancis pun kembali muncul setelah izin terbaru diberikan untuk perjalanan sang perdana menteri Israel.
Netanyahu tetap hadiri Sidang Umum PBB
Sebelumnya, Netanyahu memastikan dirinya akan menghadiri Sidang Umum PBB meskipun menghadapi ancaman penangkapan dari Wali Kota New York Zohran Mamdani. Dalam sebuah pernyataan video, Netanyahu mengatakan akan datang ke PBB untuk menyampaikan apa yang ia sebut sebagai “kebenaran” mengenai tentara Israel dan Mamdani.
Netanyahu juga menuduh Mamdani memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York. Ia menyatakan tidak akan mengurungkan niatnya untuk hadir dalam forum internasional tersebut.
“Saya akan datang ke PBB, saya akan menyampaikan kebenaran tentang tentara-tentara kami yang heroik, dan saya akan menyampaikan kebenaran tentang Anda,” ujar Netanyahu.
Kunjungan ke New York dipangkas
Di tengah rencana kehadiran Netanyahu, media Israel melaporkan bahwa durasi kunjungannya ke New York akan dipersingkat secara drastis. Ia diperkirakan tiba di Amerika Serikat pada Kamis pagi, 24 September, waktu setempat. Netanyahu dijadwalkan menyampaikan pidato pada pukul 14.00 waktu New York, kemudian kembali ke Israel pada malam hari.
The New Arab melaporkan bahwa Netanyahu diperkirakan tidak akan bermalam di Amerika Serikat. Kunjungan yang semula direncanakan berlangsung lebih lama itu kini disebut hanya akan berlangsung selama beberapa jam.
Selain memangkas waktu kunjungan, Netanyahu juga membatalkan rencana singgah di Texas untuk bertemu dengan miliarder Elon Musk. Ia pun tidak akan membawa jurnalis dalam pesawat kepresidenan resmi Israel, Wing of Zion.
Alasan keamanan menjadi perhatian
Media Israel menyebut aksi protes dan kekhawatiran terkait keamanan sebagai alasan utama di balik keputusan untuk mempersingkat kunjungan Netanyahu di New York. Situasi tersebut membuat agenda perjalanan sang perdana menteri Israel disusun dengan durasi yang lebih terbatas.
Pesawat Netanyahu diperkirakan tidak akan mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy di New York. Pesawat itu disebut akan mendarat di negara bagian New Jersey. Selama berada di Amerika Serikat, Netanyahu juga diperkirakan memperoleh pengamanan ekstra ketat dengan keterlibatan Dinas Rahasia AS.
Kesimpulan
Izin Prancis bagi pesawat Benjamin Netanyahu untuk melintasi wilayah udaranya kembali memicu kritik, khususnya dari pihak yang menyoroti surat perintah penangkapan ICC terhadap perdana menteri Israel tersebut. Di sisi lain, Netanyahu tetap berencana menghadiri Sidang Umum PBB dan menyampaikan pidatonya di New York.
Kunjungan itu diperkirakan berlangsung singkat akibat aksi protes dan pertimbangan keamanan. Dengan pengamanan ketat serta perubahan lokasi pendaratan, perhatian publik selanjutnya akan tertuju pada kehadiran Netanyahu di forum PBB dan respons yang muncul terhadap pernyataannya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment