Adhi Karya Kawal Penyelesaian Proyek LRT City yang Berdampak pada 2.400 Konsumen
PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengungkap perkembangan terbaru terkait proyek LRT City yang hingga kini belum rampung. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 2.400 konsumen yang belum memperoleh penyelesaian atas persoalan proyek tersebut. Perusahaan menyebut masalah terjadi setelah target penjualan tidak tercapai dan kemudian memengaruhi kondisi arus kas.
Dalam pertemuan yang melibatkan pemerintah dan perwakilan konsumen, Adhi Karya menyatakan akan mengawal proses penyelesaian proyek melalui perannya sebagai perusahaan induk atau holding. Pengawalan dilakukan agar pembangunan dapat dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Adhi Karya Diminta Kawal Penyelesaian LRT City
Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago mengatakan, perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian proyek LRT City. Ia menegaskan, Adhi Karya akan mengawal proyek tersebut agar dapat diselesaikan berdasarkan timeline yang telah disepakati.
Pernyataan itu disampaikan Moeharmein dalam pertemuan di Kantor BP BUMN, Selasa (15/9). Menurutnya, pengawalan dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan induk sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah.
“Saya sebagai holding, sebagai dirut daripada perusahaan induknya, juga diminta dan sudah menjadi kewajiban kami untuk betul-betul concern untuk mengawal proyek ini untuk diselesaikan sesuai dengan timeline tadi yang sudah ditetapkan oleh Pak Ara maupun Pak Doni,” ujar Moeharmein.
Pak Ara yang dimaksud adalah Menteri PKP Maruarar Sirait. Adapun Pak Doni merupakan pihak pemerintah yang turut terlibat dalam pembahasan penyelesaian persoalan proyek tersebut.
Persoalan Konsumen Akan Diinventarisasi
Sebelum menentukan pola penyelesaian, seluruh persoalan yang berkaitan dengan proyek LRT City akan terlebih dahulu diinventarisasi. Pemerintah dan pihak terkait akan menghimpun berbagai aspirasi serta kendala yang disampaikan oleh konsumen terdampak.
Perwakilan konsumen diminta mengumpulkan seluruh aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi hingga 1 Oktober 2026. Tahap tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai masalah yang terjadi serta kebutuhan penyelesaian bagi konsumen.
Setelah proses inventarisasi selesai, pemerintah bersama pihak-pihak terkait akan membahas dan mematangkan pola penyelesaian proyek. Pertemuan lanjutan untuk membahas langkah tersebut dijadwalkan berlangsung paling lambat pada 15 Oktober 2026.
Penyelesaian Harus Memperhatikan Kualitas
Moeharmein menyampaikan bahwa penyelesaian proyek LRT City merupakan arahan dari pemegang saham. Karena itu, perusahaan tidak hanya diminta menyelesaikan pembangunan, tetapi juga memastikan hasil akhirnya memiliki kualitas yang baik.
Adhi Karya berharap penyelesaian proyek tersebut dapat memberikan kepastian kepada konsumen yang selama ini menantikan kelanjutan pembangunan. Perusahaan juga menekankan pentingnya mencegah munculnya persoalan baru yang dapat kembali merugikan konsumen.
“Yang jelas proyek ini diminta oleh tadi pemegang saham untuk diselesaikan dengan kualitas yang terbaik supaya tidak ada lagi konsumen atau korban yang dizalimi,” kata Moeharmein.
Sekitar 2.400 Konsumen Terdampak
Sebelumnya, perwakilan konsumen menyebut terdapat sekitar 2.400 korban yang terdampak persoalan proyek LRT City. Mereka mengaku mengalami kesulitan dalam memperoleh kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan proyek tersebut.
Ketidakjelasan itu menjadi salah satu persoalan utama yang perlu segera ditangani. Konsumen membutuhkan informasi mengenai status proyek, langkah penyelesaian, serta kepastian tindak lanjut dari pihak-pihak yang terlibat.
Untuk mengawal proses penyelesaian, pemerintah membentuk tim pengawas. Tim tersebut melibatkan perwakilan konsumen atau korban, Kementerian PKP, serta BP BUMN. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membuat proses penyelesaian berjalan lebih terarah dan transparan.
Pemerintah Tegaskan Komitmen Penyelesaian
Wakil Kepala BP BUMN Amin Akhmad menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menangani persoalan yang dihadapi konsumen LRT City. Ia memastikan pemerintah tidak akan lepas tangan dan akan terus terlibat dalam proses penyelesaian.
“Kami tidak berpangku tangan, cuci tangan juga tidak sama sekali. Kami bertanggung jawab kepada seluruh korban, negara hadir dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan,” ujar Amin.
Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memberikan kepastian kepada sekitar 2.400 konsumen terdampak. Dengan adanya tim pengawas dan jadwal pembahasan lanjutan, pemerintah, Adhi Karya, serta pihak terkait memiliki tahapan yang harus dijalankan untuk menyelesaikan persoalan proyek.
Kesimpulan
Proyek LRT City yang belum rampung berdampak pada sekitar 2.400 konsumen akibat kegagalan mencapai target penjualan yang kemudian memicu masalah arus kas. Adhi Karya sebagai holding menyatakan akan mengawal penyelesaian proyek sesuai timeline pemerintah dan arahan pemegang saham.
Ke depan, proses penyelesaian akan diawali dengan inventarisasi aspirasi dan persoalan konsumen hingga 1 Oktober 2026. Pemerintah bersama pihak terkait kemudian akan mematangkan pola penyelesaian dalam pertemuan lanjutan paling lambat 15 Oktober 2026. Keberhasilan proses tersebut akan sangat bergantung pada koordinasi seluruh pihak serta komitmen untuk menyelesaikan proyek dengan kualitas yang baik.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment