IHSG Ditutup Melemah 0,88 Persen ke Level 6.384, Sektor Infrastruktur Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (21/9) di zona merah. IHSG ditutup pada level 6.384, atau turun 56,43 poin setara 0,88 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan indeks terjadi di tengah aktivitas transaksi saham yang cukup besar. Berdasarkan data RTI Infokom, investor mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp11,84 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan mencapai 26,90 miliar saham.
Tekanan terhadap IHSG juga tercermin dari jumlah saham yang mengalami penurunan. Pada akhir perdagangan, sebanyak 354 saham terkoreksi. Sementara itu, 280 saham berhasil menguat dan 156 saham lainnya bergerak stagnan.
IHSG Berakhir di Level 6.384
Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Senin menunjukkan dominasi tekanan jual. Indeks harus kehilangan 56,43 poin dari penutupan sebelumnya hingga berakhir di level 6.384. Penurunan tersebut membuat IHSG mencatatkan pelemahan harian sebesar 0,88 persen.
Dengan nilai transaksi yang mencapai Rp11,84 triliun, perdagangan saham pada hari tersebut berlangsung dengan volume yang besar. Total saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 26,90 miliar saham.
Dari sisi jumlah emiten, saham yang melemah lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Terdapat 354 saham berada di zona merah, sedangkan 280 saham menguat. Sebanyak 156 saham lainnya tidak mengalami perubahan atau stagnan hingga penutupan perdagangan.
Delapan Sektor Melemah
Tekanan terhadap IHSG terlihat dari kinerja mayoritas sektor saham. Dari 11 sektor yang tercatat di pasar, delapan sektor mengalami pelemahan pada akhir perdagangan.
Sektor Infrastruktur Jadi Penekan Utama
Sektor infrastruktur menjadi sektor dengan penurunan paling dalam. Sektor tersebut melemah 1,31 persen. Kinerja ini menjadikannya sebagai sektor yang paling banyak memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan Senin.
Selain sektor infrastruktur, sejumlah sektor lain juga berakhir di zona merah. Namun, berdasarkan data perdagangan, masih terdapat tiga sektor yang mampu mencatatkan penguatan.
Sektor Transportasi Menguat 0,74 Persen
Sektor transportasi memimpin penguatan di antara tiga sektor yang berakhir positif. Sektor ini tercatat naik 0,74 persen pada penutupan perdagangan.
Penguatan sektor transportasi menjadi penahan di tengah pelemahan mayoritas sektor. Meski demikian, kontribusi tersebut belum mampu membawa IHSG keluar dari zona merah karena tekanan dari delapan sektor lainnya masih lebih dominan.
Bursa Asia Mayoritas Menguat
Pergerakan IHSG berlawanan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang terpantau berada di zona hijau. Sejumlah indeks utama regional mencatatkan penguatan pada perdagangan hari yang sama.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng Composite menguat 1,18 persen. Indeks Shanghai Composite di China juga naik 0,97 persen. Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan penguatan sebesar 1,38 persen.
Indeks Straits Times di Singapura turut bergerak positif dengan kenaikan 0,27 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas bursa utama Asia berakhir menguat, meskipun IHSG justru mengalami penurunan.
Bursa Eropa Kompak Menguat
Penguatan juga terlihat pada bursa saham Eropa. Indeks DAX di Jerman tercatat naik 0,98 persen. Di Inggris, indeks FTSE 100 menguat 0,73 persen.
Kinerja positif kedua indeks tersebut menunjukkan bahwa bursa Eropa terpantau kompak bergerak di zona hijau pada perdagangan tersebut.
Bursa Amerika Bergerak Variatif
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat dominan menguat. Indeks S&P 500 naik 0,17 persen, sedangkan indeks NASDAQ Composite menguat 0,39 persen.
Namun, tidak seluruh indeks utama Amerika berakhir positif. Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,18 persen. Dengan demikian, pergerakan bursa Amerika berlangsung variatif, meskipun penguatan terlihat pada S&P 500 dan NASDAQ Composite.
Kesimpulan
IHSG ditutup melemah 0,88 persen ke level 6.384 pada perdagangan Senin (21/9). Pelemahan tersebut terjadi ketika delapan dari 11 sektor mengalami penurunan, dengan sektor infrastruktur menjadi penekan utama setelah turun 1,31 persen. Di sisi lain, sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,74 persen.
Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi Rp11,84 triliun dengan volume 26,90 miliar saham. Untuk perdagangan berikutnya, pergerakan IHSG akan menjadi perhatian, terutama setelah indeks domestik berakhir melemah ketika mayoritas bursa Asia dan Eropa bergerak menguat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment