IHSG Ditutup Melemah 1,13 Persen ke Level 6.461, Bursa Global Kompak Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Selasa (15/9) di zona merah. IHSG ditutup pada level 6.461, turun 73,54 poin atau setara dengan pelemahan 1,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penurunan tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi pasar yang cukup besar. Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan kali ini mencapai Rp12,69 triliun. Adapun jumlah saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 26,41 miliar saham.

Mayoritas Saham Berakhir Melemah

Pergerakan saham pada penutupan perdagangan menunjukkan kondisi yang relatif berimbang, meski tekanan jual masih terlihat. Sebanyak 312 saham tercatat menguat, sementara 314 saham mengalami koreksi. Di sisi lain, 165 saham berakhir stagnan.

Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah saham yang terkoreksi sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Kondisi ini turut mencerminkan sentimen negatif yang mewarnai perdagangan saham domestik pada Selasa sore.

Delapan Sektor IHSG Berada di Zona Merah

Dari 11 sektor yang tercatat dalam indeks, sebanyak delapan sektor mengalami pelemahan. Sektor industri menjadi kelompok yang mencatat penurunan paling dalam, yakni sebesar 1,16 persen.

Pelemahan di sektor industri menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan IHSG sepanjang perdagangan. Selain sektor tersebut, sejumlah sektor lain juga bergerak turun, meskipun tidak disebutkan secara rinci dalam data perdagangan.

Sektor Barang Konsumen Nonprimer Menguat

Di tengah dominasi pelemahan, masih terdapat tiga sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang konsumen nonprimer memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,53 persen.

Kinerja positif sektor tersebut menjadi salah satu penahan laju penurunan IHSG. Namun, penguatan tiga sektor belum mampu mengimbangi pelemahan yang terjadi pada delapan sektor lainnya.

Bursa Asia Mayoritas Melemah

Tekanan terhadap IHSG berlangsung sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga berada di zona merah. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sentimen negatif tidak hanya terjadi di pasar saham Indonesia, tetapi turut memengaruhi sejumlah bursa regional.

Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong tercatat melemah 1,00 persen. Selanjutnya, Shanghai Composite di China turun 0,54 persen. Indeks Nikkei 225 di Jepang juga berakhir di zona merah, meskipun penurunannya tipis sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, indeks Straits Times di Singapura mencatat pelemahan yang lebih besar, yakni 1,47 persen. Pergerakan tersebut menjadikan indeks Singapura sebagai salah satu bursa Asia yang mengalami penurunan cukup dalam pada perdagangan tersebut.

Bursa Eropa dan Amerika Ikut Tertekan

Pergerakan negatif juga terlihat di bursa saham Eropa. Dua indeks utama yang tercatat dalam data sama-sama mengalami penurunan. Indeks DAX di Jerman melemah 0,82 persen, sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris turun 0,84 persen.

Tren serupa berlanjut di bursa Amerika Serikat. Indeks S&P 500 tercatat melemah 0,48 persen. Indeks NASDAQ Composite turun 0,56 persen, sementara indeks Dow Jones terkoreksi 0,29 persen.

Kesimpulan

IHSG menutup perdagangan Selasa (15/9) dengan penurunan 73,54 poin atau 1,13 persen ke level 6.461. Pelemahan terjadi di tengah nilai transaksi Rp12,69 triliun dan perdagangan 26,41 miliar saham. Secara sektoral, delapan dari 11 sektor melemah dengan sektor industri menjadi penekan utama, sementara sektor barang konsumen nonprimer memimpin penguatan.

Pergerakan mayoritas bursa Asia, Eropa, dan Amerika yang sama-sama berada di zona merah menunjukkan bahwa pasar saham global sedang menghadapi tekanan. Ke depan, arah pergerakan IHSG akan tercermin dari kemampuan pasar merespons kondisi perdagangan berikutnya serta perubahan sentimen di bursa regional dan global.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment