IHSG Menguat 0,40 Persen ke Level 6.462, Sektor Barang Konsumen Jadi Penopang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (17/9) dengan kinerja positif. IHSG ditutup di level 6.462, naik 25,57 poin atau setara dengan 0,40 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.

Penguatan indeks domestik tersebut berlangsung di tengah pergerakan bursa saham global yang beragam. Pasar saham di kawasan Asia bergerak variatif, sedangkan bursa Eropa tercatat kompak menguat. Di sisi lain, bursa Amerika Serikat ditutup di zona merah.

Transaksi Saham Capai Rp13,87 Triliun

Berdasarkan data RTI Infokom, aktivitas perdagangan saham pada Kamis mencatat nilai transaksi sebesar Rp13,87 triliun. Adapun jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 28,41 miliar saham.

Pergerakan positif IHSG juga tercermin dari jumlah saham yang menguat. Sebanyak 384 saham berhasil ditutup naik. Sementara itu, 244 saham mengalami penurunan dan 164 saham lainnya tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif mewarnai mayoritas saham yang diperdagangkan pada sesi penutupan. Meski demikian, masih terdapat ratusan saham yang terkoreksi sehingga dinamika pasar tetap berlangsung secara beragam.

Sektor Barang Konsumen Non Primer Memimpin Penguatan

Dari 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 10 sektor menguat pada perdagangan kali ini. Penguatan tertinggi berasal dari sektor barang konsumen non primer yang naik 1,79 persen.

Sektor Kesehatan Menjadi Satu-satunya yang Melemah

Di tengah penguatan mayoritas sektor, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak di zona negatif. Sektor tersebut terkoreksi 0,58 persen pada penutupan perdagangan.

Perbedaan kinerja antarsektor menjadi salah satu gambaran penting dalam perdagangan saham. Ketika sebagian besar sektor memberikan dorongan terhadap indeks, pelemahan sektor kesehatan menjadi faktor yang berlawanan arah dengan kecenderungan umum pasar.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Pergerakan IHSG terjadi bersamaan dengan kondisi bursa saham Asia yang belum seragam. Sejumlah indeks utama di kawasan tersebut mengalami pelemahan, sementara indeks lainnya mampu mencatatkan penguatan.

Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,44 persen. Penurunan juga terjadi pada Shanghai Composite di China yang melemah 0,41 persen.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang berhasil menguat 0,33 persen. Indeks Straits Times di Singapura juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,43 persen.

Bursa Eropa Menguat, Wall Street Melemah

Berbeda dengan pergerakan bursa Asia yang bervariasi, pasar saham Eropa terpantau kompak menguat. Indeks DAX di Jerman naik 0,50 persen, sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris menguat 0,52 persen.

Di Amerika Serikat, kondisi pasar saham bergerak berlawanan. Tiga indeks utama yang tercatat dalam data tersebut ditutup melemah. Indeks S&P 500 turun 0,36 persen, NASDAQ Composite terkoreksi tipis 0,01 persen, dan Dow Jones merosot 1,21 persen.

Kesimpulan

IHSG menutup perdagangan Kamis (17/9) dengan penguatan 0,40 persen ke level 6.462. Kinerja positif tersebut didukung oleh naiknya 10 dari 11 sektor, terutama sektor barang konsumen non primer yang menguat 1,79 persen. Aktivitas transaksi tercatat mencapai Rp13,87 triliun dengan volume perdagangan 28,41 miliar saham.

Di tengah penguatan IHSG, bursa Asia bergerak variatif, bursa Eropa menguat, dan bursa Amerika Serikat melemah. Perkembangan kinerja indeks domestik pada perdagangan berikutnya akan tetap menjadi perhatian, terutama setelah melihat perbedaan arah pergerakan pasar di berbagai kawasan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment