OJK Lantik Henry Rialdi, Siapkan Regulasi dan Pengawasan Bursa Mineral serta Komoditas Strategis
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah awal dalam membangun kerangka pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) di Indonesia. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi melantik sekaligus mengambil sumpah Henry Rialdi dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (19/8). Pengisian jabatan ini menjadi bagian dari persiapan OJK untuk memastikan BMKS memiliki dasar regulasi, tata kelola, dan ekosistem perdagangan yang memadai.
Dalam jabatan barunya, Henry akan menangani fungsi pengaturan dan pengawasan BMKS. Tanggung jawab tersebut mencakup penyiapan kerangka regulasi, pengembangan ekosistem bursa, serta pengawasan terhadap aktivitas perdagangan mineral dan komoditas strategis.
OJK Mulai Menyiapkan Kerangka BMKS
OJK menyatakan persiapan BMKS dilakukan sejak tahap awal. Proses tersebut meliputi penyusunan Peraturan OJK (POJK), pengaturan kegiatan bursa, hingga pembentukan sistem pengawasan yang diperlukan. Menurut Friderica, seluruh aspek tersebut perlu disiapkan secara menyeluruh agar BMKS dapat menjalankan mandatnya secara optimal.
“Tentunya kita perlu mempersiapkan sejak awal, mulai dari POJK, pengaturan, hingga pengawasan, agar kehadiran BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan mandat yang diberikan kepada OJK,” ujar Friderica dalam keterangan resmi.
Penunjukan Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS juga mencerminkan upaya OJK membangun kelembagaan yang mendukung keberadaan bursa tersebut. Selain kerangka aturan, OJK perlu memastikan bahwa mekanisme perdagangan dapat berjalan dengan tertib, transparan, dan memiliki integritas.
BMKS Diharapkan Menjawab Persoalan Perdagangan Komoditas
Friderica mengatakan, kehadiran BMKS diharapkan mampu menjawab sejumlah persoalan yang selama ini muncul dalam perdagangan komoditas Indonesia. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah praktik transfer pricing dan under-invoicing yang dinilai dapat merugikan Indonesia.
Menurut Friderica, harapan terhadap keberhasilan BMKS cukup besar. Ia menyebut banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto, berharap bursa mineral dan komoditas strategis dapat menjadi instrumen untuk memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas nasional.
“Harapan negara sangat besar akan suksesnya bursa mineral dan komoditas strategis ini. Banyak sekali kita mendengarkan harapan banyak pihak, terutama dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), bahwa nantinya bursa ini yang akan menjawab banyak hal, terutama terkait praktik transfer pricing dan under-invoicing yang sangat merugikan bangsa Indonesia,” ujar Friderica.
Memperkuat Transparansi Pembentukan Harga
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen utama berbagai mineral dan komoditas strategis. Namun, Friderica menilai manfaat dari posisi tersebut belum sepenuhnya optimal. Salah satu penyebabnya adalah pembentukan harga sejumlah komoditas yang selama ini belum berlangsung di dalam negeri.
Melalui BMKS, pembentukan harga diharapkan menjadi lebih transparan. Bursa tersebut juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola perdagangan sehingga transaksi komoditas strategis dapat berlangsung dengan mekanisme yang lebih teratur dan dapat dipantau.
Pengawasan Berbasis Risiko dan Tata Kelola
Fungsi pengaturan dan pengawasan BMKS tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan. OJK juga akan memperhatikan aspek pengelolaan risiko dan tata kelola agar operasional bursa berjalan secara berintegritas.
Pengawasan diperlukan untuk memastikan perdagangan mineral dan komoditas strategis berlangsung secara teratur, transparan, serta sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Penguatan kelembagaan sejak awal dinilai penting agar BMKS dapat terintegrasi dalam ekosistem perdagangan mineral dan komoditas strategis di Indonesia.
Dengan adanya kerangka regulasi dan pengawasan yang disiapkan sejak awal, OJK berupaya membangun fondasi yang mendukung keberlanjutan BMKS. Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dalam aktivitas perdagangan sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap mekanisme bursa.
Harapan terhadap Peran BMKS
Ke depan, BMKS diharapkan tidak hanya meningkatkan transparansi perdagangan, tetapi juga memperkuat pembentukan harga komoditas di dalam negeri. Kehadiran bursa ini diharapkan dapat mendukung tata kelola yang lebih baik serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan komoditas strategis.
Pelantikan Henry Rialdi menjadi bagian penting dari tahap awal persiapan tersebut. Dengan penempatan pejabat yang menangani pengaturan dan pengawasan BMKS, OJK mulai membangun struktur yang diperlukan untuk menyiapkan regulasi, mengembangkan ekosistem bursa, dan memastikan kegiatan perdagangan berjalan sesuai prinsip transparansi serta integritas.
Kesimpulan
OJK melantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS untuk memperkuat persiapan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis di Indonesia. Jabatan ini akan berperan dalam penyusunan POJK, pengaturan, pengawasan, serta pengembangan ekosistem bursa.
BMKS diharapkan dapat menjawab persoalan transfer pricing dan under-invoicing, meningkatkan transparansi perdagangan, serta memperkuat pembentukan harga komoditas di dalam negeri. Penguatan regulasi dan kelembagaan sejak awal menjadi langkah penting agar bursa tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi tata kelola dan nilai tambah sumber daya mineral serta komoditas strategis Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment