Program PKP Serap 2,5 Juta Genteng UMKM dari Purwakarta dan Majalengka
Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan rencana pemerintah untuk menyerap sebanyak 2,5 juta genteng hasil produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada Oktober hingga November.
Penyerapan genteng ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pembangunan sekaligus membuka peluang bagi UMKM di daerah. Menurut Maruarar, atau yang akrab disapa Ara, produk yang akan digunakan berasal dari sentra produksi genteng di Purwakarta dan Majalengka, Jawa Barat.
2,5 Juta Genteng UMKM Akan Diserap
Ara menjelaskan, dari total 2,5 juta genteng yang disiapkan, sebanyak 500 ribu genteng akan dikirimkan dari Purwakarta. Sementara itu, 2 juta genteng lainnya merupakan produk UMKM dari Jatiwangi, Majalengka.
Rencana tersebut disampaikan Ara dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang berlangsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta Pusat, Senin (14/9). Ia menilai kebijakan penyerapan produk lokal dapat membuat pelaku UMKM ikut merasakan dampak dari pembangunan yang dijalankan pemerintah.
“500 ribu genteng akan dikirimkan bulan depan di Purwakarta, dan 2 juta genteng produk UMKM kita, itu akan kita kirim di Jatiwangi, Majalengka. Sehingga nanti masyarakat kecil UMKM juga bisa merasakan dapat pembangunan,” kata Ara.
Dengan adanya pemesanan dalam jumlah besar, produksi UMKM di daerah diharapkan dapat terserap secara langsung. Langkah ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan pembangunan dapat dipenuhi dengan memanfaatkan produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal.
Kualitas Genteng UMKM Telah Bersertifikasi
Maruarar menegaskan bahwa asal produk dari UMKM tidak menjadi alasan untuk meragukan kualitas genteng yang akan digunakan. Ia menyebut seluruh genteng tersebut telah melalui proses sertifikasi.
Sertifikasi itu menjadi salah satu dasar keyakinan pemerintah terhadap kelayakan produk genteng buatan UMKM. Dengan demikian, penyerapan produk lokal tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan standar kualitas yang diperlukan dalam pembangunan.
Daerah Diminta Mengembangkan Potensi Produksi Lokal
Selain Purwakarta dan Majalengka, Ara mendorong daerah lain untuk lebih peka terhadap potensi produksi genteng yang dimiliki UMKM setempat. Ia secara khusus meminta Jawa Timur turut mengembangkan dan membina pelaku UMKM yang bergerak di bidang produksi genteng.
Ara menyatakan komitmennya untuk membina UMKM terkait sekaligus menyerap hasil produksinya apabila telah memenuhi kebutuhan dan standar yang ditetapkan. Menurutnya, setiap provinsi tidak seharusnya hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga mampu menjadi produsen.
“Saya mohon juga Ibu Gubernur Jawa Timur, kalau boleh UMKM-UMKM Jawa Timur juga pasti banyak, biar dibina supaya kami bisa nanti melakukan pemesanan,” ujar Ara.
Ia berharap penguatan produksi di masing-masing wilayah dapat menggerakkan perekonomian daerah. Dengan pola tersebut, pemesanan produk pembangunan dapat dilakukan dari provinsi yang memproduksinya sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pihak tertentu, tetapi juga oleh masyarakat dan pelaku UMKM di daerah.
Penggantian Atap Asbes Dinilai Penting
Dalam kesempatan yang sama, Ara juga menyoroti penggunaan atap asbes di sejumlah wilayah. Ia menyebut Jakarta dan Bangka Belitung sebagai daerah dengan tingkat penggunaan asbes yang tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan sebelumnya, Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat pertama dalam penggunaan atap asbes, yakni sebesar 56,7 persen dari total rumah. Sementara itu, DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan persentase penggunaan atap asbes sebesar 54,6 persen.
Ara menilai penggantian atap asbes dengan genteng perlu dilakukan, terutama dari sisi kesehatan. Ia menyatakan paparan asbes dapat membahayakan tubuh sehingga penggunaan material alternatif seperti genteng menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.
“Iya dong (diganti) karena asbes itu kan tidak sehat, ya. Yang paling tinggi itu dari data BPS, itu persentasenya ada di Jakarta dan Bangka Belitung,” kata Ara.
Kesimpulan
Program penyerapan 2,5 juta genteng dari UMKM Purwakarta dan Majalengka akan dimulai pada Oktober hingga November. Sebanyak 500 ribu genteng akan dikirimkan dari Purwakarta, sedangkan 2 juta genteng lainnya berasal dari Jatiwangi, Majalengka. Seluruh produk tersebut disebut telah melalui sertifikasi sehingga kualitasnya tidak diragukan.
Ke depan, pemerintah juga mendorong daerah lain, khususnya Jawa Timur, untuk mengembangkan potensi produksi genteng UMKM. Selain memperkuat pembangunan, kebijakan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Pada saat yang sama, penggantian atap asbes dengan genteng dipandang penting untuk mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan paparan asbes.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment