Stok Pertalite di Makassar Aman hingga 14 Hari, 25 SPBU Kini Beroperasi 24 Jam

Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 14 hari ke depan. Kepastian ini disampaikan di tengah upaya pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga Regional IV wilayah Sulawesi memperkuat pasokan untuk mencegah kembali terjadinya antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Penguatan pasokan dilakukan setelah sebelumnya terjadi antrean kendaraan roda dua dan roda empat di beberapa SPBU di Makassar. Pemerintah daerah bersama Pertamina kemudian melakukan evaluasi terhadap sistem penyaluran BBM, terutama untuk Pertalite dan Biosolar, agar distribusi kepada masyarakat dapat berlangsung lebih lancar.

Stok Pertalite Makassar Tersedia hingga 14 Hari

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan, stok Pertalite di terminal BBM saat ini berada pada kisaran rata-rata delapan hingga 14 hari. Persediaan tersebut disebut masih dalam kondisi normal dan terus dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Makassar.

Menurut Wahyudi, pasokan Pertalite untuk Makassar berasal dari kilang Tuban dan Balikpapan. Pengiriman dilakukan secara kontinu serta terjadwal agar ketersediaan BBM di terminal tetap terjaga.

“Untuk Pertalite sekarang rata-ratanya terendah antara delapan sampai dengan 14 hari dan nanti akan dijaga dengan baik. Itu dari Tuban maupun dari Balikpapan,” kata Wahyudi di Makassar, Minggu (13/9).

Pengiriman BBM Dilakukan Setiap Dua hingga Tiga Hari

Wahyudi menjelaskan, pengiriman BBM dari kilang dilakukan setiap dua hingga tiga hari. Pola pengiriman yang terjadwal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pasokan Pertalite tetap tersedia di Makassar.

“Pengiriman secara kontinu dan terjadwal, dua sampai tiga hari sudah dikirim dari kilang yang ada di Tuban maupun Balikpapan,” ujarnya.

Dengan kondisi stok terminal yang disebut normal dan pengiriman yang berjalan secara berkala, pemerintah memastikan kebutuhan Pertalite masyarakat tetap dapat dipenuhi. Pasokan dari dua kilang tersebut akan terus dijaga untuk mendukung kelancaran distribusi BBM di wilayah Makassar.

Jumlah SPBU yang Beroperasi 24 Jam Ditambah

Selain memperkuat stok, pemerintah daerah dan Pertamina juga meningkatkan layanan operasional SPBU. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menambah jumlah SPBU yang beroperasi penuh selama 24 jam.

Sebelum terjadi antrean, terdapat 11 SPBU di Kota Makassar yang beroperasi selama 24 jam. Jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 25 SPBU. Penambahan layanan ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean dan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan BBM.

“Jumlah SPBU di Kota Makassar sebelum terjadinya antrean itu ada 11 yang beroperasi 24 jam. Ini kita tingkatkan menjadi 25 SPBU yang di-upgrade dan dilakukan operasi 24 jam,” kata Wahyudi.

Evaluasi Penyaluran Pertalite dan Biosolar

Wahyudi mengatakan evaluasi dan perbaikan sistem penyaluran dilakukan oleh pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga, hingga Pertamina pusat. Langkah tersebut difokuskan pada penyaluran Pertalite dan Biosolar, yang sebelumnya mengalami antrean di sejumlah SPBU Makassar.

Penguatan stok dan peningkatan jam operasional SPBU diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi BBM sekaligus mengurangi potensi antrean panjang. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pengelolaan pasokan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara lebih teratur.

Kesimpulan

Stok Pertalite di Kota Makassar dipastikan aman dengan ketersediaan rata-rata delapan hingga 14 hari. Pasokan akan terus dijaga melalui pengiriman dari kilang Tuban dan Balikpapan yang dilakukan secara kontinu setiap dua hingga tiga hari.

Di sisi layanan, jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam telah ditingkatkan dari 11 menjadi 25 lokasi. Dengan penguatan pasokan, evaluasi sistem distribusi, serta penambahan jam operasional SPBU, pemerintah dan Pertamina berupaya menjaga ketersediaan BBM sekaligus mencegah terulangnya antrean panjang di Makassar.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment