Tarif Bus Transbandara Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Naik Jadi Rp15 Ribu
Tarif bus Transbandara rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta resmi naik menjadi Rp15 ribu mulai Selasa, 1 September 2026. Penyesuaian tarif ini mengakhiri masa pengenalan layanan yang sebelumnya menetapkan harga perjalanan sebesar Rp3.500.
Layanan Transbandara rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta telah beroperasi sejak 12 Maret 2026. Selama masa awal pengoperasian, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan tarif khusus. Setelah dilakukan kajian dan pengambilan keputusan, tarif perjalanan kini ditetapkan menjadi Rp15 ribu.
Tarif Transbandara Blok M–Soekarno-Hatta Resmi Rp15 Ribu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa tarif baru tersebut mulai diberlakukan pada 1 September. Pernyataan itu disampaikan saat berada di Jakarta Selatan pada Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Pramono, keputusan penerapan tarif Rp15 ribu telah diumumkan dan ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, penumpang yang menggunakan bus Transbandara dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta mulai membayar sesuai tarif baru tersebut.
“Mengenai tarif Rp15 ribu, karena ini sudah diumumkan dan diputuskan, besok akan diberlakukan untuk tarif dari Blok M ke Soekarno-Hatta yaitu Rp15 ribu berlaku,” ujar Pramono Anung.
Alasan Kenaikan Tarif Bus Transbandara
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin sebelumnya menjelaskan bahwa kenaikan tarif dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasional layanan. Selain itu, penyesuaian harga juga diperlukan agar pelayanan dapat memenuhi Standar Pelayanan Minimum atau SPM.
Penetapan tarif baru tersebut disebut berdasarkan kajian yang mempertimbangkan keberlangsungan layanan Transbandara. Meskipun mengalami kenaikan dari tarif pengenalan, biaya perjalanan tetap mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Penetapan tarif Rp15 ribu merupakan hasil kajian mendalam demi keberlanjutan layanan dan tetap disubsidi Pemprov DKI Jakarta, sehingga masyarakat tetap mendapatkan moda transportasi menuju bandara yang sangat terjangkau,” kata Budi Awaluddin pada Jumat, 28 Juli.
Biaya Produksi Mencapai Rp70 Ribu per Penumpang
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa biaya produksi layanan Transbandara mencapai Rp70 ribu untuk setiap penumpang.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tarif yang dibayarkan oleh masyarakat. Selama ini, selisih antara biaya produksi dan tarif penumpang ditanggung melalui subsidi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Skema subsidi tersebut diterapkan untuk menjaga agar masyarakat tetap dapat menggunakan moda transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan biaya yang terjangkau. Dengan adanya subsidi, tarif yang harus dibayar penumpang tetap berada di bawah biaya produksi layanan.
Transbandara Tetap Menjadi Pilihan Transportasi Terjangkau
Kenaikan tarif dari Rp3.500 menjadi Rp15 ribu membuat biaya perjalanan mengalami penyesuaian cukup besar. Namun, tarif baru itu tetap diberlakukan dengan dukungan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta.
Penyesuaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga operasional Transbandara agar dapat terus berjalan. Di sisi lain, pemenuhan Standar Pelayanan Minimum menjadi pertimbangan penting dalam penyelenggaraan layanan transportasi tersebut.
Dengan berlakunya tarif baru, masyarakat yang hendak bepergian dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta perlu menyiapkan biaya perjalanan sebesar Rp15 ribu. Ketentuan ini berlaku mulai 1 September 2026, setelah layanan beroperasi dengan tarif pengenalan sejak Maret 2026.
Kesimpulan
Tarif bus Transbandara rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta naik menjadi Rp15 ribu mulai 1 September 2026. Sebelumnya, penumpang menikmati tarif pengenalan sebesar Rp3.500 sejak layanan resmi beroperasi pada 12 Maret 2026.
Kenaikan tarif ditetapkan untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum. Meski tarif baru telah diberlakukan, layanan tersebut masih mendapat subsidi Pemprov DKI Jakarta. Ke depan, keberlanjutan subsidi dan pengelolaan biaya operasional menjadi faktor penting agar Transbandara tetap menyediakan akses transportasi menuju bandara dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment