5 Makanan Tinggi Probiotik untuk Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kesehatan pencernaan merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang dapat dipertimbangkan adalah mencukupi asupan probiotik. Selama ini, sebagian orang mungkin memilih suplemen probiotik. Namun, asupan tersebut juga dapat diperoleh dari sejumlah makanan yang mudah ditemukan dan dikonsumsi dalam menu harian.
Probiotik dikenal memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Mengutip Health, konsumsi probiotik dapat membantu menyeimbangkan bakteri di dalam usus, mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan kulit, serta membantu menurunkan berat badan. Karena itu, memasukkan pangan tinggi probiotik ke dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi pilihan.
Berikut beberapa makanan tinggi probiotik yang dapat disediakan di meja makan, mulai dari yogurt hingga miso.
1. Yogurt
Yogurt menjadi salah satu sumber probiotik yang paling dikenal. Makanan ini dibuat dari susu yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat dan bifidobacteria.
Melansir Healthline, sebuah tinjauan yang terbit pada 2022 menyebutkan bahwa konsumsi yogurt secara rutin dapat memberikan sejumlah manfaat. Di antaranya adalah mendukung kesehatan tulang, jantung, dan pencernaan. Konsumsi yogurt juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes dan kanker, serta membantu menjaga berat badan.
Saat membeli yogurt, konsumen disarankan memilih produk yang mencantumkan kultur bakteri aktif. Selain itu, kandungan gula tambahan juga perlu diperhatikan agar pilihan yogurt sesuai dengan kebutuhan pola makan.
2. Tempe
Tempe merupakan pangan lokal Indonesia yang kaya probiotik. Makanan berbahan dasar kedelai ini juga dikenal sebagai sumber protein nabati yang mudah ditemukan.
Proses fermentasi pada tempe membuat kandungan asam fitat dalam kedelai berkurang. Asam fitat merupakan senyawa pada tanaman yang dapat menghambat penyerapan sejumlah mineral, termasuk zat besi dan seng.
Dengan demikian, tempe tidak hanya dapat menjadi pilihan makanan yang mengandung probiotik, tetapi juga memiliki nilai sebagai sumber protein nabati dalam menu sehari-hari.
3. Kimchi
Kimchi merupakan makanan pendamping yang umum disajikan di meja makan masyarakat Korea. Makanan ini biasanya dibuat dari kubis napa atau lobak yang difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus.
Kimchi memiliki cita rasa yang cukup tajam. Meski demikian, makanan ini dikenal memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Kimchi dapat dikonsumsi sebagai pendamping makanan utama atau pelengkap dalam hidangan tertentu.
4. Acar
Acar umumnya digunakan sebagai pelengkap salad, nasi goreng, maupun berbagai masakan lain. Sayuran yang sering dijadikan bahan acar antara lain ketimun, bit, lobak, dan wortel.
Cara sederhana membuat acar
Menurut GoodRx, acar dapat dibuat dengan cara yang praktis. Pertama, potong sayuran sesuai selera. Setelah itu, siapkan campuran cuka dan air dengan perbandingan yang sama.
Masukkan campuran tersebut bersama sayuran ke dalam sebuah toples. Tambahkan garam sesuai selera, kemudian tutup toples dengan rapat. Acar dapat disimpan di dalam kulkas selama satu jam hingga beberapa hari sebelum dinikmati.
5. Miso
Miso merupakan bumbu tradisional Jepang yang sering digunakan sebagai campuran kuah makanan. Bumbu ini dibuat melalui proses fermentasi kedelai dengan garam dan jamur yang disebut koji.
Di Jepang, miso cukup populer untuk membuat sup miso, termasuk sebagai menu sarapan. Selain mengandung probiotik, miso juga memiliki kandungan protein, serat, vitamin K, mangan, dan tembaga.
Kesimpulan
Suplemen bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan asupan probiotik. Sejumlah makanan seperti yogurt, tempe, kimchi, acar, dan miso dapat menjadi pilihan untuk dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.
Setiap makanan memiliki karakteristik dan kandungan yang berbeda. Yogurt menawarkan kultur bakteri aktif, tempe menjadi pangan lokal dengan protein nabati, sementara kimchi, acar, dan miso dapat melengkapi variasi menu. Ke depan, memperhatikan pilihan makanan tinggi probiotik dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan bakteri usus dan mendukung kesehatan pencernaan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment