7 Organ Tubuh yang Bisa Diangkat dan Tetap Memungkinkan Manusia Hidup

Tubuh manusia terdiri atas berbagai organ yang saling mendukung untuk menjalankan fungsi vital. Karena itu, pengangkatan salah satu organ sering kali dianggap dapat menghentikan kerja tubuh secara keseluruhan. Namun, dalam kondisi medis tertentu, manusia tetap dapat bertahan hidup dan menjalani aktivitas setelah organ tertentu diangkat.

Prosedur pengangkatan organ dilakukan karena sejumlah alasan, termasuk penyakit atau kondisi yang membutuhkan tindakan operasi. Selain itu, sebagian orang memang terlahir hanya dengan satu organ, meskipun secara umum organ tersebut berjumlah dua. Kemampuan tubuh untuk beradaptasi, serta bantuan dari organ dan jaringan lain, membuat fungsi penting tetap dapat berlangsung.

Meski demikian, dapat hidup tanpa organ tertentu bukan berarti organ tersebut tidak penting. Setiap pengangkatan tetap memiliki dampak dan membutuhkan penanganan medis yang sesuai. Berikut sejumlah organ yang memungkinkan seseorang tetap hidup setelah diangkat.

Limpa

Limpa terletak di bagian kiri atas perut. Organ ini memiliki sejumlah fungsi penting, antara lain membantu sistem kekebalan tubuh dan menyaring darah. Limpa juga berperan dalam produksi sel darah pada kondisi tertentu.

Walaupun memiliki fungsi tersebut, manusia tetap dapat hidup tanpa limpa. Tinjauan medis yang tercatat dalam Ther Umsch menyebutkan bahwa limpa tidak mutlak diperlukan untuk mempertahankan kehidupan. Namun, kehilangan limpa dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi serius tertentu.

Pasien yang menjalani pengangkatan limpa atau splenektomi membutuhkan perlindungan serta pemantauan khusus. Imunisasi yang sesuai juga diperlukan sebagai bagian dari upaya perlindungan setelah prosedur tersebut.

Kandung Empedu

Kandung empedu merupakan organ kecil yang berada di bawah hati. Fungsinya adalah menyimpan dan memekatkan empedu, yaitu cairan yang membantu proses pencernaan makanan.

Ketika kandung empedu diangkat, hati tetap dapat memproduksi empedu. Perbedaannya, empedu tidak lagi disimpan dan dipekatkan di dalam kandung empedu, melainkan dapat langsung mengalir menuju saluran pencernaan.

Seseorang tetap dapat hidup tanpa kandung empedu dan menjalani pola makan sehat setelah operasi. Sistem pencernaan akan beradaptasi terhadap perubahan tersebut, tetapi fungsi dasar tubuh tetap dapat berjalan.

Apendiks atau Usus Buntu

Apendiks lebih dikenal dengan sebutan usus buntu. Organ ini sering dikaitkan dengan tindakan operasi karena radang usus buntu merupakan salah satu kondisi yang dapat ditangani melalui pengangkatan apendiks atau apendektomi.

Meski kerap dianggap tidak memiliki fungsi, apendiks diketahui memiliki jaringan limfoid dan berkaitan dengan sistem kekebalan di saluran pencernaan. Namun, pengangkatannya tidak menimbulkan dampak jangka panjang yang berarti bagi kebanyakan orang. Seseorang tetap dapat hidup tanpa apendiks.

Ginjal

Manusia umumnya memiliki dua ginjal, tetapi satu ginjal yang sehat dapat menjalankan fungsi penyaringan darah bagi tubuh. Kondisi ini menjadi salah satu dasar dilakukannya donor ginjal dari orang yang masih hidup.

Seseorang dapat memiliki satu ginjal karena terlahir dengan kondisi tersebut, setelah ginjal lainnya diangkat, atau setelah mendonorkan salah satu ginjalnya. Selama ginjal yang tersisa berfungsi dengan baik, orang tersebut umumnya tetap dapat menjalani kehidupan sehat.

Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Orang yang hanya memiliki satu ginjal memiliki risiko tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau penurunan fungsi ginjal. Oleh sebab itu, fungsi ginjal dan tekanan darah perlu dipantau secara berkala.

Paru-Paru

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mengangkat seluruh bagian salah satu paru-paru melalui prosedur yang disebut pneumonektomi. Operasi ini dapat dilakukan, salah satunya, untuk menangani kanker paru-paru.

Setelah operasi, paru-paru yang tersisa akan mengambil alih fungsi pernapasan tubuh. Kendati demikian, kemampuan fisik seseorang dapat berubah dan proses pemulihan membutuhkan penanganan medis. Hidup dengan satu paru-paru tidak sama persis dengan memiliki dua paru-paru, tetapi satu paru-paru yang sehat tetap memungkinkan seseorang untuk bertahan hidup.

Sebagian Hati

Hati memiliki kemampuan adaptasi yang besar. Dalam kondisi tertentu, sebagian hati dapat diangkat melalui operasi, sementara jaringan yang tersisa tetap menjalankan fungsi yang dibutuhkan tubuh.

Kemampuan tersebut juga memungkinkan dilakukannya donor hati dari orang yang masih hidup. Dalam prosedur ini, sebagian hati donor diangkat untuk diberikan kepada penerima transplantasi. Bagian hati yang tersisa dapat tumbuh kembali dalam beberapa minggu setelah sebagian jaringan diangkat.

Bagian Lambung dan Usus

Bagian lambung atau usus juga dapat diangkat melalui operasi dalam kondisi tertentu. Tubuh mampu beradaptasi terhadap perubahan tersebut, tetapi kasusnya lebih kompleks dibandingkan pengangkatan limpa, kandung empedu, atau apendiks.

Jika sebagian usus kecil diangkat dalam jumlah yang cukup besar, seseorang dapat mengalami short bowel syndrome. Kondisi ini terjadi ketika usus yang tersisa tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh.

Karena itu, semakin banyak bagian usus yang diangkat bukan berarti tubuh akan semakin mudah beradaptasi. Dampaknya sangat bergantung pada bagian dan panjang usus yang tersisa, serta kemampuan tubuh dalam menyesuaikan diri.

Kesimpulan

Kemampuan manusia untuk tetap hidup setelah organ tertentu diangkat menunjukkan bahwa tubuh memiliki sistem adaptasi yang kompleks. Fungsi organ yang hilang dapat dikompensasi oleh organ atau jaringan lain, sementara organ yang tersisa dapat menyesuaikan kapasitas kerjanya. Hati bahkan memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali setelah sebagian jaringannya diangkat.

Meski demikian, daftar organ tersebut tidak menunjukkan bahwa organ-organ itu tidak penting. Setiap organ tetap memiliki peran masing-masing, dan pengangkatannya dapat menimbulkan dampak berbeda pada setiap orang. Dengan penanganan medis, pemantauan, serta proses pemulihan yang tepat, tubuh dapat beradaptasi menghadapi perubahan besar.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment