7 Tanda Anak Merasa Nyaman dengan Orang Tua dan Memiliki Ikatan Aman
Hubungan antara anak dan orang tua tidak hanya membangun kedekatan emosional, tetapi juga memengaruhi cara anak mengenali dirinya serta memahami dunia di sekitarnya. Melalui interaksi sehari-hari, anak belajar mengekspresikan perasaan, berkomunikasi, memahami situasi, dan merespons berbagai hal yang mereka alami.
Dikutip dari Raising Children, anak mengenal dunia melalui hubungan dengan orang tua, anggota keluarga, dan pengasuh. Tangisan, tawa, pertanyaan, hingga perilaku anak merupakan bentuk komunikasi yang membutuhkan respons dari orang dewasa di sekitarnya.
Respons yang hangat dan sesuai terhadap kebutuhan anak dapat membuat mereka merasa tenteram. Rasa aman tersebut membantu membangun ikatan yang kuat sehingga anak lebih percaya diri untuk mengeksplorasi lingkungan. Lantas, apa saja tanda anak merasa nyaman dengan orang tua?
Tanda Anak Merasa Nyaman dengan Orang Tua
Anak yang merasa aman bersama orang tuanya biasanya menunjukkan sejumlah tanda melalui perilaku sehari-hari. Sinyal tersebut tidak selalu disampaikan secara langsung melalui kata-kata, tetapi dapat terlihat dari cara anak berinteraksi, mengekspresikan kasih sayang, serta mencari kedekatan.
1. Spontan menunjukkan kasih sayang
Salah satu tanda anak memiliki ikatan yang kuat dengan orang tua adalah tidak ragu menunjukkan rasa sayang. Anak mungkin mengucapkan kalimat sederhana seperti “Aku sayang Bunda”, ingin duduk berdekatan, atau menunjukkan perhatian tanpa diminta.
Dikutip dari Romper, Maureen Healy, pakar tumbuh kembang anak sekaligus penulis The Emotionally Healthy Child, mengatakan bahwa anak yang secara spontan menunjukkan kasih sayang telah membangun rasa aman dalam hubungannya dengan orang tua.
2. Memberikan senyuman saat melihat orang tua
Senyuman juga dapat menjadi tanda bahwa anak merasa aman dan tenteram bersama orang tuanya. Ketika anak menatap orang tua lalu tersenyum dengan ekspresi gembira, orang tua dapat membalasnya dengan senyuman, pelukan, atau sentuhan yang hangat.
Respons tersebut membantu anak memahami bahwa komunikasi yang mereka sampaikan diterima dengan baik. Interaksi sederhana seperti ini juga menjadi bagian dari proses anak belajar mengenali hubungan dan mengekspresikan emosinya.
3. Mencari orang tua saat menghadapi situasi baru
Merasa nyaman dengan orang tua bukan berarti anak tidak pernah takut, ragu, atau cemas. Justru, anak yang merasa aman dapat mencari orang tua ketika menghadapi situasi yang belum familiar.
Contohnya, ketika bertemu orang baru atau berada di tempat yang belum pernah dikunjungi, anak mungkin melihat kepada orang tua atau mengajukan pertanyaan untuk mengetahui apakah situasi tersebut aman. Orang tua menjadi tempat bagi anak untuk memperoleh kepastian ketika menghadapi sesuatu yang belum mereka pahami.
Psikolog klinis Michael Mintz menjelaskan bahwa anak balita cenderung memperhatikan respons orang tua dalam situasi baru. Menurutnya, respons orang tua dapat menjadi panduan bagi anak ketika mereka berhadapan dengan pengalaman yang belum dikenal.
4. Berinisiatif mendekat dan meminta pelukan
Perhatikan apakah anak sering berinisiatif mendekati atau memeluk orang tua. Ketika anak secara spontan bergerak mendekat untuk mendapatkan pelukan, hal tersebut dapat menunjukkan kasih sayang sekaligus keterikatan yang aman.
Tanda serupa juga dapat terlihat ketika anak senang bermanja-manja, terutama menjelang waktu tidur. Keinginan untuk memperoleh kedekatan fisik merupakan salah satu cara anak mencari rasa aman dari orang tua.
5. Memberikan gambar atau hasil karya
Kasih sayang anak tidak selalu disampaikan melalui ucapan. Sebagian anak mengekspresikannya dengan membuat atau memberikan sesuatu kepada orang tua.
Pemberian tersebut tidak harus berupa barang mahal. Gambar, prakarya, atau benda sederhana yang dibuat sendiri dapat menjadi bentuk perhatian anak. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menganggap remeh hasil karya yang diberikan anak. Bagi anak, memberikan sesuatu yang dibuatnya sendiri dapat menjadi cara untuk menunjukkan rasa sayang.
6. Senang menceritakan pengalaman
Anak yang merasa nyaman biasanya tidak ragu menceritakan pengalaman, hal yang disukai, atau sesuatu yang membuat mereka penasaran kepada orang tua. Cerita tersebut mungkin tampak sederhana, seperti pengalaman bermain bersama teman, melihat sesuatu yang menarik, atau kegiatan yang dilakukan di sekolah.
Orang tua sebaiknya tidak mengabaikan momen tersebut. Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian dan tunjukkan ketertarikan terhadap hal yang disampaikan. Kebiasaan mendengarkan secara aktif dapat membantu membangun kepercayaan sekaligus memperkuat ikatan antara anak dan orang tua.
7. Mencari orang tua ketika sedih atau terluka
Anak dengan keterikatan yang aman biasanya akan mencari orang tua ketika sedang sedih, takut, kesal, atau terluka. Mereka percaya bahwa orang tua dapat membantu menenangkan dan memberikan dukungan saat menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Menurut Michael Mintz, anak yang memiliki keterikatan aman mungkin akan mencari orang tua ketika merasa kesal atau terluka karena yakin dapat memperoleh ketenangan melalui dukungan sosial dari orang tuanya.
Oleh sebab itu, ketika anak datang untuk meminta pelukan, mencari bantuan, atau sekadar ingin berada di dekat orang tua saat menghadapi masalah, perilaku tersebut dapat menjadi sinyal bahwa mereka merasa aman dalam hubungan tersebut.
Kesimpulan
Anak yang merasa nyaman dengan orang tua dapat menunjukkan berbagai tanda, mulai dari spontan mengungkapkan kasih sayang, tersenyum, mencari kepastian dalam situasi baru, hingga meminta pelukan ketika sedih atau terluka. Memberikan gambar, bercerita tentang pengalaman, dan mencari kedekatan fisik juga dapat menjadi bentuk komunikasi anak.
Rasa aman dalam hubungan membantu anak belajar berpikir, berkomunikasi, memahami emosi, berperilaku, serta mengembangkan keterampilan sosial. Ke depan, respons orang tua yang hangat dan perhatian terhadap berbagai bentuk komunikasi anak dapat terus memperkuat kepercayaan serta ikatan di antara keduanya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment