AI dan Komputasi Awan Bantu Percepat Proses Penemuan Obat Baru
Proses penemuan obat baru membutuhkan waktu panjang dan melewati banyak tahapan. Peneliti harus menentukan target terapeutik yang tepat, merancang kandidat obat, serta melakukan serangkaian penelitian dan pengujian sebelum terapi dapat diberikan kepada pasien. Setiap tahap perlu dilakukan secara cermat untuk memastikan obat yang dikembangkan memiliki keamanan dan efektivitas yang memadai.
Di tengah proses tersebut, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan efisiensi penelitian. Teknologi ini memungkinkan peneliti mengolah, menganalisis, dan menghubungkan data dalam jumlah besar secara lebih cepat. Perkembangan tersebut salah satunya terlihat melalui kemitraan perusahaan farmasi Novo Nordisk dengan Amazon Web Services (AWS) yang diumumkan pada Kamis (20/8).
Novo Nordisk dan AWS Kembangkan Pemanfaatan AI
Dalam kerja sama tersebut, Novo Nordisk dan AWS akan memanfaatkan teknologi AI serta komputasi awan untuk mendukung proses penemuan dan pengembangan obat. Keduanya juga membentuk hub co-innovation di London sebagai pusat kolaborasi berbagai bidang keahlian.
Hub tersebut mempertemukan engineer, spesialis AI, ilmuwan terapan, serta tim penelitian dan pengembangan. Kolaborasi lintas disiplin ini diarahkan untuk mengembangkan pemanfaatan AI dalam riset obat dan mendukung kebutuhan penelitian yang membutuhkan pengolahan data dalam skala besar.
Analisis Berbagai Jenis Data
Dalam penelitian obat, data yang digunakan dapat berasal dari berbagai sumber. Data genomik, hasil pencitraan, dan informasi klinis perlu dianalisis untuk memperoleh gambaran mengenai penyakit serta kemungkinan terapi yang dapat dikembangkan.
AI dapat membantu menghubungkan berbagai jenis data tersebut. Dengan kemampuan ini, peneliti diharapkan dapat menemukan pola atau informasi relevan dengan lebih cepat, terutama pada tahap awal penelitian. Analisis yang lebih efisien juga dapat membantu menentukan arah riset serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data yang tersedia.
AI Bantu Identifikasi Target Terapeutik
Salah satu penggunaan AI dalam kemitraan Novo Nordisk dan AWS adalah membantu mengidentifikasi target terapeutik serta merancang kandidat terapi. Hasil penelitian pada tahap awal juga diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dalam penyusunan uji klinis.
Penggunaan teknologi ini ditujukan untuk membantu mempersingkat proses sejak identifikasi target terapeutik hingga pemberian dosis pertama kepada manusia. Hal tersebut menjadi penting karena pengembangan obat umumnya memiliki alur panjang, mulai dari penelitian awal hingga terapi dapat digunakan oleh pasien.
Meski demikian, AI tidak menghilangkan tahapan penelitian dan pengujian yang harus dilalui oleh kandidat obat. Setiap terapi tetap perlu menjalani proses yang diperlukan untuk memastikan keamanan serta efektivitasnya. Dengan demikian, AI lebih tepat dipandang sebagai alat bantu bagi peneliti, bukan sebagai pengganti proses ilmiah.
Berpotensi Mendukung Terapi Penyakit Kronis
Pemanfaatan AI dalam riset obat juga relevan dengan kebutuhan pengembangan terapi untuk penyakit kronis. Pasien dengan penyakit kronis sering membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang. Selain itu, respons terhadap terapi dapat berbeda pada setiap orang sehingga pilihan pengobatan perlu terus dikembangkan.
Kemampuan AI dalam mengolah data berukuran besar berpotensi membantu peneliti memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penyakit. Teknologi tersebut juga dapat mendukung pencarian pendekatan terapi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasien.
Namun, manfaat tersebut tidak dapat dirasakan pasien secara langsung. Setelah kandidat obat ditemukan, masih diperlukan berbagai tahap penelitian sebelum terapi dinyatakan aman dan efektif untuk digunakan. Karena itu, perkembangan AI dalam riset obat merupakan bagian dari upaya jangka panjang.
AI Juga Digunakan untuk Efisiensi Operasional
Selain mendukung penelitian dan pengembangan obat, AI dalam kemitraan Novo Nordisk dan AWS juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Novo Nordisk menyebut kolaborasi sebelumnya dengan AWS telah membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan dokumentasi klinis.
Kolaborasi tersebut juga disebut mendukung produktivitas lebih dari 25 ribu karyawan. Ke depan, pemanfaatan teknologi AI berbasis agen akan diperluas untuk membantu sejumlah pekerjaan operasional.
Kesimpulan
Kemitraan Novo Nordisk dan AWS menunjukkan bahwa AI serta komputasi awan mulai memiliki peran penting dalam pengembangan obat. Teknologi ini dapat membantu mengolah data dari berbagai sumber, menemukan pola, mengidentifikasi target terapeutik, dan merancang kandidat terapi dengan lebih efisien.
Meski berpotensi mempercepat sejumlah tahapan, AI tetap bukan pengganti proses penelitian dan pengujian. Kandidat obat harus melalui prosedur yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Ke depan, pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung peneliti dan tenaga profesional kesehatan dalam menghadirkan pilihan obat serta terapi yang lebih sesuai bagi pasien.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment