Sering Muncul Lebam Tanpa Sebab? Kenali Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter
Menemukan lebam atau memar secara tiba-tiba di paha, lengan, atau kaki dapat menimbulkan kebingungan, terutama jika tidak merasa terbentur maupun mengalami cedera. Namun, tidak semua lebam berasal dari benturan keras yang mudah diingat. Benturan ringan yang tidak disadari juga dapat merusak pembuluh darah kecil di bawah kulit.
Mengutip Mayo Clinic, kerusakan tersebut membuat darah merembes ke jaringan di sekitarnya dan terlihat sebagai bercak berwarna merah, biru, atau ungu. Dalam banyak kasus, lebam akan membaik dengan sendirinya karena tubuh menyerap kembali darah yang terkumpul. Meski demikian, lebam yang sering muncul tanpa alasan jelas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi kesehatan.
Bagaimana Lebam Bisa Terjadi?
Lebam atau bruise muncul ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit mengalami kerusakan. Darah yang keluar dari pembuluh kemudian berkumpul di jaringan sekitar sehingga menimbulkan perubahan warna pada kulit.
Benturan tidak harus keras untuk menyebabkan lebam. Pada orang yang mudah memar, trauma ringan yang bahkan tidak diingat dapat meninggalkan tanda pada kulit. Seiring waktu, warna lebam biasanya berubah. Awalnya, lebam dapat tampak kemerahan atau keunguan, kemudian berubah menjadi kehijauan dan kekuningan sebelum perlahan menghilang.
Berbagai Penyebab Seseorang Mudah Memar
Pengaruh usia
Usia dapat memengaruhi kecenderungan seseorang mengalami lebam. Ketika usia bertambah, kulit menjadi lebih tipis. Lapisan lemak yang sebelumnya membantu melindungi pembuluh darah juga dapat berkurang. Kondisi ini membuat pembuluh darah lebih mudah mengalami kerusakan, bahkan akibat benturan ringan.
Obat tertentu
Obat yang sedang dikonsumsi juga perlu diperhatikan apabila lebam mulai sering muncul. Beberapa obat dapat memengaruhi proses pembekuan darah atau membuat pembuluh darah dan jaringan di sekitarnya menjadi lebih rentan.
Jika obat diduga menjadi penyebab munculnya lebam, jangan menghentikan penggunaannya secara mandiri. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar dapat ditentukan langkah yang tepat.
Kekurangan vitamin
Asupan nutrisi tertentu berkaitan dengan kondisi kulit dan pembuluh darah. Salah satunya adalah vitamin C. Kekurangan vitamin C yang berat dapat menyebabkan scurvy, dengan salah satu tanda berupa perdarahan pada kulit dan munculnya memar.
Namun, sering mengalami lebam tidak serta-merta berarti seseorang kekurangan vitamin C. Masih ada kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan, termasuk jumlah trombosit yang rendah atau gangguan pada proses pembekuan darah.
Gangguan trombosit dan pembekuan darah
Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang membantu menghentikan perdarahan. Jika jumlah trombosit terlalu rendah atau fungsinya terganggu, seseorang dapat lebih mudah mengalami memar maupun perdarahan.
Selain itu, gangguan pada faktor pembekuan darah juga dapat membuat darah lebih sulit membeku. Berdasarkan studi dalam jurnal Transfusion and Apheresis Science, salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah von Willebrand disease atau VWD. Kondisi ini merupakan gangguan perdarahan yang dapat diturunkan dan dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami memar, mimisan, atau perdarahan menstruasi yang lebih banyak.
Lebam dan Menstruasi Berat pada Perempuan
Perempuan dapat mengalami keluhan mudah memar dalam konteks gangguan perdarahan tertentu. Namun, hal ini tidak berarti perempuan secara umum pasti lebih mudah mengalami lebam hanya karena hormon atau menstruasi.
Pola gejala lain justru dapat menjadi petunjuk. Seseorang perlu lebih memperhatikan kondisi apabila sering mengalami lebam tanpa sebab, disertai menstruasi yang sangat banyak, mimisan berulang, atau gusi yang mudah berdarah.
Menstruasi bukan penyebab langsung munculnya lebam. Sebaliknya, menstruasi yang sangat banyak dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah pada proses pembekuan darah, termasuk gangguan seperti VWD.
Kapan Lebam Perlu Diperiksakan?
Lebam yang muncul sesekali dan kemudian menghilang biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan medis apabila seseorang tiba-tiba menjadi lebih mudah memar, sering mengalami lebam berukuran besar, atau lebam muncul tanpa alasan yang jelas.
Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan jika lebam disertai beberapa kondisi berikut:
- Mimisan atau gusi mudah berdarah.
- Perdarahan lain yang tidak biasa.
- Lebam muncul di dada, perut, punggung, atau wajah.
- Riwayat keluarga dengan gangguan perdarahan.
Dokter dapat menentukan pemeriksaan yang diperlukan berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup pengecekan jumlah trombosit serta tes pembekuan darah.
Kesimpulan
Lebam yang muncul tanpa disadari bisa saja disebabkan oleh benturan kecil yang terlupakan. Kulit yang lebih tipis, obat tertentu, kekurangan nutrisi, gangguan trombosit, hingga masalah pembekuan darah juga dapat membuat seseorang lebih mudah memar.
Satu atau dua lebam yang kemudian hilang tidak perlu langsung menimbulkan kepanikan. Meski begitu, pola kemunculannya tetap perlu diamati. Jika lebam semakin sering, berukuran besar, muncul tanpa sebab, atau disertai perdarahan lain, jangan hanya menganggapnya sebagai kondisi “bawaan gampang lebam”. Pemeriksaan medis dapat membantu mencari penyebabnya dan menentukan langkah yang sesuai.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment