Keluarga Kenang Momen Terakhir Den Baguse Ngarso Sebelum Meninggal Dunia

Yogyakarta – Keluarga mengenang momen-momen terakhir bersama Susilo Nugroho, aktor teater yang dikenal luas dengan nama panggung Den Baguse Ngarso, sebelum sang seniman meninggal dunia pada Senin (21/9). Sehari sebelum berpulang, Susilo masih terlihat sehat, beraktivitas seperti biasa, serta sempat berkumpul dan berbincang santai bersama keluarga maupun warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sukanti, kakak Susilo, menuturkan bahwa dirinya masih sempat bertemu dan mengobrol hangat dengan almarhum di angkringan. Bahkan, dalam satu hari, mereka sempat bertemu sebanyak dua kali. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang akrab dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda bahwa Susilo akan meninggal dunia dalam waktu dekat.

Momen Terakhir Bersama Keluarga

Sukanti mengatakan, pada malam sebelum meninggal, ia masih duduk santai dan berbincang dengan Susilo. Sebelumnya, mereka juga sempat menikmati waktu bersama pada sore hari di angkringan. Setelah pulang, Susilo kembali datang untuk berkumpul pada malam harinya.

“Malam sebelumnya sama saya jagongan, itu malah sehari ketemu dua kali, sore ngangkring terus pulang, terus malamnya ngangkring lagi, enggak apa-apa beliau,” tutur Sukanti pada Senin (21/9) malam.

Dalam bahasa Jawa, “jagongan” merujuk pada kegiatan duduk santai sambil berbincang. Momen tersebut menjadi kenangan terakhir yang cukup membekas bagi keluarga karena Susilo masih tampak sehat dan dapat beraktivitas secara normal hingga sehari sebelum meninggal dunia.

Sosok Serius di Keluarga, Humoris di Angkringan

Di mata keluarga, Susilo dikenal sebagai sosok yang cenderung serius ketika berinteraksi dengan sanak saudara. Namun, suasana berbeda terlihat ketika ia berkumpul bersama tetangga di lingkungan angkringan.

Sukanti menyebut sifat humoris Susilo biasanya lebih terlihat saat almarhum nongkrong bersama warga. Dalam suasana santai tersebut, Susilo mampu mencairkan obrolan dan menghadirkan keakraban dengan orang-orang di sekitarnya. Angkringan menjadi salah satu tempat yang memperlihatkan sisi lain kepribadian Den Baguse Ngarso di luar aktivitasnya sebagai seniman.

Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia

Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso dinyatakan meninggal dunia pada Senin (21/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga saat itu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya aktor teater tersebut.

Jenazah Susilo masih berada di Rumah Sakit Bethesda. Sementara itu, rumah duka telah dipadati oleh para pelayat yang datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir. Keluarga juga masih membahas kepastian lokasi pemakaman.

Menurut keterangan keluarga, keputusan mengenai pemakaman masih menunggu kondisi istri almarhum agar lebih tenang. Setelah itu, keluarga akan menentukan pilihan dari sejumlah opsi lokasi pemakaman keluarga yang tersedia.

Perjalanan Karier di Dunia Seni Pertunjukan

Susilo Nugroho lahir pada 5 Januari 1959. Ia mulai mengasah kemampuan seni peran sejak 1977. Nama Den Baguse Ngarso kemudian melekat kuat berkat perannya sebagai seorang priayi yang sombong dan memiliki ucapan pedas dalam serial Mbangun Deso yang ditayangkan TVRI Yogyakarta.

Mendirikan Teater Gandrik

Kiprah Susilo di dunia seni pertunjukan semakin kuat setelah ia mendirikan kelompok Teater Gandrik pada 1983. Kelompok tersebut dibangun bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto, dan Saptaria Handayaningsih.

Melalui perjalanan panjangnya di dunia seni, Den Baguse Ngarso dikenal sebagai salah satu aktor teater yang memiliki karakter kuat. Kepergiannya meninggalkan kenangan bagi keluarga, tetangga, serta para pelaku seni yang mengenal kiprahnya.

Kesimpulan

Momen terakhir Susilo Nugroho bersama keluarga dan tetangga berlangsung dalam suasana sederhana, yakni berbincang santai di angkringan. Sehari sebelum meninggal, Den Baguse Ngarso masih terlihat sehat dan menjalani aktivitas seperti biasa. Kini, keluarga masih menunggu kondisi istri almarhum lebih tenang sebelum menetapkan lokasi pemakaman.

Kepergian Susilo juga menjadi kehilangan bagi dunia seni pertunjukan. Warisan perannya melalui serial Mbangun Deso serta kiprahnya bersama Teater Gandrik akan terus menjadi bagian penting dari perjalanan seni yang pernah ia jalani.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment