Finlandia dan Israel Diam-Diam Perpanjang Kerja Sama Pertahanan Selama 10 Tahun
Finlandia dan Israel dilaporkan diam-diam memperpanjang memorandum kerja sama pertahanan bilateral mereka untuk jangka waktu satu dekade. Kesepakatan tersebut memperkuat hubungan militer kedua negara, meski mendapat penolakan dari kelompok oposisi sayap kiri di Finlandia.
Perpanjangan kerja sama itu dilakukan tanpa pengumuman resmi kepada publik. Informasi mengenai kesepakatan baru tersebut diketahui dari laporan media lokal dan salinan memorandum yang diperoleh lembaga penyiaran publik Finlandia, Yle.
Kerja Sama Pertahanan Berlaku Selama 10 Tahun
Menurut laporan media lokal, Finlandia dan Israel telah memperbarui memorandum kerja sama pertahanan yang sebelumnya menjadi dasar hubungan militer kedua negara. Perjanjian terbaru itu berlaku selama 10 tahun.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari penelitian, pengembangan, hingga pengadaan produk dan sistem militer. Selain itu, memorandum baru juga membentuk kelompok koordinasi bersama yang dijadwalkan bertemu satu kali setiap tahun.
Kelompok tersebut akan membahas perkembangan serta pelaksanaan kerja sama pertahanan antara Finlandia dan Israel. Hingga kini, terdapat 23 proyek yang dikerjakan Finlandia bersama industri persenjataan Israel.
Oposisi Finlandia Kritik Kesepakatan
Keputusan pemerintah Finlandia memperpanjang kerja sama dengan Israel menuai kritik dari kelompok oposisi sayap kiri. Mereka menilai pemerintah semestinya meningkatkan tekanan politik terhadap Israel, bukan justru memperluas hubungan di bidang pertahanan.
Disebut sebagai “Aib Bersejarah”
Ketua Liga Hijau Finlandia, Sofia Virta, mengecam langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, kebijakan itu bertolak belakang dengan tuntutan kelompok oposisi yang menginginkan tekanan lebih besar terhadap Israel.
“Ketika kami menuntut tekanan terhadap Israel, pemerintah memperketat kerja sama,” kata Virta, seperti dilaporkan Helsinki Times. Ia menilai perpanjangan kesepakatan pertahanan itu tidak sejalan dengan sikap yang seharusnya diambil pemerintah Finlandia.
Kritik serupa disampaikan Ketua Aliansi Kiri, Minja Koskela. Ia mempersoalkan keputusan pemerintah yang tidak mengumumkan perpanjangan kerja sama tersebut kepada publik.
“Keheningan ini tidak mengejutkan saya, karena sikap yang dipilih sangat memalukan,” ujar Koskela, seperti dilaporkan New York Post.
Pemerintah Sebut Kerja Sama sebagai Praktik Standar
Menteri Pertahanan Finlandia Antti Häkkänen membela keputusan pemerintah. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai praktik standar yang lazim dilakukan oleh negara-negara yang telah memiliki hubungan pertahanan yang mapan.
Häkkänen mengatakan Finlandia memiliki dokumen kerja sama pertahanan dengan banyak negara. Israel, menurut dia, telah lama menjadi salah satu negara yang memiliki hubungan pertahanan dengan Finlandia.
“Kami memiliki dokumen kerja sama dengan 40 negara, dan Israel telah lama menjadi salah satunya,” kata Häkkänen, menurut Yle. Ia juga menegaskan bahwa perpanjangan perjanjian tersebut bukan merupakan kebijakan baru yang dramatis.
“Ini bukanlah kebijakan baru yang dramatis,” tambahnya.
Finlandia Pertimbangkan Teknologi Pertahanan Israel
Selain alasan hubungan bilateral, Häkkänen menyebut kerja sama dengan Israel berkaitan dengan kebutuhan Finlandia untuk memperoleh teknologi pertahanan. Salah satu aspek yang disoroti adalah sistem pertahanan udara.
“Pada tahap ini, kami hanya memastikan bahwa Finlandia mendapatkan sistem pertahanan udara terbaik di dunia, dan teknologi terbaik yang terkait dengannya,” ujar Häkkänen.
Riwayat Kesepakatan Finlandia-Israel
Finlandia dan Israel pertama kali menandatangani pakta kerja sama pertahanan pada 2013. Kesepakatan tersebut kemudian diperbarui pada 2019, dengan masa berlaku masing-masing perjanjian selama lima tahun.
Kerja sama bilateral itu meliputi penelitian, pengembangan, serta pengadaan produk dan sistem militer. Setelah kesepakatan sebelumnya berakhir, kedua negara mulai mempersiapkan pembaruan perjanjian pada 2024.
Dalam salinan memorandum yang diperoleh Yle, Finlandia dan Israel menyebut hubungan pertahanan mereka didasarkan pada “nilai-nilai bersama” dan “kepentingan bersama”. Dokumen itu juga menyatakan bahwa kemitraan kedua negara telah meningkat dan berkembang menjadi hubungan yang unik dalam beberapa tahun terakhir.
Kesimpulan
Perpanjangan kerja sama pertahanan Finlandia dan Israel selama 10 tahun menunjukkan bahwa hubungan militer kedua negara tetap berlanjut dan semakin terstruktur. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama teknologi, penelitian, pengembangan, pengadaan sistem militer, serta pembentukan kelompok koordinasi bersama.
Namun, keputusan itu juga menghadapi penolakan dari oposisi Finlandia yang mempersoalkan kurangnya keterbukaan pemerintah dan menilai kerja sama dengan Israel seharusnya tidak diperluas. Ke depan, pelaksanaan memorandum tersebut akan menjadi perhatian, terutama terkait proyek pertahanan yang melibatkan Finlandia dan industri persenjataan Israel.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment