Kabut Asap Karhutla Indonesia Terdeteksi hingga Vietnam, Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Memburuk
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan telah menyebar hingga Vietnam pada Senin (14/9). Pusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mendeteksi kabut asap yang berasal dari wilayah Kalimantan di bagian selatan Vietnam pada Senin pagi.
Persebaran kabut asap lintas batas tersebut menjadi perhatian karena titik api dan kondisi berkabut diperkirakan masih berada pada tingkat tinggi. ASMC juga menyatakan bahwa risiko penyebaran kabut asap ke sejumlah wilayah negara ASEAN masih dapat berlangsung selama periode tersebut.
Kabut Asap Kalimantan Terdeteksi di Vietnam Selatan
ASMC melaporkan bahwa kabut asap dari Kalimantan terpantau mencapai Vietnam selatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla di Indonesia tidak hanya dirasakan di wilayah domestik, tetapi juga berpotensi memengaruhi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Menurut ASMC, arah angin turut berperan dalam membawa kabut asap ke wilayah lintas negara. Angin dominan di kawasan ASEAN bagian selatan diperkirakan bertiup dari tenggara. Namun, kondisi berbeda terjadi di beberapa wilayah Kalimantan, karena angin diprediksi bertiup ringan dengan arah yang berubah-ubah.
Perubahan arah dan kecepatan angin tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan kabut asap. Dengan kondisi titik api yang masih tinggi, potensi sebaran asap lintas batas diperkirakan belum berakhir.
Asap Sedang hingga Tebal Menyelimuti Sejumlah Wilayah
Selain Kalimantan, kabut asap dengan intensitas sedang hingga tebal juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain. ASMC mencatat kondisi tersebut muncul di Sumatra bagian tengah dan selatan, Kalimantan Barat, serta Kalimantan Tengah.
Kabut asap juga terpantau di beberapa wilayah Sarawak dan Semenanjung Malaysia. Persebaran tersebut memperlihatkan luasnya dampak kabut asap di kawasan ASEAN selatan. Kondisi atmosfer dan pola angin yang berlangsung membuat kemungkinan terjadinya penyebaran asap ke wilayah sekitar tetap terbuka.
Stasiun pemantauan kualitas udara di daerah-daerah terdampak mencatat tingkat kualitas udara mulai dari sedang hingga tidak sehat. Perbedaan tingkat kualitas udara terjadi antara satu wilayah dan wilayah lainnya, bergantung pada konsentrasi kabut asap yang terpantau.
Kualitas Udara Singapura Masuk Level Tidak Sehat
Dampak kabut asap juga tercermin dari catatan Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA). Berdasarkan data lembaga tersebut, indeks standar polutan atau PSI di wilayah pusat Singapura memasuki level tidak sehat pada pukul 12 siang.
Sementara itu, kualitas udara di wilayah Singapura lainnya masih berada dalam kategori moderat. Wilayah timur dan barat masing-masing mencatat angka PSI sebesar 91. Wilayah utara berada pada angka 79, sedangkan wilayah selatan tercatat di angka 82.
Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara di Singapura belum seragam. Wilayah pusat mengalami kualitas udara pada level tidak sehat, sementara sejumlah kawasan lain masih berada dalam tingkat moderat.
Risiko Persebaran Lintas Batas Masih Berlangsung
ASMC memperkirakan titik api dan kondisi berkabut masih tetap tinggi selama kurun waktu ini. Karena itu, potensi kabut asap lintas batas masih perlu diperhatikan, terutama di kawasan yang berada dekat dengan sumber asap dan wilayah yang dipengaruhi arah angin dari Kalimantan serta Sumatra.
Kesimpulan
Kabut asap karhutla di Indonesia telah terdeteksi hingga Vietnam selatan dan turut memengaruhi sejumlah wilayah di Malaysia serta Singapura. ASMC mencatat kabut asap dengan intensitas sedang hingga tebal di beberapa wilayah Sumatra dan Kalimantan, sementara kualitas udara di daerah terdampak berada pada level sedang hingga tidak sehat.
Dengan titik api dan kondisi berkabut yang diperkirakan masih tinggi, risiko penyebaran kabut asap lintas batas masih dapat berlangsung. Perkembangan kualitas udara dan arah angin di kawasan ASEAN selatan menjadi faktor penting yang akan menentukan sejauh mana kabut asap terus menyebar.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment