Ratusan Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al Aqsa, Hamas Kecam Aksi di Yerusalem Timur

Yerusalem Timur kembali menjadi sorotan setelah sekitar 570 pemukim Israel dilaporkan menerobos pelataran kompleks Masjid Al Aqsa pada Minggu (20/9). Aksi tersebut berlangsung di bawah perlindungan pasukan dan polisi Israel, serta bertepatan dengan dimulainya Hari Raya Yahudi Yom Kippur.

Menurut pernyataan Gubernur Yerusalem, para pemukim memasuki area pelataran kompleks Masjid Al Aqsa dan melakukan ritual Talmud. Penerobosan itu menambah ketegangan di sekitar situs suci yang menjadi salah satu titik sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Ratusan Pemukim Masuki Pelataran Masjid Al Aqsa

Otoritas Kegubernuran Yerusalem menyebut sekitar 570 pemukim Israel telah memasuki pelataran Masjid Al Aqsa. Mereka disebut melakukan aksi tersebut dengan pengawalan pasukan Israel dan perlindungan polisi.

Waktu pelaksanaan aksi juga bertepatan dengan dimulainya Yom Kippur, salah satu hari raya penting dalam tradisi Yahudi. Perayaan tersebut berlangsung sejak Minggu sore hingga Senin sore.

Gubernur Yerusalem menyatakan bahwa para pemukim menjalankan ritual Talmud di dalam area kompleks. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang kemudian dikutip oleh Anadolu Agency.

Kunjungan Netanyahu ke Area Tembok Ratapan

Penerobosan ke kompleks Masjid Al Aqsa terjadi sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sejumlah menteri, dan ribuan pemukim Israel mendatangi pelataran Tembok Ratapan di Yerusalem Timur.

Dalam salah satu video yang beredar, Netanyahu terlihat menjalankan ritual dari balik kaca antipeluru. Video lainnya memperlihatkan Netanyahu bersama istrinya, Sara, melewati salah satu terowongan penggalian yang membentang di bawah Tembok Ratapan ketika doa Yahudi sedang berlangsung.

Netanyahu kemudian menyampaikan pernyataan dari terowongan yang berada di dekat Tembok Al Buraq. Ia menyebut lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menyentuh batu fondasi keberadaan mereka. Netanyahu juga mengatakan bahwa mereka berada sangat dekat dengan Ruang Mahakudus dan akan tetap berada di lokasi itu.

“Kami berada di terowongan dekat Tembok Al Buraq. Ini adalah langkah untuk menyentuh batu fondasi keberadaan kita. Kami berada sangat dekat dengan Ruang Mahakudus. Kami ada di sini, dan kami akan selamanya tetap di sini,” kata Netanyahu dalam video tersebut, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Hamas Kecam Kunjungan dan Aktivitas Penggalian

Kelompok Hamas Palestina mengecam keras aksi penerobosan para pemukim Israel ke kompleks Masjid Al Aqsa. Hamas juga menyoroti kunjungan Netanyahu ke terowongan dan area penggalian di bawah Masjid Al Aqsa serta Tembok Al Buraq.

Menurut Hamas, pernyataan Netanyahu mengenai Ruang Mahakudus bersifat provokatif dan mengandung klaim yang keliru. Kelompok tersebut menilai tindakan itu sebagai serangan terhadap identitas dan status Masjid Al Aqsa.

Hamas juga menyebut aksi tersebut telah melukai perasaan rakyat Palestina, bangsa Arab, serta umat Islam. Mereka menegaskan bahwa warisan Islam melekat sepenuhnya pada Masjid Al Aqsa.

Selain itu, Hamas menolak aktivitas penggalian yang terus dilakukan Israel di bawah situs suci tersebut. Penolakan itu menjadi bagian dari kecaman mereka terhadap kunjungan Netanyahu dan penerobosan yang dilakukan para pemukim.

Perkembangan Selanjutnya Masih Menjadi Perhatian

Penerobosan sekitar 570 pemukim ke pelataran Masjid Al Aqsa, ditambah kunjungan Netanyahu ke area bawah tanah di sekitar Tembok Al Buraq, menunjukkan kembali tingginya sensitivitas situasi di Yerusalem Timur.

Dengan adanya kecaman dari Hamas dan penolakan terhadap aktivitas penggalian di bawah situs suci, perkembangan selanjutnya terkait kompleks Masjid Al Aqsa masih menjadi perhatian. Pernyataan dari berbagai pihak diperkirakan akan terus menjadi bagian penting dalam memantau situasi di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Ratusan pemukim Israel dilaporkan menerobos kompleks Masjid Al Aqsa pada Minggu (20/9) dengan perlindungan pasukan dan polisi Israel. Aksi itu berlangsung bertepatan dengan Yom Kippur dan terjadi sehari setelah Netanyahu beserta sejumlah pejabat serta pemukim mendatangi Tembok Ratapan.

Hamas mengecam tindakan tersebut, termasuk kunjungan Netanyahu ke terowongan dan area penggalian di bawah situs suci. Kelompok itu menegaskan status serta warisan Islam Masjid Al Aqsa dan menolak aktivitas penggalian di bawahnya. Situasi di Yerusalem Timur selanjutnya masih akan menjadi sorotan, terutama terkait aktivitas di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa dan respons dari pihak-pihak yang terlibat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment