Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran, Lokasinya Dekat Kompleks Nuklir Natanz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melakukan aktivitas yang dianggap mencurigakan di Gunung Pickaxe. Washington menyatakan telah mendeteksi adanya sedikit aktivitas di lokasi tersebut dan mengancam akan melancarkan serangan dengan keras apabila Teheran tidak menghentikannya.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidatonya pada konvensi paruh waktu Partai Republik, Rabu (9/9). Ancaman tersebut kembali menyoroti Gunung Pickaxe, sebuah lokasi strategis di Iran yang berada sangat dekat dengan kompleks nuklir Natanz dan memiliki fasilitas terowongan jauh di bawah tanah.
Trump Peringatkan Iran soal Aktivitas di Gunung Pickaxe
Dalam pidatonya, Trump mengatakan Amerika Serikat memantau aktivitas di Gunung Pickaxe. Ia meminta Iran tidak mengambil tindakan yang dapat memicu respons militer Washington.
“Kami melihat ada sedikit aktivitas di Gunung Pickaxe. Saya menyarankan Iran agar tidak main-main karena kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” kata Trump.
Trump telah beberapa kali menyampaikan ancaman untuk menyerang lokasi tersebut sejak pertengahan Juli. Gunung Pickaxe menjadi perhatian karena fasilitas terowongan yang sedang dibangun di kawasan itu berada sangat dekat dengan fasilitas pengayaan uranium Natanz.
Lokasi Gunung Pickaxe Berdekatan dengan Natanz
Gunung Pickaxe terletak sekitar 220 kilometer atau 140 mil di selatan Teheran. Lokasi itu hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari kompleks nuklir Natanz, salah satu kawasan penting dalam program pengayaan uranium Iran.
Kawasan Gunung Pickaxe diperkuat oleh dua kompleks terowongan yang berada jauh di bawah tanah. Keberadaan fasilitas bawah tanah tersebut membuat lokasi itu dipandang strategis dan menjadi perhatian dalam ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Fasilitas Terowongan Belum Pernah Diserang
Menurut Institute for Science and International Security, lembaga pemikir Amerika Serikat yang berfokus pada isu nonproliferasi nuklir, fasilitas terowongan di Gunung Pickaxe belum menjadi sasaran dalam dua perang sebelumnya.
Berbeda dengan Gunung Pickaxe, kompleks Natanz telah mengalami serangan. Dua fasilitas pengayaan uranium Iran di kawasan tersebut diserang pada Maret sebagai bagian dari operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Israel juga pernah menyerang Natanz dalam perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari pada tahun sebelumnya. Trump sebelumnya menyebut pelemahan kemampuan nuklir Iran sebagai salah satu tujuan perang.
Iran Bantah Memiliki Senjata Nuklir
Iran membantah memiliki senjata nuklir. Teheran menyatakan program pengayaan uranium yang dijalankan digunakan untuk tujuan damai.
Amerika Serikat sendiri merupakan negara yang memiliki senjata nuklir. Sementara itu, Israel diyakini sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang mempunyai senjata nuklir. Namun, pemerintah Israel tidak pernah secara terbuka mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan tersebut.
Ancaman Serangan Muncul di Tengah Ketegangan Regional
Ancaman terbaru Trump disampaikan ketika dampak perang terhadap harga minyak dan gas menjadi salah satu isu utama bagi dirinya dan Partai Republik menjelang pemilihan Amerika Serikat pada November.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Rangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta serangan Israel terhadap Lebanon, telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia dan jutaan lainnya mengungsi.
Trump juga mengatakan perang tersebut kemungkinan akan segera berakhir setelah pemilihan. Ia menuduh Teheran berusaha memengaruhi pemilu yang akan menentukan apakah Partai Republik dapat mempertahankan kendali atas Kongres.
Kesimpulan
Peringatan Donald Trump terhadap Iran menambah ketegangan di sekitar Gunung Pickaxe, terutama karena lokasinya berdekatan dengan kompleks nuklir Natanz dan memiliki fasilitas terowongan bawah tanah. Washington menilai aktivitas di kawasan tersebut perlu diwaspadai, sementara Iran tetap menyatakan program nuklirnya bertujuan damai.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada perkembangan aktivitas di Gunung Pickaxe, respons pemerintah Iran, serta kemungkinan dampaknya terhadap konflik regional, keamanan fasilitas nuklir, harga energi, dan dinamika politik Amerika Serikat menjelang pemilihan pada November.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment