Trump Berharap Perang AS-Iran Segera Berakhir, Klaim Teheran Ingin Berdamai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan harapannya agar perang antara Washington dan Teheran segera berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan ketika konflik AS-Iran telah memasuki bulan ketujuh dan belum menunjukkan tanda-tanda kuat akan berhenti dalam waktu dekat.

Trump juga mengklaim bahwa Iran sedang berupaya membuka peluang kesepakatan dengan Amerika Serikat. Namun, hingga pernyataan itu disampaikan, belum ada kepastian mengenai bentuk kesepakatan maupun langkah konkret yang akan ditempuh oleh kedua negara.

Trump Klaim Iran Ingin Membuat Kesepakatan

Dalam pernyataan pada Rabu (16/9), Trump mengatakan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington. Ia menyampaikan bahwa perkembangan selanjutnya masih harus dilihat, termasuk bagaimana hasil dari kemungkinan komunikasi atau negosiasi antara kedua pihak.

“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kita lihat saja bagaimana hasilnya,” kata Trump, seperti dikutip Reuters.

Trump kemudian menyampaikan harapannya agar perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu segera mendekati tahap akhir. “Yah, mudah-mudahan kita sudah mendekati akhir perang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah Amerika Serikat masih membuka kemungkinan berakhirnya konflik melalui sebuah kesepakatan. Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci mengenai bentuk perjanjian yang disebutnya diinginkan oleh Iran.

Perang AS-Iran Memasuki Bulan Ketujuh

Harapan Trump disampaikan saat perang AS melawan Iran telah memasuki bulan ketujuh. Sampai saat ini, konflik tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat.

Lamanya konflik juga menimbulkan tekanan terhadap kemampuan militer Amerika Serikat. Pada awal pekan, Departemen Perang mengakui bahwa persediaan amunisi AS telah berkurang akibat keterlibatan dalam konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perang tidak hanya berdampak pada situasi keamanan dan politik, tetapi juga terhadap kesiapan persenjataan Washington. Berkurangnya amunisi menjadi salah satu persoalan penting bagi Amerika Serikat dalam mempertahankan kemampuan operasionalnya.

Stok Rudal Pencegat AS Menipis

Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat atau Congressional Budget Office (CBO) turut melaporkan bahwa stok rudal pencegat Washington kini berada dalam kondisi sangat menipis sebagai dampak dari perang melawan Iran.

CBO memperkirakan militer Amerika Serikat telah menggunakan sekitar setengah hingga dua pertiga persediaan rudal pencegat dalam operasi terhadap Iran. Persediaan yang terkuras tersebut diperkirakan tidak dapat segera dipulihkan.

Menurut badan federal itu, Amerika Serikat membutuhkan waktu setidaknya lima tahun untuk mengisi kembali stok rudal pencegat. Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa dampak konflik terhadap kemampuan pertahanan Washington dapat berlangsung dalam jangka panjang, bahkan apabila perang berakhir dalam waktu dekat.

Trump Akan Bertemu Pemimpin Negara Teluk

Di tengah pembahasan mengenai kemungkinan berakhirnya perang, Trump juga dikabarkan akan bertemu dengan para pemimpin negara-negara Teluk pada pekan depan di New York. Informasi tersebut dilaporkan Axios pada Rabu malam.

Pertemuan itu disebut akan membahas strategi pascaperang. Agenda tersebut menjadi penting karena konflik AS-Iran turut memengaruhi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya negara-negara yang berada di sekitar Teluk.

Sejumlah negara yang dijadwalkan hadir antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Selain itu, Dewan Kerja Sama Teluk juga akan terlibat dalam pertemuan tersebut.

Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai hasil yang diharapkan dari pertemuan itu. Namun, rencana pembahasan strategi pascaperang memperlihatkan bahwa Washington mulai mempertimbangkan kondisi kawasan setelah konflik berakhir.

Kesimpulan

Donald Trump berharap perang antara Amerika Serikat dan Iran segera berakhir. Ia juga mengklaim bahwa Teheran ingin membuat kesepakatan dengan Washington, meski belum ada rincian mengenai bentuk maupun proses kesepakatan tersebut.

Harapan untuk mengakhiri konflik muncul ketika perang telah berlangsung selama tujuh bulan dan mulai berdampak pada persediaan amunisi Amerika Serikat. Laporan CBO menyebutkan bahwa hingga dua pertiga stok rudal pencegat AS telah digunakan, sementara pengisian kembali persediaan itu membutuhkan waktu setidaknya lima tahun.

Ke depan, perkembangan kemungkinan kesepakatan AS-Iran serta pertemuan Trump dengan para pemimpin negara Teluk akan menjadi perhatian utama. Kedua agenda tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah konflik dan strategi kawasan setelah perang berakhir.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment