Zohran Mamdani Apresiasi Transportasi Publik Jakarta yang Disubsidi Pemerintah Daerah

Wali Kota New York, Amerika Serikat, Zohran Mamdani, menyampaikan apresiasi terhadap upaya Jakarta dalam mengembangkan transportasi publik dan mengatasi kemacetan. Hal itu disampaikan saat Mamdani berbincang dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam sebuah video yang diunggah Pramono melalui media sosial pada Senin (21/9).

Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas sejumlah persoalan perkotaan, terutama kemacetan, konektivitas transportasi, serta dukungan pemerintah terhadap masyarakat yang menggunakan layanan publik. Mamdani secara khusus menanyakan langkah yang diambil Jakarta untuk menghadapi tingginya mobilitas warga di kawasan metropolitan.

Mamdani Tanyakan Strategi Jakarta Atasi Kemacetan

Mamdani mengatakan bahwa kemacetan menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi Jakarta. Ia kemudian meminta Pramono menjelaskan kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.

“Dan saya ingin tahu yang Anda katakan adalah masalah utama Jakarta adalah kemacetan, langkah apa yang Anda ambil untuk mengatasi kemacetan itu?” tanya Mamdani.

Menjawab pertanyaan tersebut, Pramono menjelaskan kondisi demografi dan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi metropolitan Jakarta. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disampaikannya, populasi kawasan aglomerasi metropolitan Jakarta mencapai 42 juta jiwa.

Selain jumlah penduduk yang besar, Jakarta juga menghadapi pergerakan warga dari daerah penyangga. Pramono menyebut sekitar 4 juta orang melakukan perjalanan pulang-pergi menuju Jakarta hampir setiap hari. Mobilitas tersebut berasal dari sejumlah wilayah seperti Depok, Bogor, dan Bekasi.

Transjabodetabek hingga MRT Diperkuat

Pramono menyebut salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka layanan bus Transjabodetabek. Layanan ini tidak hanya ditujukan untuk melayani perjalanan di dalam wilayah Jakarta, tetapi juga menghubungkan ibu kota dengan kawasan penyangga di sekitarnya.

“Pertama-tama saya membuka layanan bus Transjabodetabek, di mana bukan hanya melayani Jakarta, tapi zona penyangga,” ujar Pramono.

Dalam penjelasannya, Pramono juga memaparkan sejumlah moda transportasi publik yang tersedia di Jakarta. Sistem tersebut mencakup Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), Light Rail Transit (LRT), serta Mass Rapid Transit (MRT).

Menurut Pramono, keberadaan berbagai moda transportasi tersebut mendukung peningkatan konektivitas di Jakarta. Ia menyampaikan bahwa tingkat konektivitas transportasi Jakarta saat ini telah mencapai lebih dari 93 persen.

Layanan Gratis untuk Kelompok Tertentu

Pramono menambahkan, cakupan konektivitas tersebut juga memperhatikan kebutuhan kelompok masyarakat tertentu. Kelompok yang disebut mencakup lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Ia mengatakan layanan transportasi bagi kelompok tersebut diberikan secara gratis. Kebijakan itu dibiayai melalui subsidi dari Pemerintah Provinsi Jakarta.

“Semuanya gratis untuk mereka,” kata Pramono.

Pernyataan tersebut menarik perhatian Mamdani. Ia kemudian memastikan apakah layanan gratis itu memang disubsidi oleh pemerintah daerah Jakarta atau pemerintah pusat.

“Gratis?” tanya Mamdani.

“Gratis. Ini semua disubsidi oleh pemerintah Jakarta,” jawab Pramono.

Mamdani kembali bertanya untuk memastikan sumber pembiayaan layanan tersebut. Pramono menegaskan bahwa subsidi berasal dari pemerintah lokal Jakarta.

“Pemerintah Jakarta atau pemerintah pusat?” tanya Mamdani.

“Pemerintah lokal [Jakarta],” respons Pramono.

Mendengar penjelasan itu, Mamdani memberikan apresiasi. Ia menganggap kebijakan subsidi transportasi yang ditanggung pemerintah lokal tersebut sebagai langkah yang luar biasa.

“Itu luar biasa,” ujar Mamdani sembari menganggukkan kepala.

Pertemuan Berlangsung dalam Agenda U20

Pramono berada di New York atas undangan Mamdani untuk menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 di Amerika Serikat. Pertemuan tersebut berlangsung pada 19-21 September 2026 dan dipimpin bersama oleh Kota New York serta Los Angeles.

U20 merupakan engagement group G20 yang mempertemukan para pemimpin kota besar. Forum ini membahas berbagai isu perkotaan, termasuk perumahan terjangkau, aksi iklim, ketahanan kota, serta mobilitas manusia.

Sebagai co-chair U20 2026, Zohran Mamdani menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang untuk membangun kerja sama konkret antarkota. Percakapan dengan Pramono menunjukkan bahwa pengalaman Jakarta dalam mengembangkan transportasi publik menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam agenda tersebut.

Kesimpulan

Apresiasi Zohran Mamdani terhadap sistem transportasi publik Jakarta mencerminkan perhatian terhadap upaya pemerintah daerah dalam menghadapi kemacetan dan tingginya mobilitas warga di kawasan metropolitan. Pengembangan Transjabodetabek, keberadaan berbagai moda transportasi, serta subsidi bagi kelompok tertentu menjadi bagian dari strategi yang dipaparkan Pramono Anung.

Ke depan, forum U20 diharapkan terus menjadi ruang pertukaran pengalaman dan kerja sama antarkota dalam menghadapi persoalan perkotaan. Pembahasan mengenai transportasi, mobilitas, dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dapat menjadi dasar bagi penguatan kolaborasi antara Jakarta, New York, dan kota-kota besar lainnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment