Bitcoin Tembus US$86 Ribu, Sinyal Crypto Winter Berakhir Mulai Menguat
Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan signifikan setelah menembus level US$86 ribu per koin pada perdagangan Senin (21/9). Kenaikan tersebut melanjutkan reli tajam yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir dan mendorong investor untuk menilai kembali kondisi pasar aset kripto.
Bitcoin sempat menyentuh US$86.349 per keping, atau menjadi level tertinggi sejak akhir Januari. Meski demikian, harga tersebut masih berada cukup jauh di bawah rekor tertinggi Bitcoin yang pernah menembus US$126 ribu pada Oktober 2025.
Pergerakan terbaru ini memunculkan pertanyaan penting di kalangan pelaku pasar: apakah periode crypto winter telah berakhir dan pasar aset digital mulai memasuki fase pemulihan yang lebih kuat?
Bitcoin Menguat Lebih dari 8 Persen dalam Sepekan
Crypto winter merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode ketika harga aset kripto mengalami tekanan secara berkepanjangan. Setelah mencapai rekor tertinggi, Bitcoin sempat menghadapi penurunan dan tekanan pasar yang membuat investor berhati-hati.
Namun, tren harga dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan gambaran berbeda. Walaupun nilai Bitcoin masih tercatat turun sepanjang tahun ini, aset tersebut telah menguat lebih dari 8 persen dalam sepekan terakhir. Dalam periode tiga bulan, kenaikannya bahkan mencapai sekitar 34 persen.
Penguatan tersebut menjadi salah satu alasan investor mulai mempertimbangkan kemungkinan berakhirnya fase penurunan panjang. Kendati demikian, Bitcoin masih belum kembali mendekati rekor tertingginya sehingga arah pergerakan selanjutnya tetap menjadi perhatian utama pasar.
Bitwise Sebut Pasar Mulai Memasuki “Crypto Spring”
Chief Investment Officer Bitwise Matt Hougan menilai tekanan panjang yang dialami pasar kripto kemungkinan telah berakhir. Ia menggambarkan kondisi terbaru sebagai crypto spring, sebuah istilah yang merujuk pada awal fase pemulihan setelah musim dingin kripto.
“Saya memang berpikir ini sudah berakhir. Ini adalah crypto spring, bunga krokus mulai bermekaran,” kata Hougan kepada CNBC dalam program Squawk Box Europe.
Menurut Hougan, perkembangan tersebut bahkan dapat menjadi awal dari pasar bullish yang paling kuat dan paling panjang dalam sejarah kripto. Pandangan itu didasarkan pada perbaikan fundamental industri, meski harga Bitcoin sebelumnya masih berada di bawah tekanan.
Fundamental Blockchain Dinilai Terus Membaik
Hougan mengatakan kondisi pasar saat ini tergolong tidak biasa. Harga Bitcoin mengalami penurunan secara siklus, tetapi fundamental industri justru disebut membaik secara struktural.
Ia merujuk pada meningkatnya jumlah transaksi di berbagai jaringan blockchain serta semakin besarnya keterlibatan perusahaan-perusahaan besar, termasuk BlackRock. Menurutnya, peningkatan fundamental tersebut berpotensi mendorong harga untuk mengejar pertumbuhan yang telah terjadi di dalam ekosistem kripto.
Hougan memperkirakan dampak perbaikan fundamental itu dapat tercermin pada harga Bitcoin menjelang akhir tahun. Namun, proyeksi tersebut tetap bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan momentum penguatan yang berlangsung saat ini.
Analis Melihat Peluang Bitcoin Menuju US$90 Ribu
Peluang kenaikan Bitcoin juga disoroti oleh analis BTIG pada pekan lalu. Analis tersebut menyatakan bahwa selama Bitcoin mampu bertahan di atas level US$75 ribu, harga aset kripto itu berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$82 ribu dan kemudian US$90 ribu.
Prediksi tersebut menunjukkan bahwa level US$75 ribu menjadi salah satu titik penting yang perlu diperhatikan investor. Jika mampu dipertahankan, level tersebut dapat menjadi dasar bagi reli lanjutan. Sebaliknya, perubahan arah harga tetap mungkin terjadi apabila tekanan jual kembali meningkat.
Penguatan Bitcoin juga diikuti kenaikan saham-saham yang berkaitan dengan industri kripto. Saham Strategy dan Coinbase tercatat menguat dalam perdagangan yang sama, menunjukkan bahwa sentimen positif tidak hanya terjadi pada aset digital, tetapi juga merambah perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan sektor tersebut.
Perkembangan Regulasi AS Menjadi Perhatian
Reli Bitcoin berlangsung setelah Senat Amerika Serikat memblokir Clarity Act pada pekan lalu. Undang-undang tersebut dirancang untuk membentuk kerangka regulasi aset kripto di AS serta membagi kewenangan pengawasan industri antara Securities and Exchange Commission atau SEC dan Commodity Futures Trading Commission atau CFTC.
Regulasi yang lebih jelas di AS, termasuk Genius Act yang disahkan tahun lalu, sebelumnya dinilai telah memberikan dukungan terhadap harga aset kripto. Namun, kegagalan Clarity Act untuk disahkan ternyata juga masih dapat dipandang sebagai faktor yang mendukung pasar.
Untuk sementara, SEC dan CFTC akan menetapkan aturan bagi industri kripto. Hougan menilai kedua lembaga tersebut saat ini memiliki sikap yang sangat mendukung aset digital. Karena itu, ia berpendapat bahwa tanpa pengesahan Clarity Act, industri mungkin justru memperoleh regulasi yang lebih pro-kripto.
Dana Investor Mulai Berputar dari Saham AI ke Kripto
Selain faktor harga dan regulasi, Hougan melihat adanya perubahan arah aliran dana investor. Menurutnya, sebagian investor mulai mengalihkan dana dari saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau AI kembali ke aset kripto.
Ledakan investasi di sektor AI sebelumnya menyerap sebagian besar perhatian investor yang berorientasi pada momentum. Namun, ketika tren tersebut mulai mereda, dana yang sebelumnya mengalir ke saham AI dinilai mulai berputar kembali ke pasar kripto.
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin hingga menembus US$86 ribu menjadi sinyal positif bagi pasar aset digital setelah mengalami tekanan berkepanjangan. Penguatan lebih dari 8 persen dalam sepekan dan 34 persen dalam tiga bulan terakhir turut memperkuat spekulasi bahwa fase crypto winter mungkin telah berakhir.
Perbaikan fundamental blockchain, keterlibatan perusahaan besar, perkembangan regulasi di Amerika Serikat, serta perputaran dana dari saham AI menjadi sejumlah faktor yang mendukung optimisme pasar. Meski demikian, Bitcoin masih berada di bawah rekor tertingginya. Investor tetap perlu mencermati kemampuan harga bertahan di level penting, terutama US$75 ribu, sebelum menilai peluang menuju US$90 ribu.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment