Empat Penguin Humboldt di Kebun Binatang Jepang Mati Beruntun akibat Malaria Burung

Yagiyama Zoological Park di Sendai, Jepang, tengah menghadapi kabar duka setelah empat penguin Humboldt koleksinya mati secara beruntun akibat malaria burung atau avian malaria. Keempat penguin tersebut meninggal dalam rentang waktu 9 hingga 19 Juli 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian karena seluruh kematian terjadi dalam waktu singkat dan tidak disertai tanda-tanda penyakit yang terlihat sejak awal.

Hasil penyelidikan Universitas Iwate yang diumumkan pada Jumat, 14 Agustus, menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian keempat penguin adalah malaria burung yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit tersebut dapat menyerang burung dengan cepat, bahkan ketika gejala awal belum tampak jelas.

Empat Penguin Mati dalam Rentang Sepuluh Hari

Keempat penguin Humboldt di Yagiyama Zoological Park mati antara 9 dan 19 Juli 2026. Pihak kebun binatang menyebutkan, tidak satu pun dari penguin tersebut menunjukkan tanda-tanda sakit hingga sehari sebelum kematiannya. Kondisi ini membuat perkembangan penyakit sulit dideteksi sejak dini.

Temuan tersebut disampaikan setelah dilakukan penyelidikan oleh Universitas Iwate. Berdasarkan hasil pemeriksaan, malaria burung menjadi faktor utama yang menyebabkan kematian seluruh penguin tersebut. Penyakit ini dikenal dapat berkembang secara cepat, mulai dari kondisi tanpa gejala hingga berujung pada kematian.

Malaria Burung Ditularkan melalui Gigitan Nyamuk

Malaria burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan melalui nyamuk. Nyamuk dapat memperoleh parasit tersebut setelah menggigit burung yang telah terinfeksi. Selanjutnya, parasit dapat berpindah kepada burung lain melalui gigitan nyamuk yang sama.

Penularan melalui nyamuk membuat lingkungan sekitar kandang menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit di area kebun binatang.

Meski menggunakan nyamuk sebagai perantara, malaria burung tidak dapat menular kepada manusia. Penyakit ini berkaitan dengan infeksi pada burung, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir tertular dari penguin yang terinfeksi.

Kebun Binatang Siapkan Langkah Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Yagiyama Zoological Park berencana mendesain ulang kandang penguin. Salah satu fokus utama perubahan tersebut adalah mencegah terbentuknya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Setelah berbagai langkah pencegahan dilakukan, pihak kebun binatang akan membuka kembali pameran penguin. Pembukaan kembali tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kandang serta upaya pengendalian risiko penularan malaria burung.

Sebelumnya, pada September 2025, Yagiyama Zoological Park tercatat memelihara enam penguin Humboldt. Dengan kematian empat penguin dalam waktu berdekatan, jumlah koleksi penguin di kebun binatang tersebut berkurang secara signifikan. Kendati demikian, pihak kebun binatang menyatakan belum memiliki rencana konkret untuk mendatangkan penguin baru dalam waktu dekat.

Mengenal Penguin Humboldt

Penguin Humboldt merupakan spesies yang banyak ditemukan di sepanjang pesisir Peru dan Chile, Amerika Selatan. Berbeda dari penguin yang hidup di wilayah lebih dingin seperti Antarktika, spesies ini dianggap memiliki kemampuan beradaptasi lebih baik terhadap iklim yang lebih hangat.

Kemampuan adaptasi tersebut membuat penguin Humboldt dapat dipelihara di kebun binatang yang berada di luar habitat aslinya. Di Indonesia, penguin Humboldt antara lain dapat dilihat di Taman Safari Bogor dan Seaworld Ancol.

Kesimpulan

Kematian empat penguin Humboldt di Yagiyama Zoological Park disebabkan oleh malaria burung yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit tersebut dapat berkembang dengan cepat tanpa gejala awal yang mudah dikenali, meskipun tidak menular kepada manusia.

Ke depan, desain ulang kandang dan pencegahan genangan air menjadi langkah penting bagi kebun binatang untuk mengurangi risiko berkembang biaknya nyamuk. Yagiyama Zoological Park juga akan membuka kembali pameran penguin setelah upaya pencegahan disiapkan, sementara rencana mendatangkan penguin baru belum ditetapkan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment