Hari Keempat Pencarian KM Virgo Transport 8, Sebanyak 129 Korban Masih Belum Ditemukan
Basarnas melaporkan sebanyak 129 orang yang berada di KM Virgo Transport 8 masih belum ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian, Rabu (16/9). Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan terbalik di perairan Laut Jawa setelah hilang kontak dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, tim SAR belum menemukan korban baru yang dapat dievakuasi pada hari keempat pencarian. Meski demikian, petugas tetap menemukan sejumlah atribut dan barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun kapal.
129 Orang Masih Dalam Pencarian
Dalam konferensi pers pada Rabu malam, Syafii menyampaikan bahwa operasi pencarian belum menghasilkan penemuan korban tambahan. Barang-barang yang ditemukan di laut telah diambil oleh tim SAR laut untuk ditindaklanjuti.
“Hari ini hari keempat, kita belum mendapatkan korban yang baru untuk bisa kita evakuasi,” kata Syafii.
Ia menjelaskan, temuan pada operasi hari itu berupa beberapa bagian, atribut, atau barang lain yang diduga berkaitan dengan KM Virgo Transport 8 dan para korban. Namun, Basarnas belum memerinci jenis barang yang telah ditemukan tersebut.
Pencarian Bawah Laut Terkendala Arus Deras
Basarnas menghadapi kendala dalam melanjutkan pencarian bawah laut atau underwater. Tim penyelam sebenarnya telah diterjunkan untuk menyisir area di sekitar lokasi kapal. Akan tetapi, kondisi arus laut yang sangat deras membuat proses penyelaman tidak dapat dilanjutkan demi alasan keselamatan.
Menurut Syafii, kecepatan arus di lokasi pencarian berada di atas 6 knot dan bahkan mendekati 7 knot. Kondisi tersebut jauh melampaui batas kecepatan arus yang direkomendasikan untuk kegiatan penyelaman, yakni di bawah 1,5 knot.
Karena itu, para penyelam yang telah diturunkan harus segera ditarik kembali. Basarnas menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan operasi pencarian.
Basarnas Siapkan Rencana Salvage
Apabila pencarian bawah laut belum dapat dilakukan karena faktor cuaca dan kondisi perairan, Basarnas menyiapkan opsi salvage. Langkah tersebut dilakukan dengan membalikkan posisi badan KM Virgo Transport 8 agar tim dapat melakukan pencarian di dalam kapal.
Proses Melibatkan Para Ahli
Syafii menjelaskan, sejumlah ahli dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri, telah tiba di Banjarmasin untuk membahas rencana salvage. Para ahli tersebut akan terlebih dahulu melakukan observasi udara guna mengetahui kondisi kapal dan lokasi kejadian.
Setelah observasi, tim akan melakukan asesmen untuk menentukan langkah yang paling tepat. Hasil asesmen kemudian dibahas dalam rapat koordinasi untuk menentukan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
Peralatan yang diperlukan dapat didatangkan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, maupun lokasi lain, sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan operasi di lapangan.
Salvage Diperkirakan Memakan Waktu 24 Jam
Berdasarkan keterangan awal para ahli, proses salvage diperkirakan dapat berlangsung sekitar 24 jam. Namun, durasi tersebut masih bergantung pada kondisi kapal, cuaca, arus, serta berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lokasi.
Basarnas juga menegaskan bahwa kapal baru akan ditarik untuk kepentingan investigasi setelah proses pencarian dan evakuasi dipastikan selesai. Dengan demikian, prioritas utama saat ini tetap menemukan dan mengevakuasi korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Kronologi Hilang Kontak KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Kapal itu disebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Hingga Senin (14/9), sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian hingga memasuki hari keempat operasi SAR.
Kesimpulan
Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 masih menghadapi tantangan berat akibat arus laut yang mencapai hampir 7 knot. Kondisi tersebut membuat penyelaman bawah laut belum memungkinkan untuk dilakukan secara aman. Sebagai langkah alternatif, Basarnas mulai menyiapkan rencana salvage dengan melibatkan para ahli dari dalam dan luar negeri.
Ke depan, hasil observasi udara dan asesmen para ahli akan menjadi dasar penentuan langkah operasi berikutnya. Basarnas memperkirakan proses pembalikan kapal dapat berlangsung sekitar 24 jam, meski waktunya dapat berubah sesuai kondisi di lapangan. Pencarian dan evakuasi terhadap 129 orang yang masih belum ditemukan tetap menjadi prioritas utama sebelum kapal ditarik untuk kepentingan investigasi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment