Tim DVI Polri Pastikan Korban KM Virgo Transport 8 Tetap Diidentifikasi Selama Kondisi Jasad Memungkinkan

JAKARTA — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan identifikasi korban insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Pusdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, memastikan korban yang meninggal dunia tetap akan diidentifikasi selama kondisi jasad masih memungkinkan untuk diperiksa.

Hingga Rabu (16/9), sebanyak 114 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 129 korban lainnya masih dalam pencarian. Proses identifikasi menjadi bagian penting dalam penanganan kecelakaan kapal tersebut, terutama untuk memastikan kepastian identitas korban bagi keluarga.

Identifikasi Korban Bergantung pada Kondisi Jasad

Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan bahwa batas utama dalam proses identifikasi korban meninggal adalah kondisi pembusukan jasad. Menurut dia, jasad yang berada di dalam air dapat mengalami proses pembusukan lebih cepat.

“Batasannya proses pembusukan. Di dalam air jasad akan lebih cepat membusuk. Biasanya di atas lima hari sudah mulai ada bagian yang rusak,” kata Hastry dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Meski demikian, kepolisian tetap memastikan proses identifikasi dilakukan terhadap korban yang ditemukan, sepanjang kondisi jasad belum melewati batas yang menyulitkan pemeriksaan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan resmi terhadap para korban KM Virgo Transport 8.

Tim DVI Dikerahkan untuk Membantu Proses Identifikasi

Hastry menyampaikan bahwa Tim DVI Indonesia telah dilibatkan dalam pencarian dan identifikasi korban. Tim tersebut berada di setiap kepolisian daerah atau Polda di bawah koordinasi bidang kedokteran dan kesehatan.

Dalam insiden KM Virgo Transport 8, seluruh anggota DVI disebut siap memberikan kontribusi. Kepolisian juga akan bekerja bersama tim pencarian dan pertolongan serta instansi terkait lainnya agar proses penanganan korban dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Posko Post Mortem Dibuka di Surabaya dan Banjarmasin

Untuk mendukung proses identifikasi, tim DVI di Surabaya dan Banjarmasin telah membuka posko Post Mortem. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya pengumpulan serta pemeriksaan data yang berkaitan dengan korban.

Tim DVI akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas dalam proses identifikasi. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah instansi terkait yang terlibat dalam penanganan insiden kapal tersebut.

Data Keluarga dan Properti Korban Dibutuhkan

Dalam proses identifikasi, tim DVI juga membutuhkan dukungan dari keluarga korban. Data mengenai korban sebelum musibah, termasuk properti atau barang milik yang dapat membantu proses pengenalan, dinilai bermanfaat bagi petugas di lapangan.

Hastry mengatakan informasi dari keluarga dan properti korban dapat digunakan untuk mendukung proses identifikasi. Karena itu, sinergi antara tim DVI dan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memastikan identitas korban.

Pengumpulan data tersebut dilakukan bersamaan dengan proses pencarian korban yang masih berlangsung. Dengan adanya informasi pembanding dari keluarga, tim di lapangan memiliki data tambahan untuk menunjang pemeriksaan terhadap korban yang ditemukan.

Operasi SAR Diperluas di Laut Jawa

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kapal itu disebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Pada hari keempat operasi SAR, Basarnas memperluas area pencarian untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah aset dari Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa penyisiran di laut diperluas hingga 6.120 mil laut persegi.

Area pencarian tersebut dibagi menjadi enam sektor. Masing-masing sektor memiliki luas sekitar 1.020 mil laut persegi. Perluasan wilayah penyisiran dilakukan dalam rangka mendukung pencarian terhadap 129 korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Kesimpulan

Tim DVI Polri memastikan proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8 tetap dilakukan selama kondisi jasad belum mengalami pembusukan yang menghambat pemeriksaan. Untuk mendukung upaya tersebut, posko Post Mortem telah dibuka di Surabaya dan Banjarmasin, sementara koordinasi dengan Basarnas, instansi terkait, dan keluarga korban terus dilakukan.

Di sisi lain, operasi SAR masih berlanjut dengan wilayah pencarian yang diperluas hingga 6.120 mil laut persegi. Pencarian dan identifikasi korban akan terus menjadi fokus utama hingga seluruh informasi mengenai korban yang ditemukan maupun yang masih hilang dapat dipastikan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment