Kebakaran Hanguskan 150 Rumah Adat Sade di Lombok Tengah, 700 Warga Terdampak
Lombok Tengah, NTB — Rumah-rumah adat Sade di Desa Rambitan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terbakar pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 22.00 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 150 rumah yang berada di kawasan permukiman adat tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena rumah-rumah yang terbakar merupakan bagian dari permukiman adat Sade. Selain memiliki nilai sebagai tempat tinggal, kawasan tersebut juga dihuni oleh masyarakat yang masih memiliki hubungan dalam satu garis keturunan.
Kebakaran Melanda Permukiman Adat Sade
Api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah yang berada di bagian tengah permukiman. Setelah itu, kobaran api merembet ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu, bambu, dan ilalang diduga membuat api mudah menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.
Dalam waktu yang tidak disebutkan secara rinci, kebakaran tersebut meluas hingga menghanguskan sekitar 150 rumah. Bangunan-bangunan yang berada dalam satu kawasan permukiman terdampak oleh kejadian tersebut.
Sekitar 700 Warga Menghuni Rumah yang Terbakar
Sekitar 150 rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh kurang lebih 700 warga. Para penghuni rumah-rumah tersebut masih memiliki hubungan dalam satu garis keturunan. Keterangan ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga pada komunitas warga yang tinggal dalam satu lingkungan kekerabatan.
Dengan jumlah rumah dan penghuni yang terdampak, kebakaran di permukiman adat Sade menjadi peristiwa besar bagi masyarakat Desa Rambitan. Namun, informasi yang tersedia belum merinci kondisi warga setelah kebakaran maupun penanganan lanjutan terhadap rumah-rumah yang hangus.
Material Bangunan Membuat Api Cepat Merembet
Rumah-rumah adat yang terbakar sebagian besar dibuat dari kayu, bambu, dan ilalang. Material tersebut disebut menjadi bagian dari bangunan rumah di permukiman Sade. Ketika api diduga bermula dari salah satu rumah di bagian tengah, kobaran kemudian merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Rangkaian kejadian tersebut masih berdasarkan dugaan awal mengenai titik munculnya api. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyelidikan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski menghanguskan sekitar 150 rumah dan berdampak pada sekitar 700 warga, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Informasi ini menjadi hal penting di tengah besarnya kerusakan yang terjadi di kawasan permukiman adat Sade.
Adapun penyebab kebakaran masih diselidiki. Proses tersebut diperlukan untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul serta faktor yang menyebabkan kobaran api merembet ke bangunan-bangunan lain di permukiman tersebut.
Kesimpulan
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 22.00 WITA menghanguskan sekitar 150 rumah adat Sade di Desa Rambitan, Lombok Tengah, NTB. Api diduga berasal dari salah satu rumah di bagian tengah permukiman dan kemudian merembet ke bangunan lain yang mayoritas terbuat dari kayu, bambu, dan ilalang.
Sekitar 700 warga dari satu garis keturunan terdampak oleh kebakaran tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sementara penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan. Ke depan, hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber kebakaran dan kronologi lengkap peristiwa yang melanda permukiman adat Sade tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment