Kesaksian Penumpang Selamat Kapal Virgo Transport 8: Detik-Detik Kapal Miring hingga Tenggelam
BANJARMASIN – Penumpang selamat Kapal Virgo Transport 8, Ahmad Saudi, menceritakan detik-detik mencekam ketika kapal yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin tiba-tiba miring hingga akhirnya tenggelam di laut. Ahmad mengaku situasi berlangsung sangat cepat sehingga para penumpang harus berusaha menyelamatkan diri dalam kondisi panik.
Ahmad merupakan salah satu penumpang yang berhasil dievakuasi ke Banjarmasin menggunakan kapal MV Haida. Ia ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu (13/9). Kepada detikKalimantan, Ahmad mengatakan dirinya sedang tidur di kursi ketika insiden tersebut terjadi.
Terbangun karena Penumpang Berlarian
Ahmad menuturkan, dirinya terbangun setelah mendengar dan melihat sejumlah orang berlarian di dalam kapal. Awalnya, ia bertanya mengenai penyebab kepanikan tersebut. Namun, ia segera menyadari bahwa kapal yang ditumpanginya benar-benar mulai miring.
“Kejadiannya sangat singkat. Waktu saya tidur di kursi, orang berlarian. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan,” ujar Ahmad.
Dalam situasi yang semakin kacau, Ahmad berusaha mencari pegangan untuk mempertahankan diri. Ia kemudian berpegangan pada bagian jendela ketika kemiringan kapal bertambah secara cepat.
Berpindah ke Bagian Atas Kapal
Menurut Ahmad, kondisi kapal yang terus miring membuatnya harus berpindah ke bagian atas. Ia berusaha bertahan selama mungkin sembari menunggu adanya sarana penyelamatan yang dapat digunakan untuk meninggalkan kapal.
Ahmad menyebut, sebuah perahu karet akhirnya dilepaskan ke laut. Setelah memastikan perahu tersebut tersedia, ia memutuskan untuk melompat ke dalamnya ketika kapal mulai tenggelam.
“Langsung saya lari ke bawah, terus saya ke jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring. Abis miring, saya naik ke atas, nunggu sampai kapal tenggelam. Baru ada kapal karet itu keluar, baru saya loncat,” katanya.
Ahmad Menduga Penumpang di Kamar Kesulitan Menyelamatkan Diri
Ahmad juga menyampaikan kesaksiannya mengenai kondisi penumpang lain saat kapal mulai miring. Ia menyebut masih banyak penumpang yang berada di kamar-kamar kelas ekonomi. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar penumpang di area tersebut merupakan perempuan dan anak-anak.
Ia menduga sejumlah penumpang di kamar ekonomi mengalami kesulitan untuk keluar karena kemiringan kapal berlangsung terlalu cepat. Sementara itu, penumpang laki-laki yang berada di luar kamar disebut lebih cepat berupaya menyelamatkan diri.
“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan supir-supir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar,” tutur Ahmad.
Bertahan Tiga Jam di Tengah Ombak Besar
Ahmad memperkirakan insiden kapal Virgo Transport 8 terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Meski telah berhasil masuk ke perahu karet, ia belum langsung berada dalam kondisi aman. Perahu yang ditumpanginya masih terombang-ambing akibat angin dan gelombang laut yang besar.
Ia mengaku berada di perahu karet selama sekitar tiga jam dan terus dihantam ombak. Kondisi tersebut membuat proses penyelamatan menjadi semakin menegangkan.
“Cuacanya angin, (gelombang) terasa. Wong saya di kapal karet itu aja 3 jam dihantam ombak. Wis pokoknya gelombangnya besar, tinggi. Untung saya sudah loncat di karet itu,” kata Ahmad.
153 Penumpang Dievakuasi
Sejumlah penumpang Kapal Virgo Transport 8 dievakuasi menggunakan beberapa kapal penolong menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berdasarkan data terakhir hingga pukul 17.00 Wita, sebanyak 153 penumpang telah dievakuasi dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Salah satu kapal penyelamat, MV Haida, bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada pukul 18.00 Wita. Kapal tersebut tercatat membawa 69 penumpang selamat.
Selain MV Haida, proses evakuasi juga melibatkan TB TCP, TB Mauhan, dan KM Cahaya Bahari. Hingga pukul 14.30 Wita, terdapat enam korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi. Lima korban diangkut menggunakan TB TCP, sedangkan satu korban lainnya dibawa oleh TB Mauhaw.
Kesimpulan
Kesaksian Ahmad Saudi menggambarkan cepatnya kapal Virgo Transport 8 miring hingga tenggelam serta kondisi sulit yang dihadapi penumpang saat berusaha menyelamatkan diri. Ia berhasil bertahan dengan berpegangan pada bagian kapal, berpindah ke area atas, lalu melompat ke perahu karet sebelum akhirnya dievakuasi ke Banjarmasin.
Data evakuasi menunjukkan ratusan penumpang telah ditemukan dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Proses penanganan dan pendataan korban masih menjadi bagian penting setelah insiden tersebut, sementara informasi mengenai kondisi penumpang lainnya dapat terus diperbarui berdasarkan hasil evakuasi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment