Puan Maharani Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Warga dalam Kerusuhan Pejompongan

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh peristiwa meninggalnya seorang warga dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Barat. Insiden tersebut berlangsung setelah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/8) malam.

Puan menegaskan bahwa penyelidikan diperlukan untuk mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Ia juga meminta agar persoalan tersebut diselesaikan dengan sebaik-baiknya oleh pihak yang berwenang.

Puan Minta Penyelidikan Kematian Warga Dilakukan Secara Tuntas

Puan menyampaikan permintaan itu saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, pada Selasa (1/9). Menurutnya, seluruh fakta terkait insiden tersebut perlu ditelusuri oleh aparat penegak hukum. Ia berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan menghasilkan penyelesaian yang tepat.

“Ya kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas dan kita lihat apa yang terjadi dan ya dituntaskan dengan sebaik-baiknya,” kata Puan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Polda Metro Jaya mengonfirmasi adanya satu korban jiwa dalam kerusuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR. Korban disebut berada di kawasan Pejompongan ketika situasi kerusuhan masih berlangsung.

Puan Tidak Menjelaskan Detail soal GRIB Jaya

Dalam kesempatan itu, Puan tidak memberikan penjelasan secara rinci ketika ditanya mengenai keberadaan organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya saat kericuhan terjadi. Ia memilih kembali menekankan pentingnya penyelidikan terhadap peristiwa meninggalnya warga tersebut.

Puan juga mengingatkan bahwa sejak awal pihaknya telah meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib. Ia menilai aksi unjuk rasa seharusnya tidak berkembang menjadi keributan ataupun menyebabkan kerusakan.

“Dari awal kami kan sudah meminta bahwa aspirasi itu supaya dilaksanakan dengan tertib dan jangan sampai kemudian terjadi keributan apalagi pengrusakan. Jadi kami meminta pada aparat terkait bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Puan.

Kronologi Evakuasi Korban Menurut Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya sebelumnya menyampaikan adanya satu warga yang meninggal dunia akibat insiden kerusuhan pascaunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis malam. Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers pada Jumat (28/8).

Budi mengawali keterangannya dengan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga tersebut. Ia mengatakan bahwa peristiwa itu bermula ketika petugas memperoleh informasi mengenai kerusuhan yang masih berlangsung di wilayah Pejompongan, Jakarta Barat.

Menurut Budi, petugas tidak dapat langsung melakukan evakuasi karena kondisi di lokasi belum aman. Situasi tersebut membuat proses pertolongan terhadap korban harus menunggu hingga keadaan memungkinkan untuk dilakukan evakuasi.

Korban Dibawa ke Rumah Sakit

Setelah berhasil dievakuasi, korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu berada dalam kondisi pingsan. Petugas kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Budi menjelaskan, korban dibawa ke rumah sakit terdekat, yakni Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo. Namun, korban meninggal dunia ketika sedang menjalani penanganan di rumah sakit tersebut.

“Rumah sakit terdekat adalah RS Angkatan Laut Mintoharjo, tapi pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia,” jelas Budi.

Penegakan Hukum Dinilai Penting

Permintaan Puan agar kasus ini diusut tuntas menunjukkan pentingnya kejelasan mengenai rangkaian kejadian yang berlangsung di Pejompongan. Penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan situasi yang terjadi, proses evakuasi korban, serta berbagai hal yang berkaitan dengan insiden tersebut berdasarkan fakta dan keterangan yang diperoleh aparat.

Di sisi lain, imbauan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib juga kembali ditekankan. Puan meminta agar aksi unjuk rasa tidak berujung pada keributan maupun pengrusakan. Menurutnya, aparat terkait perlu menyelesaikan persoalan ini secara menyeluruh dan sebaik-baiknya.

Kesimpulan

Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas meninggalnya seorang warga dalam kerusuhan di Pejompongan setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/8) malam. Polda Metro Jaya menyebut korban sempat dievakuasi dalam kondisi pingsan dan dibawa ke RS Angkatan Laut Mintoharjo, tetapi meninggal dunia saat menjalani penanganan.

Ke depan, penyelidikan aparat diharapkan dapat mengungkap secara jelas peristiwa yang terjadi serta memberikan penyelesaian berdasarkan fakta. Puan juga menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi agar demonstrasi tidak berkembang menjadi kerusuhan atau pengrusakan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment