Sendok Tertelan dan Tersangkut di Kerongkongan, Perempuan 48 Tahun Jalani Penanganan Medis

Kasus tidak biasa terjadi pada seorang perempuan berusia 48 tahun yang harus menjalani penanganan medis setelah sendok yang digunakannya untuk memicu muntah justru tertelan dan tersangkut di kerongkongan. Peristiwa tersebut dilaporkan dalam jurnal Clinical Case Reports melalui artikel berjudul “Unusual Foreign Body, a Spoon, in the Esophagus of a Middle-Aged Female”.

Perempuan yang tidak disebutkan kewarganegaraannya itu awalnya merasa tidak nyaman pada bagian perut. Ia kemudian mencoba membuat dirinya muntah dengan memasukkan sendok ke dalam mulut. Namun, sendok tersebut masuk terlalu dalam hingga tertelan dan berhenti di bagian kerongkongan atau esofagus.

Sendok Masuk Terlalu Dalam hingga Tersangkut

Setelah sendok tertelan, pasien mengalami sejumlah keluhan. Ia merasa sulit menelan, air liur terus keluar, serta merasakan nyeri yang menjalar hingga ke bagian dada. Pemeriksaan di rumah sakit kemudian menunjukkan adanya benda asing berupa sendok yang tersangkut di kerongkongan.

Tim medis sempat mencoba mengeluarkan sendok tersebut saat pasien berada dalam posisi duduk. Namun, upaya itu dihentikan setelah pasien merasakan nyeri pada area laring dan kerongkongan. Kondisi tersebut membuat dokter perlu melakukan prosedur pengangkatan dengan metode yang lebih terkontrol.

Sendok Berukuran Hampir 25 Sentimeter

Dalam prosedur berikutnya, bagian tepi sendok dijepit menggunakan forsep Kelly, yaitu alat pengunci yang digunakan dalam tindakan bedah. Dengan cara tersebut, dokter akhirnya berhasil mengeluarkan sendok dari kerongkongan pasien secara aman.

Ukuran benda yang tertelan itu tergolong besar. Sendok tersebut memiliki panjang 24,8 sentimeter. Sementara itu, bagian cekungnya berukuran sekitar 7,7 × 4,7 × 1,8 sentimeter. Setelah sendok berhasil dikeluarkan, dokter kembali memeriksa bagian laring dan hipofaring untuk memastikan tidak ada benda asing maupun luka lain.

Pasien dinyatakan dalam kondisi stabil dan tidak lagi mengalami keluhan sehingga diperbolehkan pulang. Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan enam hari setelah prosedur juga tidak menemukan masalah khusus pada bagian laring dan faring.

Benda Asing di Kerongkongan Lebih Sering Terjadi pada Anak

Kasus sendok tertelan seperti yang dialami perempuan tersebut termasuk kejadian yang tidak umum pada orang dewasa sehat. Berdasarkan laporan studi dari Korea, benda asing pada laring atau esofagus lebih banyak ditemukan pada anak-anak, terutama mereka yang berusia antara 6 bulan hingga 6 tahun.

Pada orang dewasa, benda asing yang tersangkut di kerongkongan lebih sering berupa makanan, seperti tulang ikan atau tulang ayam. Sementara itu, benda nonmakanan lebih banyak ditemukan pada anak karena mereka masih sering memasukkan berbagai benda ke dalam mulut.

Pada orang dewasa, tertelannya benda nonmakanan umumnya terjadi secara tidak sengaja atau dalam kondisi tertentu. Kerongkongan juga memiliki beberapa bagian yang secara alami lebih sempit. Bagian-bagian tersebut dapat menjadi lokasi benda asing tersangkut, terutama jika benda yang masuk berukuran besar atau memiliki bentuk panjang.

Gejala dan Risiko Benda Asing di Esofagus

Benda yang tersangkut di esofagus dapat menimbulkan berbagai gejala. Keluhan yang mungkin muncul antara lain sulit menelan, nyeri saat menelan, nyeri di belakang tulang dada, tersedak, hingga kesulitan bernapas.

Meski demikian, benda asing tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, keberadaan benda yang tertelan tetap perlu diperiksa, terutama jika seseorang mengetahui atau mencurigai ada benda yang masuk ke saluran pencernaan dan mulai mengalami keluhan setelahnya.

Benda yang berada terlalu lama di dalam kerongkongan juga dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satunya adalah perforasi esofagus, yaitu terbentuknya lubang pada dinding kerongkongan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan medis ketika seseorang mengalami gejala setelah menelan benda tertentu.

Jangan Menarik Benda yang Tersangkut secara Paksa

Kasus ini menjadi pengingat bahwa upaya memicu muntah dengan memasukkan benda ke dalam mulut dapat menimbulkan risiko. Jika benda tersebut justru tertelan atau tersangkut, menariknya secara paksa berpotensi menyebabkan cedera tambahan.

Dalam laporan kasus ini, dokter bahkan menghentikan percobaan awal untuk menarik sendok setelah pasien merasakan nyeri pada laring dan kerongkongan. Penanganan benda asing di saluran pencernaan bergantung pada jenis, ukuran, bentuk, lokasi benda, serta kondisi pasien.

Dokter dapat menggunakan pemeriksaan pencitraan, seperti radiografi, untuk mengetahui keberadaan dan posisi benda tertentu. Beberapa kondisi juga memerlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan endoskopi atau CT scan sebelum tindakan dilakukan.

Kesimpulan

Tertelannya sendok hingga tersangkut di kerongkongan merupakan kasus yang jarang terjadi pada orang dewasa, tetapi dapat menimbulkan risiko serius. Perempuan berusia 48 tahun dalam laporan tersebut berhasil ditangani setelah sendok sepanjang 24,8 sentimeter dikeluarkan menggunakan prosedur medis.

Jika benda berukuran besar, panjang, tajam, atau benda lain yang berpotensi berbahaya tertelan dan menimbulkan keluhan seperti sulit menelan, nyeri dada, tersedak, atau sesak napas, pertolongan medis perlu segera dicari. Penanganan oleh tenaga medis menjadi langkah penting untuk mencegah cedera tambahan maupun komplikasi pada kerongkongan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment