Cristiano Ronaldo Murka, Desak Larangan Seumur Hidup untuk Suporter yang Ejek Diogo Jota

Cristiano Ronaldo mengecam keras perilaku sejumlah suporter Al Taawoun yang mengejek pemain Al Hilal, Ruben Neves, dengan membawa-bawa nama Diogo Jota. Ejekan tersebut dinilai telah melewati batas karena Jota merupakan sahabat dekat Neves sekaligus rekan Ronaldo di tim nasional Portugal yang meninggal dunia dalam kecelakaan.

Insiden itu terjadi setelah Al Hilal meraih kemenangan telak atas Al Taawoun pada akhir pekan lalu. Kekalahan di kandang sendiri membuat suporter Al Taawoun kecewa. Namun, kekecewaan tersebut kemudian dilampiaskan melalui ejekan yang menyinggung tragedi pribadi dan kematian Jota.

Ronaldo Desak Pelaku Dilarang Masuk Stadion

Perilaku suporter Al Taawoun tersebut mengundang reaksi keras dari Ronaldo. Bintang Al Nassr itu menilai liga dan otoritas sepak bola harus mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang menjadikan tragedi pribadi sebagai bahan penghinaan atau provokasi.

Ronaldo bahkan mendesak agar pelaku dijatuhi sanksi larangan menyaksikan pertandingan di stadion seumur hidup. Menurutnya, tindakan seperti itu tidak seharusnya mendapat tempat dalam sepak bola.

“Liga harus mengambil tindakan dan menghukum tegas perilaku suporter seperti ini. Orang-orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh diizinkan lagi memasuki stadion,” kata Ronaldo, dikutip dari Daily Star.

Pernyataan Ronaldo disampaikan karena ia memiliki hubungan dekat dengan Jota. Keduanya pernah menjadi rekan satu tim di tim nasional Portugal. Karena itu, ejekan yang diarahkan kepada Neves dengan membawa nama Jota turut menyentuh sisi emosional Ronaldo.

Respons Ruben Neves terhadap Ejekan Suporter

Ruben Neves juga menunjukkan reaksi ketika mendengar ejekan tersebut dari tribun. Pemain Al Hilal itu merespons dengan memberikan acungan jempol dan tepuk tangan. Setelah itu, Neves menunjuk ke arah langit sebagai bentuk penghormatan kepada Jota.

Usai pertandingan, Neves menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku suporter yang dianggap tidak pantas tersebut. Ia berharap orang-orang yang melontarkan ejekan itu mendapatkan pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

“Saya berharap mereka tidak pergi beribadah lagi setelah apa yang mereka lakukan,” ujar Neves selepas pertandingan.

Reaksi Neves tidak terlepas dari kedekatannya dengan Jota. Neves merupakan salah satu sahabat terdekat Jota dan turut mengusung peti jenazah dalam prosesi pemakaman.

Diogo Jota Meninggal dalam Kecelakaan

Diogo Jota meninggal dunia pada usia 28 tahun setelah mengalami kecelakaan di Spanyol pada Juli 2025. Dalam kecelakaan tersebut, Jota meninggal bersama saudaranya, Andre, yang berusia 25 tahun.

Kepergian Jota meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekannya di dunia sepak bola. Karena itu, penggunaan nama Jota sebagai bahan ejekan dalam pertandingan Al Taawoun melawan Al Hilal dinilai sangat tidak sensitif dan tidak menghormati keluarga maupun orang-orang terdekatnya.

Federasi Arab Saudi Kecam Perilaku Suporter

Federasi Sepak Bola Arab Saudi dan Saudi Pro League kemudian mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Kedua institusi mengecam perilaku sejumlah suporter Al Taawoun yang menjadikan persoalan pribadi sebagai bahan penghinaan.

“Memanfaatkan target pribadi untuk tujuan penghinaan atau provokasi adalah perilaku tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat di sepak bola Saudi,” bunyi pernyataan resmi tersebut.

Pihak berwenang juga menyatakan bahwa komite terkait telah mengidentifikasi perilaku yang dimaksud. Selanjutnya, tindakan akan diambil sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.

“Komite terkait sudah mengidentifikasi perilaku dimaksud dan akan mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku,” lanjut pernyataan itu.

Kesimpulan

Reaksi Cristiano Ronaldo dan Ruben Neves menunjukkan bahwa ejekan yang membawa-bawa kematian Diogo Jota telah melewati batas sportivitas. Kekalahan dalam pertandingan tidak dapat dijadikan alasan untuk menghina pemain atau mengeksploitasi tragedi pribadi.

Dengan adanya kecaman dari Federasi Sepak Bola Arab Saudi dan Saudi Pro League, publik kini menunggu langkah konkret terhadap suporter yang terlibat. Penanganan tegas diharapkan dapat menjaga atmosfer pertandingan tetap sehat sekaligus menegaskan bahwa penghinaan terhadap tragedi kemanusiaan tidak memiliki tempat dalam sepak bola.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment