Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu Tanpa Merusak Permukaannya

Talenan kayu menjadi salah satu perlengkapan dapur yang sering digunakan untuk memotong berbagai bahan makanan, seperti buah, roti, sayuran, daging, dan bawang. Namun, bawang memiliki aroma yang cukup kuat sehingga baunya dapat tertinggal di permukaan talenan, bahkan setelah dicuci.

Aroma tersebut tentu mengganggu, terutama ketika talenan yang sama digunakan kembali untuk memotong buah, roti, atau makanan lain yang tidak memiliki bau tajam. Bau bawang yang sulit hilang bukan tanpa alasan. Struktur kayu yang memiliki serat dan pori-pori membuat cairan serta aroma dari bahan makanan lebih mudah terserap.

Meski demikian, bau bawang pada talenan kayu dapat dikurangi dengan sejumlah cara sederhana. Prosesnya perlu dilakukan secara hati-hati agar talenan tetap bersih tanpa membuat permukaannya rusak atau mudah melengkung.

Kenapa Talenan Kayu Mudah Menyerap Bau Bawang?

Bau bawang menjadi lebih tajam ketika bahan tersebut dipotong atau dihancurkan. Pada proses itu, sel-sel bawang pecah dan menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap. Inilah yang membuat aroma bawang yang sudah dipotong terasa lebih kuat dibandingkan bawang yang masih utuh.

Saat bawang dipotong di atas talenan, cairan yang membawa senyawa aromanya akan menyentuh permukaan kayu. Berbeda dengan kaca atau logam yang memiliki permukaan lebih rapat dan tidak berpori, kayu mempunyai serat serta pori-pori yang dapat menyerap air, minyak, noda, dan aroma makanan.

Cairan bawang juga dapat masuk ke celah serat kayu maupun goresan akibat penggunaan pisau. Aroma yang terperangkap di bagian tersebut dapat keluar secara perlahan. Karena itu, bau bawang masih mungkin tercium meskipun talenan telah dibilas menggunakan air.

Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu

1. Cuci Talenan Segera Setelah Digunakan

Langkah pertama untuk mengurangi bau bawang adalah mencuci talenan sesegera mungkin setelah selesai digunakan. Sisa bawang sebaiknya tidak dibiarkan mengering karena dapat semakin melekat pada permukaan dan masuk ke dalam celah bekas sayatan pisau.

Buang potongan bawang yang masih tersisa, kemudian cuci kedua sisi talenan menggunakan air dan sabun pencuci piring. Gunakan spons untuk menggosok permukaan kayu, terutama pada bagian yang memiliki banyak goresan atau bekas potongan.

Setelah selesai, bilas talenan sampai tidak ada lagi busa maupun sisa sabun. Hindari merendam talenan kayu di dalam wastafel, khususnya dalam waktu lama atau semalaman. Paparan air yang terlalu lama dapat membuat kayu menyerap terlalu banyak air, mengembang, melengkung, atau mengalami kerusakan.

2. Keringkan Talenan dengan Benar

Talenan yang sudah tidak menetes belum tentu benar-benar kering. Karena itu, setelah dicuci, lap kedua sisinya menggunakan kain bersih. Selanjutnya, letakkan talenan dalam posisi berdiri atau miring di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

Posisi tersebut membantu udara menjangkau kedua sisi talenan sehingga proses pengeringan berlangsung lebih merata. Jangan menumpuk talenan yang masih basah atau meletakkannya dalam posisi mendatar terlalu lama. Bagian yang tertutup meja atau talenan lain akan lebih sulit kering.

Kondisi lembap dapat membuat talenan lebih mudah berjamur dan menimbulkan bau apek. Oleh sebab itu, pastikan talenan benar-benar kering sebelum disimpan di dalam lemari dapur.

3. Gunakan Talenan Berdasarkan Fungsinya

Jika talenan sering digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan, pemisahan berdasarkan fungsi dapat dipertimbangkan. Sediakan satu talenan khusus untuk bawang dan bumbu yang memiliki aroma tajam. Gunakan talenan lain untuk memotong buah, roti, atau makanan siap makan.

Cara ini membantu mencegah aroma bawang berpindah ke bahan makanan lain. Pemisahan talenan juga penting untuk membedakan bahan mentah dan makanan yang akan langsung dikonsumsi.

Talenan yang digunakan untuk daging, unggas, dan makanan laut mentah sebaiknya tidak dipakai untuk memotong buah atau sayuran siap makan. Penggunaan silang tersebut dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang. Tidak perlu memiliki terlalu banyak talenan, karena dua atau tiga talenan dengan fungsi yang jelas sudah cukup membantu menjaga kebersihan serta aroma makanan.

4. Bersihkan dengan Garam

Apabila bau bawang masih tertinggal setelah talenan dicuci, garam dapat digunakan sebagai pembersih tambahan. Basahi permukaan talenan sedikit, lalu taburkan garam secara merata. Gosok perlahan menggunakan spons atau kain lembap untuk membantu mengangkat sisa residu di permukaan maupun pada bekas sayatan pisau.

Setelah itu, bilas talenan dengan air bersih dan segera keringkan. Namun, cara ini tidak sebaiknya dilakukan terlalu sering atau dengan tekanan berlebihan. Butiran garam dapat bersifat abrasif sehingga penggosokan berulang berisiko membuat permukaan talenan menjadi semakin kasar.

5. Manfaatkan Potongan Lemon

Lemon juga dapat digunakan sebagai langkah tambahan ketika aroma bawang masih menempel. Setelah talenan dicuci, gosok permukaannya secara perlahan menggunakan potongan lemon. Diamkan sebentar, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

Aroma segar dari lemon dapat membantu mengurangi bau bawang yang tertinggal. Meski begitu, penggunaan lemon tidak berarti talenan boleh dibiarkan dalam kondisi basah lebih lama. Talenan tetap harus segera dibilas dan dikeringkan setelah proses pembersihan selesai.

Kesimpulan

Bau bawang mudah tertinggal pada talenan kayu karena cairan dan senyawa aromanya dapat masuk ke serat, pori-pori, serta goresan bekas pisau. Untuk menguranginya, cuci talenan segera setelah dipakai, jangan merendamnya terlalu lama, dan keringkan dalam posisi berdiri atau miring.

Garam dan lemon dapat digunakan sebagai langkah tambahan, tetapi harus diterapkan secara hati-hati agar permukaan kayu tidak menjadi kasar atau terlalu lama terkena air. Ke depan, penggunaan talenan berdasarkan fungsi, terutama untuk bahan beraroma tajam, makanan mentah, dan makanan siap makan, dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus mencegah aroma bawang berpindah ke bahan makanan lain.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment