Tips Tidur Nyenyak Selama Penerbangan dari Pramugari Berpengalaman
Tidur selama penerbangan bukan perkara mudah bagi sebagian penumpang. Ruang kursi yang terbatas, suara mesin pesawat, cahaya kabin, serta gangguan dari penumpang lain dapat membuat tubuh sulit rileks. Kondisi ini semakin terasa ketika seseorang harus menjalani penerbangan jarak jauh.
Meski demikian, tidur di pesawat dapat menjadi cara untuk mengisi waktu selama perjalanan. Awak kabin yang terbiasa menghabiskan banyak waktu di udara pun memiliki sejumlah cara agar tetap bisa beristirahat. Katie Storck, awak kabin Southwest Airlines yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade, membagikan beberapa tips untuk membantu penumpang tidur lebih nyaman di pesawat.
Pilih Pakaian yang Nyaman dan Fleksibel
Menurut Storck, pakaian menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu tubuh lebih rileks selama penerbangan. Ia menyarankan penumpang mengenakan pakaian berlapis agar lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan suhu di dalam kabin.
Pakaian seperti hoodie dapat digunakan ketika kabin terasa dingin dan dilepas saat suhu mulai terasa panas. Syal berukuran besar juga dapat dimanfaatkan sebagai selimut atau bantal darurat ketika penumpang ingin tidur.
Untuk bagian bawah, celana jogger dan kaus kaki dinilai dapat membuat tubuh terasa lebih santai. Storck juga menyarankan penggunaan sepatu model slip-on. Sepatu jenis ini lebih mudah dilepas tanpa merepotkan penumpang ketika ingin beristirahat di tengah penerbangan.
Gunakan Perlengkapan Tidur yang Mendukung
Perlengkapan tidur yang tepat dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama berada di dalam pesawat. Salah satu benda yang disarankan adalah bantal leher berkualitas. Bantal tersebut dapat menopang leher ketika penumpang tidur dalam posisi duduk dan membantu tubuh terasa lebih segar setelah terbangun.
Andrea Davis, awak kabin Delta di Atlanta, Georgia, juga mengandalkan masker mata berbobot. Menurutnya, butiran pemberat di dalam masker mata dapat membantu penumpang lebih cepat terlelap dengan menghalangi cahaya selama penerbangan. Perlengkapan ini juga dinilai bermanfaat bagi penumpang yang perlu menyesuaikan diri dengan zona waktu berbeda.
Redam Gangguan Suara di Kabin
Selain cahaya, suara juga dapat mengganggu waktu istirahat. Penumpang dapat menggunakan earplug, earbud, atau headphone untuk menciptakan suasana yang lebih tenang. Headphone dapat menjadi pilihan praktis karena bisa digunakan untuk mendengarkan musik atau suara yang menenangkan sambil tidur.
Sesuaikan Waktu Tidur dengan Tujuan Perjalanan
Dalam penerbangan internasional, waktu tidur tidak hanya berkaitan dengan lamanya istirahat, tetapi juga waktu ketika tidur dilakukan. Penumpang yang ingin lebih cepat menyesuaikan diri dengan zona waktu di negara tujuan dapat mencoba mengikuti jadwal tidur di tempat tersebut.
Sebagai contoh, penumpang dapat tetap terjaga selama penerbangan apabila waktu tersebut belum memasuki jam tidur di destinasi. Setelah tiba, tidur sesuai jadwal setempat dapat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan zona waktu.
Storck menyebut sebagian pelancong mengandalkan suplemen melatonin atau teh yang dapat membantu menenangkan tubuh. Namun, ia mengingatkan agar penumpang menghindari alkohol dan kafein karena keduanya dapat mengganggu waktu istirahat.
Pilih Kursi Dekat Jendela
Letak kursi juga dapat menentukan kenyamanan penumpang saat tidur. Storck menyarankan kursi dekat jendela bagi penumpang yang ingin beristirahat. Posisi tersebut memungkinkan tubuh bersandar pada dinding pesawat sekaligus mengurangi gangguan dari penumpang lain yang hendak keluar menuju toilet.
Penggunaan bantal leher dapat membantu menopang kepala dan leher saat tidur dalam posisi duduk tegak. Selain itu, penumpang disarankan memasang sabuk pengaman di bagian luar selimut. Dengan cara ini, awak kabin dapat melihat bahwa sabuk pengaman telah terpasang tanpa perlu membangunkan penumpang ketika melakukan pemeriksaan.
Bawa Rutinitas Sebelum Tidur ke Pesawat
Cara lain yang dapat dicoba adalah mempertahankan kebiasaan sebelum tidur yang biasa dilakukan di rumah. Penumpang yang terbiasa menggunakan penutup mata, mendengarkan podcast, atau menikmati minuman herbal dapat melanjutkan rutinitas tersebut selama penerbangan.
Kebiasaan yang familiar dapat membantu tubuh dan pikiran memasuki suasana istirahat meskipun berada di lingkungan yang berbeda. Storck menekankan bahwa rasa nyaman dapat membuat penumpang lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.
Kesimpulan
Tidur selama penerbangan dapat dilakukan dengan lebih nyaman melalui beberapa persiapan sederhana. Memilih pakaian berlapis, membawa bantal leher dan masker mata, meredam suara, menentukan waktu tidur, serta memilih kursi dekat jendela merupakan langkah yang dapat membantu penumpang beristirahat.
Menjaga rutinitas sebelum tidur juga dapat membuat tubuh lebih mudah beradaptasi dengan suasana kabin. Dengan memperhatikan kenyamanan sejak sebelum keberangkatan, penerbangan jarak jauh tidak hanya menjadi waktu perjalanan, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan istirahat yang lebih baik.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment