Janice Tjen Terancam Absen di Asian Games 2026, Alexandra Eala Lebih Aman Hadapi China Open

Dua petenis putri top Asia Tenggara, Janice Tjen dan Alexandra Eala, berada dalam situasi berbeda menjelang Asian Games 2026. Keduanya dihadapkan pada agenda wajib China Open yang berlangsung bertepatan dengan jadwal pertandingan tenis pada pesta olahraga Asia tersebut.

China Open merupakan salah satu turnamen wajib dalam kalender WTA. Karena itu, petenis yang tidak tampil dalam ajang tersebut berpotensi menerima konsekuensi berupa denda dan pengurangan poin. Kondisi ini membuat Janice harus menghadapi pilihan sulit antara membela Indonesia di Asian Games 2026 atau menjaga posisi serta peluangnya dalam persaingan tenis profesional dunia.

Janice Tjen Berpotensi Melewatkan Asian Games 2026

Janice dipastikan tidak dapat mengikuti Asian Games 2026 karena harus menjalani kewajiban tampil di China Open. Jadwal turnamen WTA tersebut bertepatan dengan pelaksanaan cabang olahraga tenis pada Asian Games ke-20.

Apabila memilih untuk tidak berlaga di China Open, Janice akan dikenai denda dan pengurangan poin. Bagi petenis berusia 24 tahun tersebut, kehilangan poin bisa menimbulkan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar kewajiban membayar penalti.

Pengurangan poin dapat menyulitkan Janice untuk mempertahankan posisinya di papan atas peringkat WTA. Selain itu, penurunan peringkat juga berpotensi mengurangi peluangnya untuk tampil dalam ajang Grand Slam.

Alexandra Eala Memiliki Modal Poin Lebih Besar

Alexandra Eala sebenarnya menghadapi aturan yang sama. Petenis Filipina itu juga berpotensi menerima denda dan pengurangan poin apabila tidak tampil di China Open. Namun, posisi Eala dinilai lebih aman karena memiliki modal poin yang lebih banyak dibandingkan Janice.

Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar Asti, menjelaskan bahwa perolehan poin Eala pada awal dan pertengahan tahun membuatnya memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi kemungkinan pemotongan poin.

“Eala itu punya poin banyak di akhir tahun. Jadi modalnya banyak. Karena Eala itu banyak poin di awal tahun dan pertengahan tahun ini. Modal ini Eala akan dipakai untuk Grand Slam,” kata Andi, dikutip dari Antara.

Dengan modal tersebut, Eala masih dinilai cukup aman meskipun nantinya harus kehilangan poin karena tidak mengikuti China Open. Situasi itu berbeda dengan Janice yang sangat membutuhkan perlindungan terhadap peringkatnya agar tetap berada di papan atas.

Pelti Siap Menanggung Denda

PP Pelti telah mempertimbangkan berbagai konsekuensi yang mungkin muncul dari keputusan Janice. Menurut Andi, federasi sebenarnya tidak mempersoalkan apabila sanksi yang diterima hanya berupa denda.

Pelti menyatakan siap menanggung pembayaran denda tersebut. Namun, persoalan utama yang menjadi perhatian bukanlah nilai penalti, melainkan dampaknya terhadap poin dan peringkat Janice di WTA.

“Kalau sanksi, Pelti siap membayar sanksi. Tidak ada urusan, kita siap membayar,” ujar Andi.

Pelti juga telah berkomunikasi dengan WTA untuk meminta pengecualian bagi Janice. Akan tetapi, WTA tidak dapat memberikan perlindungan terhadap poin peringkat apabila Janice absen dari China Open.

Bagian dari Persiapan Olimpiade Los Angeles 2028

Keputusan terkait Janice tidak hanya dilihat dari kepentingan jangka pendek, tetapi juga ditempatkan dalam rencana pembinaan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Pelti menilai upaya mempertahankan peringkat dunia serta tampil dalam turnamen level tinggi merupakan bagian penting dari perjalanan Janice menuju target tersebut.

Andi mengatakan bahwa persoalan Janice merupakan bagian dari skema persiapan Olimpiade 2028. Karena itu, setiap keputusan harus mempertimbangkan perkembangan kariernya di level internasional, termasuk konsekuensi terhadap peringkat WTA dan peluang tampil di turnamen besar.

Kesimpulan

Janice Tjen harus melewatkan Asian Games 2026 karena kewajiban tampil di China Open yang digelar bersamaan dengan pertandingan tenis. Meski Pelti siap menanggung denda, pengurangan poin menjadi persoalan utama karena dapat memengaruhi peringkat dan peluang Janice tampil di Grand Slam.

Sementara itu, Alexandra Eala berada dalam posisi yang lebih aman berkat modal poin yang lebih besar. Perbedaan kondisi kedua petenis tersebut menunjukkan besarnya pengaruh sistem peringkat WTA terhadap keputusan atlet. Bagi Janice dan Pelti, menjaga posisi dunia serta membangun persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 kini menjadi pertimbangan utama ke depan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment