JJ Gabriel Terancam Hengkang dari Manchester United, MU Bisa Ulangi Kesalahan terhadap Mbappe

Manchester United kembali menghadapi persoalan terkait pemain muda berbakat. Wonderkid berusia 15 tahun, JJ Gabriel, dikabarkan menolak didaftarkan ke dalam skuad utama The Red Devils pada musim 2026/2027. Gabriel disebut ingin meninggalkan klub dan berstatus bebas transfer.

Kabar tersebut menjadi perhatian karena Manchester United sedang menjalani awal musim yang tidak konsisten. Di tengah situasi itu, klub justru berpotensi kehilangan salah satu pemain muda yang dianggap memiliki kualitas tinggi.

Jika kepergian Gabriel benar-benar terjadi, Manchester United dinilai dapat mengulangi kesalahan pada 2015 ketika gagal memaksimalkan peluang untuk memantau Kylian Mbappe yang saat itu masih berstatus pemain akademi AS Monaco.

JJ Gabriel Menolak Masuk Skuad Senior Manchester United

JJ Gabriel dikenal sebagai salah satu talenta muda yang menjanjikan di lingkungan Manchester United. Pemain kelahiran Inggris tersebut menunjukkan kualitasnya ketika mencetak hattrick dalam kemenangan besar MU atas Sabah.

Pertandingan itu berakhir dengan skor 5-0 untuk Manchester United dalam ajang UEFA Youth League. Penampilan tersebut semakin memperkuat perhatian terhadap Gabriel, terutama karena usianya baru 15 tahun.

Namun, beberapa hari setelah kemenangan tersebut, Gabriel mengambil keputusan yang mengejutkan. Ia menolak didaftarkan ke dalam skuad senior Manchester United untuk musim ini. Keputusan itu diambil karena sang pemain disebut ingin hengkang dari klub.

Gabriel juga dikabarkan menginginkan status bebas transfer. Apabila tidak ada perubahan dalam situasi tersebut, Manchester United berpotensi kehilangan pemain muda yang sebelumnya dianggap memiliki prospek besar.

Potensi Mengulang Kesalahan pada Kasus Kylian Mbappe

Situasi yang melibatkan Gabriel mengingatkan publik pada keputusan Manchester United terhadap Kylian Mbappe pada 2015. Ketika itu, MU disebut memiliki peluang untuk mendatangkan Mbappe yang masih menjadi bagian dari akademi AS Monaco.

Kisah tersebut pernah diceritakan oleh Ryan Giggs yang saat itu berstatus sebagai salah satu asisten pelatih Manchester United. Menurut Giggs, klub sedang mencari pemain di Prancis ketika ada pihak yang menawarkan kesempatan untuk memantau permainan Mbappe.

Penampilan Mbappe Dinilai Tidak Sesuai Kebutuhan

Giggs bersama staf kepelatihan Manchester United kemudian memberikan data mengenai Mbappe kepada tim pemandu bakat. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan klub dalam menilai potensi pemain muda asal Prancis itu.

Namun, penampilan Mbappe pada waktu tersebut dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan Manchester United. Karena pertimbangan itu, MU tidak melanjutkan peluang untuk merekrut pemain yang kemudian berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia.

Tiga tahun setelah Manchester United memantau dirinya, Mbappe bergabung dengan Paris Saint-Germain. Kepindahan tersebut menjadikannya pemain termahal kedua di dunia.

Perjalanan Mbappe Menjadi Pemain Top

Setelah meninggalkan fase akademi, Mbappe berhasil meraih berbagai gelar bersama Monaco, PSG, dan Real Madrid. Perkembangannya menunjukkan bahwa keputusan sebuah klub dalam menangani pemain muda dapat memberikan dampak besar terhadap masa depan.

Mbappe juga mencatatkan prestasi bersama tim nasional Prancis. Ia memenangkan Piala Dunia 2018, meraih penghargaan pemain muda terbaik di ajang tersebut, serta pernah menjadi top skor Piala Dunia.

Pencapaian Mbappe menjadi gambaran mengenai potensi kerugian yang dapat dialami Manchester United apabila gagal mempertahankan pemain muda berbakat. Meski Gabriel masih berusia 15 tahun, kabar keinginannya untuk hengkang membuat situasi ini menjadi perhatian serius bagi klub.

Kesimpulan

Ancaman kepergian JJ Gabriel menjadi peringatan bagi Manchester United untuk lebih cermat dalam menangani talenta dari akademi. Gabriel telah menunjukkan kemampuan melalui torehan hattrick saat melawan Sabah, tetapi kini menolak didaftarkan ke skuad senior dan ingin berstatus bebas transfer.

Apabila akhirnya meninggalkan Old Trafford, Gabriel bisa menjadi pemain muda lain yang lepas dari perhatian Manchester United. Kasus tersebut berpotensi mengingatkan kembali pada kegagalan klub dalam memanfaatkan peluang terhadap Kylian Mbappe pada 2015.

Ke depan, perkembangan situasi Gabriel akan menjadi perhatian, terutama terkait keputusan akhir sang pemain dan langkah yang diambil Manchester United untuk mempertahankan salah satu wonderkid mereka.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment