John Herdman Waspadai Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Ada Shamit Shome dan Hamza Choudhury
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta skuad Garuda meningkatkan kewaspadaan saat menghadapi Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026. Perhatian Herdman tertuju pada kekuatan lini tengah Bangladesh yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman, termasuk Shamit Shome, mantan anak asuhnya di Timnas Kanada.
Shome resmi membela Timnas Bangladesh sejak pertengahan 2025. Gelandang berusia 29 tahun tersebut bukan sosok asing bagi Herdman karena pernah menjadi bagian dari tim yang dilatihnya di level Kanada U-23 dan senior. Pengalaman itu membuat Herdman memahami karakter serta kemampuan Shome di atas lapangan.
Selain Shome, Bangladesh juga memiliki Hamza Choudhury, gelandang bertahan yang memperkuat Sheffield United di Liga 2 Inggris. Kehadiran dua pemain tersebut dinilai dapat memperkuat sektor tengah Bangladesh ketika menghadapi Indonesia pada laga Grup A.
John Herdman Mengenal Karakter Shamit Shome
Herdman mengakui bahwa dirinya sangat mengenal Shome. Ia mengatakan pernah melatih sang gelandang dalam beberapa pemusatan latihan ketika masih menangani Timnas Kanada. Pengetahuan tersebut membuat Herdman bisa membaca kualitas dan karakter permainan pemain yang kini membela Bangladesh.
“Saya sangat mengenalnya, sangat mengenalnya. Saya pernah melatihnya di beberapa pemusatan latihan,” ujar Herdman setelah memimpin sesi latihan Timnas Indonesia di Jakarta, Selasa (22/9).
Menurut Herdman, Shome memiliki rekam jejak karier yang cukup impresif. Sang pemain pernah menjadi bagian dari Montreal Impact ketika klub tersebut menjalani periode sukses di kompetisi Major League Soccer atau MLS.
Herdman juga menilai pengalaman Shome bersama klub-klub Kanada dapat menjadi modal penting bagi Bangladesh. Ia menyebut Shome pernah bermain dalam tim Montreal Impact pada era Didier Drogba, salah satu periode yang dianggap sukses bagi klub tersebut.
“Dia adalah bagian dari tim Montreal Impact yang sangat sukses di MLS pada masa Didier Drogba, jadi dia pemain top. Dia juga pernah bermain bersama putra saya di Cavalry di Liga Premier Kanada,” kata Herdman.
Bangladesh Diperkuat Hamza Choudhury
Ancaman bagi Indonesia tidak hanya datang dari Shome. Bangladesh juga memiliki Hamza Choudhury yang berstatus sebagai pemain Sheffield United. Gelandang bertahan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pengatur permainan utama di lini tengah Bangladesh di bawah arahan Thomas Dooley.
Kehadiran Choudhury membuat kualitas Bangladesh semakin diperhitungkan. Sebagai pemain yang beroperasi di posisi gelandang bertahan, ia berpotensi memberikan keseimbangan dalam permainan tim sekaligus memperkuat pertahanan dari sektor tengah.
Situasi tersebut membuat Timnas Indonesia tidak boleh menganggap remeh calon lawannya. Herdman menegaskan bahwa Bangladesh memiliki kualitas yang bisa menyulitkan skuad Garuda, terutama dengan keberadaan Choudhury, Shome, dan pemain-pemain lainnya.
Indonesia Diuntungkan Bermain di Kandang
Meski mengakui kekuatan Bangladesh, Herdman tetap optimistis terhadap peluang Timnas Indonesia. Ia menilai status sebagai tuan rumah dapat menjadi keuntungan penting bagi skuad Garuda. Dukungan publik di Stadion Utama Gelora Bung Karno diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi para pemain.
“Ya, tim Bangladesh adalah tim yang bagus dengan adanya Choudhury dan pemain lainnya, mereka akan menyulitkan. Saya rasa setiap tim akan menjadi lawan yang tangguh. Namun di saat yang sama, kita adalah Indonesia, kita bermain di kandang sendiri, dan inilah saatnya bagi kita,” ujar Herdman.
Jadwal Indonesia Menghadapi Bangladesh
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Bangladesh pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 1 Oktober mendatang.
Sebelum berjumpa Indonesia, Bangladesh akan lebih dahulu menjalani pertandingan melawan Singapura dan Malaysia. Hasil dari dua laga tersebut dapat menjadi gambaran mengenai kesiapan dan performa Bangladesh sebelum menghadapi skuad Garuda.
Kesimpulan
John Herdman mewaspadai Bangladesh karena tim tersebut memiliki pemain berpengalaman seperti Shamit Shome dan Hamza Choudhury. Pengetahuan Herdman terhadap kualitas Shome menjadi salah satu alasan utama Indonesia tidak boleh meremehkan calon lawannya.
Meski demikian, Indonesia memiliki keuntungan karena akan tampil di kandang sendiri. Dengan persiapan yang matang dan konsentrasi penuh, skuad Garuda diharapkan mampu menghadapi tekanan Bangladesh pada laga penutup Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment