Tottenham Hotspur Belanja Rp7,4 Triliun, tetapi Masih Mandul di Empat Pekan Liga Inggris
Tottenham Hotspur melakukan perubahan besar setelah berhasil menghindari degradasi pada musim sebelumnya. Klub asal London tersebut mengeluarkan dana transfer hingga 311,5 juta poundsterling atau sekitar Rp7,4 triliun untuk memperkuat skuad menghadapi musim baru.
Namun, investasi besar itu belum berbanding lurus dengan performa di lapangan. Hingga pekan keempat Liga Inggris, Tottenham belum mampu mencetak satu gol pun. Situasi tersebut membuat The Lilywhites menjalani salah satu awal musim terburuk dalam sejarah mereka, khususnya dari sisi produktivitas.
Tottenham Menggelontorkan Dana Besar
Tottenham berusaha berbenah setelah musim lalu berada dalam situasi sulit dan nyaris terdegradasi. Manajemen klub kemudian mendatangkan sejumlah pemain untuk meningkatkan kualitas tim, baik melalui pembelian permanen, status bebas transfer, maupun skema peminjaman.
Total dana yang dikeluarkan untuk aktivitas transfer mencapai 311,5 juta poundsterling. Beberapa nama yang direkrut antara lain Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Jan Paul van Hecke, dan Tosin Adarabioyo.
Selain itu, Tottenham juga mendapatkan sejumlah pemain berstatus bebas transfer. Mereka adalah Andy Robertson, Martin Dubravka, dan Marcos Senesi. Sementara itu, Omar Marmoush bergabung dengan klub melalui kesepakatan peminjaman.
Nama Besar Belum Berdampak pada Produktivitas
Kedatangan banyak pemain tersebut sempat memunculkan harapan bahwa Tottenham dapat langsung tampil lebih kompetitif. Akan tetapi, para pemain baru belum mampu membantu tim mencatatkan start positif di Liga Inggris.
Masalah terbesar Tottenham terlihat pada lini depan. Dalam empat pertandingan pertama, mereka sama sekali belum mampu mencetak gol. Catatan tersebut menjadi semakin mencolok karena klub telah menghabiskan dana besar untuk membangun kembali skuad.
Empat Pertandingan Tanpa Gol
Tottenham mengawali musim dengan kekalahan 0-3 dari Brentford. Pada pertandingan berikutnya, mereka kembali menelan kekalahan setelah takluk 0-2 dari Newcastle United.
Dalam dua pertandingan setelahnya, Tottenham memang tidak kembali kalah. Namun, mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol ketika menghadapi Nottingham Forest dan Everton. Dua hasil imbang tersebut membuat Tottenham mengoleksi dua poin dari empat pertandingan.
Dengan raihan tersebut, Tottenham berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Inggris. Posisi itu merupakan batas akhir zona aman, sehingga klub harus segera memperbaiki performa apabila tidak ingin kembali terlibat dalam persaingan di papan bawah.
Hanya Tottenham dan Coventry City yang Mandul
Dari 20 tim yang berkompetisi di Liga Inggris, hanya Tottenham dan Coventry City yang belum mencetak gol dalam empat pekan awal. Bagi Tottenham, puasa gol tersebut menjadi catatan yang sangat buruk.
Menurut data Opta, empat pertandingan tanpa gol pada awal musim ini merupakan catatan terpanjang Tottenham dalam kompetisi Liga Inggris. Rekor terburuk yang masih berada di atas mereka menjadi milik Crystal Palace, yang pernah gagal mencetak gol dalam tujuh pertandingan pertama Liga Inggris.
Berbeda di Piala Liga
Menariknya, persoalan Tottenham tidak sepenuhnya terlihat di semua kompetisi. Di Piala Liga, mereka sempat menunjukkan ketajaman ketika menghadapi Charlton.
Tottenham berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 5-1 atas Charlton. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tim sebenarnya mampu mencetak gol, meskipun produktivitas itu belum muncul dalam empat pertandingan Liga Inggris.
Menanti Respons Tottenham pada Laga Berikutnya
Tottenham dijadwalkan menghadapi Liverpool pada babak ketiga Piala Liga, Rabu (16/9) dini hari WIB. Setelah itu, mereka akan melanjutkan perjuangan di Liga Inggris dengan menghadapi Aston Villa pada Sabtu (19/9).
Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Tottenham untuk membangun kembali kepercayaan diri. Laga melawan Liverpool juga dapat menjadi momentum bagi para pemain baru untuk menunjukkan kontribusi, terutama dalam membantu tim mengatasi masalah di lini depan.
Kesimpulan
Tottenham Hotspur telah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat tim setelah terhindar dari degradasi pada musim lalu. Namun, hingga pekan keempat Liga Inggris, investasi tersebut belum menghasilkan dampak yang diharapkan karena Tottenham masih gagal mencetak gol dan baru mengumpulkan dua poin.
Kemenangan besar atas Charlton di Piala Liga menjadi sinyal bahwa Tottenham memiliki kemampuan untuk tampil produktif. Meski demikian, mereka tetap perlu segera menemukan solusi di kompetisi liga. Pertandingan melawan Liverpool dan Aston Villa akan menjadi ujian penting bagi Tottenham untuk mengakhiri tren buruk serta memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment