Aismoli Dorong Skema Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik

Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) merespons keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong skema tukar tambah atau trade-in motor bensin dengan motor listrik. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi penggunaan kendaraan roda dua berbahan bakar bensin secara bertahap.

Ketua Umum Aismoli Budi Setyadi mengatakan, usulan tukar tambah berkaitan dengan besarnya anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang harus dialokasikan pemerintah. Dengan mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik, penggunaan BBM diharapkan dapat ditekan sehingga beban subsidi juga berkurang.

“Ya memang kan tadi Presiden menyampaikan menyangkut masalah besarnya biaya subsidi BBM yang amat banyak dialokasikan. Nah artinya untuk mengurangi subsidi BBM itu berarti kan ada disampaikan juga oleh Pak Presiden tadi menyangkut masalah ya tukar tambah atau trade-in,” ujar Budi, melansir CNBCIndonesia, Rabu (26/8).

Skema Tukar Tambah Beri Kemudahan bagi Konsumen

Menurut Budi, skema tukar tambah motor bensin ke motor listrik berpotensi memberikan dua dampak sekaligus bagi pasar. Bagi konsumen, mekanisme ini dapat menyediakan jalur yang lebih mudah untuk mengganti kendaraan lama dengan motor listrik.

Dalam skema tersebut, konsumen tidak harus menanggung seluruh harga motor listrik secara langsung. Motor bensin yang dimiliki dapat dinilai dan dijadikan bagian dari pembayaran kendaraan baru. Dengan demikian, konsumen hanya perlu menyiapkan tambahan biaya sesuai selisih harga setelah nilai motor lama diperhitungkan.

“Jadi artinya motor yang lama itu mungkin dihargai berapa, kemudian harga motor lama itu diberikan untuk motor listrik,” kata Budi.

Di sisi lain, pemerintah dapat memanfaatkan program tersebut sebagai instrumen untuk mendorong pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin. Jika dirancang dengan jelas, skema ini diharapkan mampu mempersempit populasi motor konvensional secara bertahap.

Penilaian Motor Lama Menjadi Faktor Penting

Budi menilai nilai motor lama akan menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan program tukar tambah. Kejelasan mengenai harga dan proses penilaian kendaraan akan membantu konsumen mengetahui besaran biaya tambahan yang harus dibayarkan untuk memperoleh motor listrik.

Transparansi Nilai Kendaraan Dibutuhkan

Semakin jelas mekanisme penilaian motor lama, semakin mudah masyarakat menghitung kemampuan dan kebutuhan biaya dalam proses tukar tambah. Oleh karena itu, proses tersebut perlu memiliki dasar yang dapat dipahami oleh konsumen agar transaksi berlangsung secara jelas.

Program tukar tambah tidak hanya berkaitan dengan proses penyerahan motor lama dan pengambilan motor listrik baru. Pengelolaan kendaraan lama setelah masuk ke dalam program juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Motor Lama Diusulkan Tidak Kembali ke Pasar

Aismoli menilai motor bensin yang telah ditukarkan perlu dipastikan tidak kembali ke pasar kendaraan bekas. Jika kendaraan lama dijual kembali dan digunakan oleh pemilik baru, tujuan program untuk mengurangi konsumsi BBM berpotensi tidak tercapai secara maksimal.

Karena itu, kendaraan yang masuk melalui skema trade-in harus dikelola dengan mekanisme yang jelas. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah menghentikan penggunaan motor lama tersebut melalui proses scrapping atau pemusnahan, sehingga kendaraan tidak lagi digunakan di jalan.

“Tapi motor lamanya itu tidak dijual lagi, mungkin langsung di-scrapping gitu, tidak boleh digunakan lagi gitu karena memang kan intinya untuk mengganti motor lama dengan motor yang baru untuk supaya nanti ada pengurangan subsidi BBM,” ucap Budi.

Presiden Prabowo Siapkan Skema Peralihan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk membantu masyarakat yang telah memiliki motor bensin agar dapat beralih ke motor listrik. Prabowo mengatakan pemerintah sedang memikirkan skema yang memungkinkan masyarakat menyerahkan motor lama dan memperoleh kendaraan baru dengan tambahan biaya tertentu.

“Tapi tenang aja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin kita pikirkan gimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikitlah ya kan,” kata Prabowo.

Kesimpulan

Usulan skema tukar tambah motor bensin ke motor listrik dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memudahkan konsumen melakukan peralihan kendaraan sekaligus menekan penggunaan BBM. Aismoli menekankan bahwa penilaian harga motor lama, besaran tambahan biaya, serta pengelolaan kendaraan hasil tukar tambah harus diatur secara jelas.

Ke depan, efektivitas program ini akan sangat bergantung pada mekanisme pelaksanaan yang disiapkan pemerintah. Kendaraan lama perlu dipastikan tidak kembali digunakan agar tujuan pengurangan konsumsi BBM dan penekanan subsidi dapat berjalan sesuai harapan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment