BAIC Indonesia Belum Berencana Pindah ke Pabrik Sendiri, Tunggu Volume Penjualan Domestik

BAIC Indonesia belum memiliki rencana untuk segera meninggalkan fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) dan berpindah ke pabrik sendiri di Indonesia. Produsen otomotif tersebut masih akan memanfaatkan fasilitas HIM untuk merakit kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air.

Rencana pembangunan atau penggunaan pabrik sendiri tetap terbuka, tetapi pelaksanaannya sangat bergantung pada perkembangan permintaan dan volume penjualan mobil BAIC di pasar domestik. Perusahaan belum menetapkan target waktu yang pasti untuk merealisasikan langkah tersebut.

BAIC Masih Mengandalkan Fasilitas Handal Indonesia Motor

Chief Operating Officer (COO) JIO Distribusi Indonesia, Dhany Yahya, mengatakan BAIC memang memiliki arah untuk membangun atau menggunakan fasilitas produksi sendiri di Indonesia. Namun, keputusan tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat karena perusahaan masih perlu melihat besarnya volume penjualan kendaraan BAIC di pasar lokal.

“Ya betul kita punya rencana. Tapi kan untuk arah ke sana pasti ada. Tapi kita lihat volume kita seberapa besar,” ujar Dhany di Lembang, Jawa Barat, Selasa (18/8).

Untuk saat ini, seluruh model BAIC yang dipasarkan di Indonesia telah dirakit secara lokal melalui fasilitas PT Handal Indonesia Motor. Pengecualian berlaku untuk mobil listrik BAIC T1 yang masih didatangkan dari China dalam bentuk utuh atau completely built-up (CBU).

BAIC Siapkan Perakitan Lokal untuk T1

BAIC berencana memulai perakitan lokal T1 pada Desember 2025 atau Januari 2026. Dengan demikian, model tersebut nantinya akan mengikuti kendaraan BAIC lainnya yang sudah dirakit di dalam negeri.

Perakitan lokal T1 menjadi salah satu langkah perusahaan dalam memperluas kegiatan produksinya di Indonesia. Meski demikian, hingga saat ini fasilitas HIM masih menjadi basis utama perakitan kendaraan BAIC di Tanah Air.

Dhany menegaskan, penggunaan fasilitas HIM bukan berarti BAIC hanya menumpang melakukan perakitan. Perusahaan juga menanamkan investasi untuk mendukung kegiatan produksi di fasilitas tersebut. Investasi itu dilakukan agar proses perakitan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan mengikuti standar manufaktur global.

Investasi Perakitan Baterai Akan Ditambah

Selain mendukung proses perakitan kendaraan, BAIC juga berencana menambah investasi di fasilitas HIM. Penambahan investasi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dalam menjalankan kegiatan produksinya di Indonesia.

Salah satu investasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat berkaitan dengan kebutuhan perakitan baterai. Dhany menyampaikan bahwa BAIC telah melakukan sejumlah investasi di fasilitas tersebut dan masih akan menambah dukungan untuk menunjang proses produksi.

“Jadi tentunya bukan berarti, yang sekarang pun kita harus benar-benar proper mengikuti global standard manufacturing yang baik,” kata Dhany.

Menurutnya, pengembangan fasilitas produksi menjadi bagian penting dalam mendukung kehadiran BAIC di pasar otomotif Indonesia. Namun, perusahaan tetap akan menyesuaikan besaran investasi dengan perkembangan bisnis dan permintaan kendaraan di dalam negeri.

Pabrik Sendiri Menunggu Penjualan Mencapai Target

Saat ditanya mengenai waktu pembangunan atau pengoperasian pabrik sendiri di Indonesia, Dhany belum dapat memberikan kepastian. Ia menyebut rencana tersebut masih cukup jauh dan akan bergantung pada pertumbuhan pasar BAIC di Tanah Air.

BAIC sebelumnya menyampaikan bahwa peluang untuk mendirikan pabrik sendiri di Indonesia tetap terbuka. Namun, langkah itu baru akan lebih memungkinkan apabila penjualan kendaraan BAIC di pasar domestik telah berada di kisaran 8.000 hingga 10.000 unit per tahun.

Kesimpulan

BAIC Indonesia untuk sementara masih akan mengandalkan fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor. Perusahaan belum menetapkan waktu untuk berpindah ke pabrik sendiri karena keputusan tersebut sangat bergantung pada volume penjualan dan perkembangan permintaan di pasar domestik.

Di sisi lain, BAIC tetap menunjukkan komitmen terhadap kegiatan produksi lokal melalui rencana perakitan T1 serta tambahan investasi, termasuk untuk kebutuhan perakitan baterai. Ke depan, realisasi pabrik sendiri akan semakin terbuka apabila penjualan BAIC mampu mencapai kisaran 8.000 hingga 10.000 unit per tahun di Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment