Pangeran Mohammed bin Salman Luncurkan Exobot, Mobil Listrik Perdana Ceer dari Arab Saudi

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), meluncurkan Exobot, mobil listrik pertama yang dikembangkan Ceer, perusahaan otomotif nasional Arab Saudi. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya kerajaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan membangun industri baru sesuai dengan target Visi Saudi 2030.

Acara peluncuran berlangsung pada Senin (21/9). Selain menjabat sebagai Putra Mahkota dan Perdana Menteri, Mohammed bin Salman juga merupakan Ketua Dewan Direksi Public Investment Fund (PIF), lembaga investasi yang berperan penting dalam pengembangan Ceer.

Exobot Hadir dalam Model Sedan dan SUV

Ceer memperkenalkan Exobot dalam dua model, yaitu sedan dan sport utility vehicle (SUV). Kedua kendaraan tersebut dijadwalkan mulai dijual di Arab Saudi pada awal 2027. Dalam lima tahun ke depan, Ceer menargetkan peluncuran tujuh model kendaraan.

Desain Exobot tampil futuristik dan disebut mengingatkan pada kendaraan dalam film fiksi ilmiah Tron. Mobil ini dilengkapi pintu gullwing serta tidak memiliki pilar tengah yang memisahkan area kursi depan dan belakang.

CEO Ceer, Jim DeLuca, mengatakan desain tersebut ditopang oleh penggunaan material berkekuatan tinggi untuk menjaga struktur kendaraan. Menurutnya, Ceer ingin menunjukkan kemampuan Arab Saudi dalam mengembangkan produk otomotif dengan karakter desain yang berbeda.

“Kami ingin memastikan dunia bisa melihat apa yang mampu dilakukan Arab Saudi,” kata Jim DeLuca.

Bagian dari Strategi Diversifikasi Ekonomi Saudi

Mohammed bin Salman menyebut peluncuran kendaraan pertama Ceer sebagai tonggak penting dalam perjalanan Arab Saudi membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan sejahtera. Ia menilai sektor otomotif dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut MBS, pengembangan industri otomotif diharapkan mampu menarik investasi, memberdayakan tenaga kerja nasional, serta memperluas peran sektor swasta. Langkah tersebut juga ditujukan untuk memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat industri otomotif di tingkat regional dan global.

Ceer diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Arab Saudi. Pada 2034, perusahaan ini diperkirakan menyumbang US$8 miliar atau sekitar Rp142,3 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Arab Saudi. Selain itu, Ceer diproyeksikan memberikan kontribusi US$21 miliar atau sekitar Rp373,5 triliun terhadap neraca perdagangan negara tersebut.

Produksi Dilakukan di Fasilitas Otomotif Terbesar di Timur Tengah

Kendaraan Ceer akan diproduksi di Ceer Manufacturing Complex (CMC). Fasilitas tersebut disebut sebagai kompleks otomotif terbesar di Timur Tengah dan dibangun untuk mendukung pengembangan industri kendaraan di Arab Saudi.

Ceer merupakan perusahaan patungan antara Public Investment Fund dan Foxconn, perusahaan teknologi asal Taiwan. Perusahaan ini dibangun dengan dukungan kekayaan minyak Arab Saudi, tetapi diarahkan untuk mengembangkan sektor industri baru yang tidak bergantung sepenuhnya pada komoditas energi.

Didukung Mitra Internasional

Dalam proses pengembangan kendaraannya, Ceer mengandalkan Foxconn untuk penyediaan arsitektur elektrik. Sementara itu, BMW terlibat dalam aspek rekayasa teknik kendaraan.

Ceer juga menggandeng sejumlah pemasok global dan perusahaan yang membangun fasilitas produksi di Arab Saudi. Beberapa di antaranya adalah Lear dari Amerika Serikat, Shin Young dari Korea Selatan, Benteler dari Jerman, serta Fangxin dari China. Kehadiran para pemasok tersebut didukung oleh insentif yang diberikan pemerintah Arab Saudi.

Rencana Perluasan Produk Ceer

Pada tahap awal, Ceer berencana memusatkan lini produknya pada kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV). Namun, Jim DeLuca menyatakan bahwa perusahaan akan memperluas pilihan produknya dengan menghadirkan kendaraan plug-in hybrid dan kendaraan bermesin pembakaran internal.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan produk dengan perkembangan serta pergeseran permintaan pasar. Selain Exobot, Ceer menargetkan peluncuran lima model kendaraan arus utama antara 2028 dan 2030.

Model-model tersebut akan dirancang agar memenuhi regulasi global sehingga dapat dipasarkan di berbagai negara. Ekspansi ke pasar sekitar ditargetkan dimulai pada 2028, kemudian diperluas ke kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara hingga 2034.

Tantangan di Tengah Persaingan Industri Mobil Listrik

Peluncuran Exobot berlangsung ketika industri otomotif global mengalami perubahan besar. Pabrikan asal China semakin merebut pangsa pasar dari produsen tradisional dan berada di garis depan dalam pengembangan kendaraan listrik.

Di sisi lain, sejumlah startup kendaraan listrik seperti Fisker, Arrival, dan Lordstown mengalami kegagalan dalam beberapa tahun terakhir. VinFast, perusahaan otomotif asal Vietnam yang pernah dipimpin Jim DeLuca sebagai CEO, juga tengah menjalani restrukturisasi setelah mengeluarkan miliaran dolar untuk ekspansi.

Situasi tersebut membuat Ceer berupaya menjalankan ekspansinya secara hati-hati. DeLuca menegaskan bahwa perusahaan ingin bergerak secara metodis karena satu kesalahan saja dapat mengancam keberlangsungan sebuah startup otomotif.

Kesimpulan

Peluncuran Exobot menandai langkah awal Ceer dalam membangun merek otomotif nasional Arab Saudi. Dengan dukungan PIF, Foxconn, BMW, serta sejumlah pemasok internasional, Ceer menargetkan pengembangan tujuh model kendaraan dan kontribusi ekonomi yang besar hingga 2034.

Keberhasilan rencana tersebut akan bergantung pada kemampuan Ceer menghadapi persaingan kendaraan listrik global, menjaga kualitas produk, serta memperluas pasar secara bertahap. Jika targetnya tercapai, Ceer dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam agenda diversifikasi ekonomi Arab Saudi melalui Visi Saudi 2030.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment