Toyota Produksi SUV Listrik Lexus di China Mulai 2027, Andalkan Teknologi Gigacasting
Toyota Motor mengambil langkah strategis dengan memproduksi generasi terbaru SUV listrik Lexus di China mulai 2027. Keputusan ini menjadi pengecualian dalam pola pengembangan kendaraan Toyota selama ini, karena perusahaan biasanya mengembangkan teknologi dan kendaraan baru di Jepang sebelum memasarkannya ke berbagai negara.
Model SUV listrik tersebut akan menggunakan merek Lexus dan diproduksi di pabrik baru Toyota yang berlokasi di Shanghai. Produksi dijadwalkan dimulai sekitar musim gugur 2027 dengan kapasitas awal kurang lebih 1.000 kendaraan per bulan. Jumlah tersebut kemudian ditargetkan meningkat menjadi puluhan ribu unit per tahun pada 2028.
Toyota Siapkan SUV Listrik Lexus di Shanghai
Produksi SUV listrik Lexus di China menunjukkan perubahan pendekatan Toyota dalam mengembangkan produk elektrifikasi. Selama ini, Jepang menjadi pusat utama pengembangan serta produksi kendaraan berteknologi maju Toyota. Setelah diperkenalkan di pasar domestik, kendaraan tersebut biasanya kemudian dikembangkan untuk pasar global, termasuk Amerika Serikat.
Namun, SUV listrik Lexus terbaru akan menjadi salah satu pengecualian langka. Toyota memilih China sebagai lokasi produksi sekaligus kawasan penting dalam pengembangan kendaraan listrik. Langkah ini tidak terlepas dari besarnya permintaan kendaraan listrik di China dan semakin ketatnya persaingan antarprodusen otomotif.
Persaingan di segmen SUV listrik China juga semakin ramai dengan kehadiran berbagai model baru. Salah satu contohnya adalah SUV berukuran besar dari BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka China, yang dijadwalkan meluncur pada Juni.
Menggunakan Teknologi Gigacasting
SUV listrik Lexus tersebut disebut akan dibekali teknologi produksi mutakhir, termasuk gigacasting. Teknologi ini memungkinkan sejumlah komponen bodi aluminium dicetak secara bersamaan menjadi satu bagian besar.
Penerapan gigacasting diperkirakan dapat mengurangi bobot komponen hingga 20 persen. Pengurangan bobot tersebut berpotensi membantu meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik. Selain itu, metode ini juga membuat struktur bodi menjadi lebih kaku.
Dari sisi manufaktur, gigacasting dapat menyederhanakan proses perakitan karena sejumlah komponen dibuat sebagai satu bagian. Proses produksi pun berpeluang berlangsung lebih cepat dibandingkan metode yang membutuhkan perakitan lebih banyak bagian secara terpisah.
China Menjadi Pasar Kendaraan Listrik Terbesar
Besarnya pasar kendaraan listrik China menjadi salah satu alasan Toyota mengarahkan pengembangan SUV listrik Lexus ke negara tersebut. Berdasarkan data firma riset asal Inggris, GlobalData, China mencatat penjualan 8,57 juta kendaraan listrik pada tahun lalu.
Angka tersebut setara dengan 60 persen penjualan kendaraan listrik global. Capaian China diperkirakan sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan Eropa dan lebih dari 100 kali lipat penjualan di Jepang. Penjualan kendaraan listrik di China juga diproyeksikan mencapai 11,41 juta unit pada 2030.
Di tengah tantangan penjualan kendaraan listrik di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat, pasar global kendaraan listrik masih diperkirakan berkembang dalam jangka menengah hingga panjang. China pun dinilai akan menjadi kawasan penting yang menentukan persaingan dan dominasi industri otomotif dunia.
Strategi Multi-Pathway Toyota
Produksi Disesuaikan dengan Kebutuhan Regional
Langkah Toyota di China merupakan bagian dari strategi “multi-pathway”. Strategi ini menekankan pengembangan dan produksi kendaraan secara lokal sesuai kebutuhan masing-masing kawasan.
Toyota masih mengandalkan mayoritas kendaraan hibrida dan berbahan bakar bensin di pasar seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sementara itu, perusahaan mulai memperkuat portofolio kendaraan listriknya di China, termasuk melalui penambahan model premium dengan merek Lexus.
Saat ini, lini kendaraan listrik Toyota di China mencakup SUV dengan harga terjangkau serta sedan yang dilengkapi layar dari Huawei Technologies. Kehadiran SUV listrik Lexus diharapkan dapat memperluas pilihan produk sekaligus memperkuat penjualan Toyota di segmen premium.
Produsen Global Percepat Pengembangan Model
China kini juga semakin diperhitungkan oleh produsen otomotif dunia dalam proses pengembangan produk. Perubahan ini terjadi karena perusahaan kendaraan listrik China mampu menyiapkan model baru dalam waktu sekitar dua tahun, sedangkan alur pengembangan tradisional biasanya membutuhkan empat hingga lima tahun.
Nissan Motor menargetkan waktu pengembangan modelnya dapat dipangkas setengah menjadi 26 bulan. Sementara itu, Volkswagen telah bekerja sama dengan produsen mobil China dan berencana meluncurkan hingga 50 model untuk pasar tersebut pada 2030.
Kesimpulan
Produksi SUV listrik Lexus di China mulai 2027 menandai perubahan penting dalam strategi Toyota. Perusahaan tidak hanya menjadikan China sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai lokasi produksi dan pengembangan kendaraan listrik baru.
Dengan mengandalkan teknologi gigacasting, kapasitas produksi yang ditingkatkan secara bertahap, serta strategi multi-pathway, Toyota berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar kendaraan listrik. Keputusan ini juga memperlihatkan bahwa persaingan otomotif global ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan produsen memahami kebutuhan regional, mempercepat pengembangan produk, dan menghadirkan kendaraan yang kompetitif di China.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment