Komdigi Minta Klarifikasi Meta soal Akun WhatsApp Diretas dan Terkena Suspend
JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta klarifikasi kepada Meta Indonesia terkait maraknya akun WhatsApp yang diduga diambil alih peretas, digunakan untuk menyebarkan promosi judi online, lalu berujung pada pemblokiran atau suspend. Pemerintah ingin mengetahui penyebab akun-akun tersebut hilang atau tidak dapat digunakan, termasuk langkah penanganan yang telah dilakukan oleh Meta.
Permintaan klarifikasi itu disampaikan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Meta Indonesia untuk meminta penjelasan tertulis mengenai persoalan yang dialami para pengguna WhatsApp.
Komdigi Minta Penjelasan Tertulis dari Meta
Menurut Alexander, surat tersebut memuat sejumlah hal yang perlu dijelaskan oleh Meta. Pemerintah meminta informasi mengenai penyebab pemblokiran atau hilangnya akun WhatsApp, tindakan yang telah dan sedang dilakukan, serta perkembangan pemulihan akun milik pengguna yang terdampak.
“Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital telah menyampaikan surat permintaan klarifikasi kepada Meta Indonesia terkait permasalahan akun WhatsApp yang hilang atau terblokir,” kata Alex dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/8).
Ia menambahkan, Meta diminta memberikan klarifikasi tertulis secara menyeluruh agar persoalan akun WhatsApp yang terdampak peretasan dan suspend dapat diketahui dengan jelas.
“Melalui surat tersebut, Meta diminta menyampaikan klarifikasi tertulis mengenai penyebab pemblokiran atau hilangnya akun WhatsApp, langkah penanganan yang telah dan/atau sedang dilakukan, serta status pemulihan akun yang terdampak,” ujar Alex.
Meta Diberi Tenggat hingga 24 Agustus 2026
Komdigi memberikan waktu lima hari kepada Meta untuk menyampaikan tanggapan. Berdasarkan permintaan tersebut, Meta diminta memberikan klarifikasi selambat-lambatnya pada Senin, 24 Agustus 2026.
Selain meminta penjelasan, pemerintah juga menekankan pentingnya ketersediaan saluran pengaduan bagi pengguna yang menjadi korban. Kanal tersebut diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan akun yang diretas, hilang, atau terkena suspend setelah terjadi aktivitas yang tidak dilakukan oleh pemilik akun.
Alexander mengatakan, pemerintah akan menjalankan proses klarifikasi secara paralel dengan memastikan aduan dari pengguna ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku di platform Meta.
“Secara paralel pemerintah akan meminta klarifikasi kepada pihak Meta dan memastikan Meta menindaklanjuti aduan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku pada platform,” kata Alex.
Pengguna Mengaku Akunnya Mengirim Tautan Judi Online
Permasalahan akun WhatsApp yang diduga diretas dan kemudian terkena suspend belakangan dialami oleh sejumlah pengguna. Salah satu pengguna yang menceritakan pengalamannya adalah Hesti, seorang karyawan swasta berusia 34 tahun.
Hesti mengaku telah tiga kali mengalami suspend pada akun WhatsApp miliknya. Ia mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya sedang menggunakan WhatsApp Web, sementara aplikasi WhatsApp di ponselnya tidak sedang dibuka.
Secara tiba-tiba, akun WhatsApp Web miliknya mengirimkan pesan ke banyak nomor yang tidak dikenal. Pesan tersebut berisi tautan yang mempromosikan judi online.
“WhatsApp di HP tidak dibuka, saat itu lagi buka WhatsApp di web. Tiba-tiba WhatsApp di web kirim chat ke nomor yang tidak dikenal banyak banget, mungkin kira-kira 20 nomor lebih ngirim link judol,” ujar Hesti.
Mengetahui adanya aktivitas yang tidak dilakukan olehnya, Hesti kemudian panik dan memilih keluar dari akun tersebut melalui WhatsApp Web. Setelah itu, ia memeriksa aplikasi WhatsApp di ponselnya.
Namun, pesan-pesan yang sebelumnya terlihat dikirim melalui WhatsApp Web tidak muncul di aplikasi pada ponselnya. Beberapa detik kemudian, aplikasi WhatsApp di ponsel Hesti meminta agar akunnya ditinjau.
“Lalu buka WhatsApp di HP tidak ada sama sekali chat yang ada di web itu, setelah beberapa detik terus WhatsApp di HP minta ditinjau,” tuturnya.
Meta Belum Memberikan Tanggapan
Permintaan klarifikasi Komdigi menjadi langkah pemerintah untuk memperoleh penjelasan mengenai rangkaian persoalan tersebut. Penjelasan dari Meta diharapkan dapat menerangkan hubungan antara dugaan pengambilalihan akun, pengiriman promosi judi online, dan keputusan suspend terhadap akun pengguna.
Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com telah meminta keterangan kepada Meta terkait isu akun WhatsApp yang diretas dan terkena pemblokiran. Namun, belum ada jawaban yang diberikan.
Kesimpulan
Komdigi telah meminta Meta Indonesia memberikan klarifikasi tertulis mengenai penyebab akun WhatsApp pengguna hilang atau terblokir, langkah penanganan yang dilakukan, serta status pemulihan akun yang terdampak. Meta juga diminta menyediakan kanal pengaduan bagi para korban.
Dengan adanya tenggat klarifikasi hingga 24 Agustus 2026, perhatian selanjutnya tertuju pada respons Meta dan langkah penyelesaian bagi pengguna yang akunnya terdampak. Pemerintah juga akan memastikan aduan masyarakat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di platform.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment