Xiaomi Pastikan Bawa Mobil Listrik ke Indonesia, Waktu Peluncuran Masih Menunggu
JAKARTA – Xiaomi memastikan akan membawa produk mobil listrik buatannya ke pasar Indonesia. Kendati demikian, perusahaan teknologi asal China tersebut belum menetapkan waktu kehadiran kendaraan listriknya di Tanah Air.
Kepastian itu disampaikan Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng dalam konferensi pers setelah peluncuran Redmi Note 17 series di Jakarta, Rabu (16/9). Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa bisnis otomotif Xiaomi tidak hanya akan berfokus di pasar China, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau pasar global, termasuk Indonesia.
Xiaomi Konfirmasi Mobil Listrik Akan Masuk Indonesia
Michael Feng menyebut Xiaomi memiliki komitmen penuh untuk menghadirkan produk mobil listrik ke Indonesia. Namun, ia mengakui bahwa perusahaan masih perlu menunggu sebelum menentukan waktu peluncuran maupun pemasaran kendaraan tersebut di Tanah Air.
“Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu,” kata Michael, dikutip Antara, Kamis (17/9).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rencana Xiaomi untuk masuk ke pasar otomotif Indonesia sudah dipastikan secara internal. Meski begitu, belum ada informasi mengenai model yang akan dibawa, harga, maupun skema penjualan yang akan digunakan ketika mobil listrik Xiaomi resmi hadir di Indonesia.
Indonesia Dinilai Penting bagi Xiaomi
Michael baru dipercaya untuk memegang bisnis Xiaomi di Indonesia mulai September 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam strategi Xiaomi di pasar global.
Karena itu, Xiaomi disebut akan berupaya menghadirkan mobil listriknya ke Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, perusahaan masih belum memberikan kepastian terkait jadwal resmi peluncuran.
“Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir,” ujar Michael.
Dengan pernyataan tersebut, konsumen Indonesia dapat menantikan kemungkinan hadirnya lini kendaraan listrik Xiaomi. Akan tetapi, kepastian mengenai model, spesifikasi, dan waktu penjualan masih perlu menunggu pengumuman lebih lanjut dari perusahaan.
Eropa Menjadi Tujuan Ekspansi Pertama
Sebelum memasuki Indonesia, Xiaomi akan lebih dulu mengembangkan bisnis mobil listriknya di Eropa. Perusahaan dipastikan akan memperluas operasional di luar China sebagai bagian dari strategi ekspansi global.
Jerman menjadi pasar Eropa pertama yang akan dituju Xiaomi. Berdasarkan rencana yang telah disampaikan, Xiaomi akan masuk ke pasar Jerman pada kuartal ketiga 2027. Ekspansi tersebut dilakukan melalui kontrak yang telah disetujui dengan dealer kendaraan di negara tersebut.
Langkah menuju pasar Eropa menunjukkan bahwa Xiaomi mulai mempersiapkan bisnis otomotifnya untuk bersaing di luar negara asal. Setelah membangun basis penjualan di China, perusahaan kini mengarahkan perhatian pada pasar internasional secara bertahap.
Penjualan Mobil Xiaomi di China
Di pasar domestiknya, Xiaomi telah mencatat penjualan gabungan lebih dari 800 ribu unit mobil sebelum meluncurkan SUV terbarunya, Skynomad. Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan bisnis otomotif Xiaomi sejak pertama kali memasuki industri mobil listrik.
Xiaomi memulai kiprahnya di sektor kendaraan listrik melalui sedan listrik SU7 yang diperkenalkan pada akhir 2023. Setelah itu, perusahaan menambah portofolionya dengan meluncurkan SUV listrik YU7.
Skynomad Menggunakan Teknologi EREV
Model terbaru Xiaomi yang diberi nama Skynomad memiliki karakter berbeda dibandingkan SU7 dan YU7. Skynomad diluncurkan di China pada Senin (7/9) dan masuk dalam kategori extended-range electric vehicle atau EREV.
Mobil berjenis EREV merupakan kendaraan listrik yang dilengkapi mesin bensin sebagai penambah jangkauan. Dengan teknologi tersebut, kendaraan tetap menggunakan sistem penggerak listrik, sementara mesin bensin berfungsi membantu memperpanjang jarak tempuh.
Kehadiran Skynomad memperluas pilihan teknologi dalam jajaran kendaraan Xiaomi. Sebelumnya, perusahaan telah memiliki sedan listrik dan SUV listrik, sedangkan model terbaru tersebut menawarkan pendekatan berbeda melalui sistem elektrifikasi dengan penambah jangkauan.
Kesimpulan
Xiaomi memastikan mobil listrik buatannya akan dipasarkan di Indonesia, meskipun waktu kehadirannya masih belum ditentukan. Indonesia disebut memiliki peran penting bagi Xiaomi dalam strategi bisnis global, sehingga pasar Tanah Air berpeluang menjadi salah satu tujuan ekspansi perusahaan.
Namun, Xiaomi akan lebih dulu memasuki pasar Eropa, khususnya Jerman, pada kuartal ketiga 2027. Sementara itu, di China, perusahaan telah mengembangkan sejumlah model seperti SU7, YU7, dan Skynomad. Dengan perkembangan tersebut, kehadiran mobil Xiaomi di Indonesia masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai model dan jadwal peluncurannya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment