BPS Rilis KBJI 2026, Masukkan Profesi Baru seperti Spesialis Keamanan Siber dan Konten Kreator

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memperbarui daftar pekerjaan di Indonesia melalui peluncuran Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026. Pembaruan ini dilakukan untuk menyesuaikan klasifikasi jabatan dengan perkembangan pasar kerja yang semakin cepat, termasuk kemunculan berbagai pekerjaan di bidang digital dan lingkungan.

KBJI 2026 menggantikan daftar klasifikasi sebelumnya yang diterbitkan pada 2014. Dalam versi terbaru ini, sejumlah jenis pekerjaan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir mulai dicatat secara lebih terperinci, mulai dari spesialis keamanan siber, analis kriptografi, hingga pembuat konten untuk layanan berbagi video.

KBJI 2026 Disusun Bersama Kemenaker

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pemutakhiran KBJI diperlukan untuk menjawab perubahan struktur dan kebutuhan pasar kerja. Penyusunan klasifikasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dengan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait.

KBJI 2026 ditetapkan melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2026 yang diundangkan pada 14 September 2026. Amalia menyampaikan hal tersebut dalam acara peluncuran KBJI 2026 di kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat (18/9).

“Pemutakhiran KBJI ini menjadi penting untuk menjawab dinamika pasar kerja yang semakin cepat, termasuk munculnya digital jobs dan green jobs,” ujar Amalia.

Klasifikasi Jabatan Lebih Rinci hingga Enam Digit

Dalam penyusunannya, KBJI 2026 mengacu pada standar internasional International Standard Classification of Occupations (ISCO-08). Namun, klasifikasi tersebut tetap disesuaikan dengan kebutuhan nasional agar dapat menggambarkan jabatan yang ada di lapangan secara lebih spesifik.

Jika standar internasional umumnya menggunakan kode hingga empat digit, KBJI 2026 menghadirkan klasifikasi dengan kode hingga enam digit. Rincian tersebut diharapkan dapat membantu proses identifikasi jabatan secara lebih terukur dan terperinci.

Pada struktur terbaru, terdapat penambahan tiga kode pada level subgolongan. Dengan demikian, jumlah kode pada tingkat tersebut menjadi 449 kode. Selain itu, terdapat penambahan 243 kode pada level jabatan sehingga totalnya mencapai 2.380 kode.

Daftar Pekerjaan Baru di Berbagai Sektor

Pembaruan KBJI mencakup sejumlah sektor yang dinilai relevan dengan perkembangan kebutuhan pekerjaan. Penambahan tersebut tidak hanya mencakup bidang teknologi digital, tetapi juga pariwisata, ekonomi kreatif, serta pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan.

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Di sektor pariwisata, KBJI 2026 mengakomodasi beberapa jabatan baru, antara lain ahli cagar budaya, dosen ilmu pariwisata, dan terapis spa. Pencantuman jabatan-jabatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbarui daftar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan sektor pariwisata.

Sementara itu, sektor ekonomi kreatif mencakup jabatan pembuat konten layanan berbagi video dan desainer fesyen. Kehadiran pekerjaan tersebut menunjukkan adanya perkembangan jenis profesi yang berkaitan dengan produksi konten serta industri kreatif.

Digital Jobs dan Green Jobs

Pada kategori green jobs, KBJI 2026 mencatat jabatan analis cadangan biomassa karbon dan teknisi daur ulang limbah. Adapun dalam kategori digital jobs, terdapat analis kriptografi, spesialis keamanan siber, serta perancang antarmuka web dan digital.

Dengan memasukkan jabatan-jabatan tersebut, KBJI 2026 dapat digunakan untuk mencatat pekerjaan yang muncul seiring perubahan teknologi dan perhatian terhadap bidang lingkungan. Seluruh jabatan itu ditempatkan dalam struktur klasifikasi yang lebih rinci berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Menjadi Rujukan Data Ketenagakerjaan

Amalia menegaskan KBJI 2026 akan menjadi rujukan tunggal dalam berbagai kegiatan statistik dan pengelolaan data ketenagakerjaan. Penggunaannya mencakup kegiatan sensus, survei seperti Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), serta integrasi data administrasi lintas sektor.

Klasifikasi tersebut juga dirancang untuk mendukung pengembangan basis data layanan ketenagakerjaan pemerintah, termasuk aplikasi SIAPkerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan adanya klasifikasi yang sama, jabatan dapat dicatat dan dibandingkan menggunakan acuan yang seragam.

Kesimpulan

Peluncuran KBJI 2026 menandai pembaruan penting dalam pencatatan jabatan di Indonesia. Menggantikan versi 2014, klasifikasi ini menghadirkan 2.380 kode pada level jabatan dan mencakup sejumlah profesi baru di bidang digital, lingkungan, pariwisata, serta ekonomi kreatif.

Ke depan, KBJI 2026 diharapkan dapat menjadi dasar yang lebih sesuai untuk sensus, survei, integrasi data administrasi, dan pengembangan layanan ketenagakerjaan. Menurut Amalia, pemanfaatan klasifikasi tersebut akan membantu agar setiap pekerjaan dapat diukur, diperbandingkan, dan diperhitungkan untuk mendukung pembangunan Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment